30/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Menteri Yasona di Demo Warga Priok

PPMI – MEDIA TJg. PRIOK | Warga Tanjung Priok, Jakarta Utara mendesak Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H Laoly meminta maaf secara terbuka. Mereka memberi tenggat dua hari kepada Yasonna, jika tidak, mereka akan melakukan aksi lanjutan dengan jumlah massa yang jauh lebih besar.

Desakan itu dilontarkan massa aksi dalam unjuk rasa di depan Kantor Kemenkumham, Jakarta Selatan, terkait ucapan Yasonna bahwa Tanjung Priok identik dengan kawasan miskin dan melahirkan banyak kejahatan.

“Kita minta dalam 2×24 jam, menteri harus minta maaf terbuka di hadapan media, kalau tidak minta maaf, kami akan melakukan aksi kedua  di Kemeterian Hukum dan HAM dengan massa yang lebih besar ,” kata Rijal Kobar saat berorasi diatas mobil Komando

Ia mengatakan, dalam aksi hari ini, pihaknya berharap bisa menemui Yasonna. Namun perwakilan massa hanya diterima oleh Kabag Humas dan beberapa pejabat lainnya di Kemenkumham.

“Tidak ada dialog dalam pertemuan tadi. Kita memang hari ini targetnya bertemu pak menteri, pak menterinya tidak ada. Bahkan kami ingin mengundang pak menteri kapan-kapan kita ngopi di Tanjung Priok. Kita pastikan bahwa Priok itu aman, Priok itu tidak kriminal,” kata dia.

Pantauan PPMI Media Centre hingga pukul 13.45 WIB, aksi massa masih berlangsung. Terlihat perwakilan massa bergantian melakukan orasi dari atas mobil komando. Lalu lintas di sepanjang Jalan HR Rasuna Said dari dan menuju Mampang macet parah imbas aksi ini.

Seperti diketahui aksi unjuk rasa warga Tanjung Priok ini berkaitan dengan pernyataan Yasonna yang menyebut bahwa Tanjung Priok daerah miskin, kumuh, dan banyak melahirkan kriminalitas.

Aksi warga Tanjung Priok  ini mendapat respon dari Menteri Yasonna dalam siaran Stasiun TV beliau menyampaikan permintaan maaf kepada warga tanjung priok dan berencana akan bersilaturrahmi dengan  tokoh-tokoh tanjung priok setelah prescon ini kita dapat bersatu kembali.

“Yang membuat itu menjadi besar adalah penyakit sosial yang ada. Itu sebabnya kejahatan lebih banyak terjadi di daerah-daerah miskin. Slum areas (daerah kumuh), bukan di Menteng. Anak-anak Menteng tidak, tapi coba pergi ke Tanjung Priok. Di situ ada kriminal, lahir dari kemiskinan,” kata Yasonna, seperti dikutip dari presscon.

About Post Author