06/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

LBH PPMI Banten Gugat PT. Dolpin Putra Sejati

PPMI Informasi – Banten |Senin (20/01/20), Pengadilan Negeri Serang menggelar sidang Perselisihan Hubungan Industrial (PHI) antara Lembaga Bantuan Hukum  Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (LBH PPMI) selaku Penggugat dengan PT. Dolpin Putra Sejati (DPS) selaku Tergugat satu, PT. Gama Prima Karya selaku tergugat dua dan Yayasan Tri Rahayu Jaya selaku tergugat tiga. Sidang dengan nomor perkara 133/Pdt.SUS.PHI/2019/PN.Srg digelar di gedung Cakra 1 Pengadilan Negeri Serang – Banten, dengan agenda Pemeriksaan saksi  dari Para tergugat. Sidang terbuka untuk umum ini dimulai siang hari sampai pukul 15.00 WIB

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua Syakilah, SH.MH. didampingi Hakim Anggota Kanthi Rahayu, SH.MM. dan Ir. Setijobudi serta Panitera Safti Yohanah.P.SH. 

Tim Penasehat Hukum LBH PPMI Banten yang dipimpin oleh H.Syafrudin Lubis,BBM.SH.MH. dengan anggota Rudiyono, Adhi Tiawarman, SH. dan Tatang Supriyadi, SH. adalah penasehat hukum dari tiga puluh enam (36) orang pekerja PT. Dolpin Putra Sejati (DPS) yang di PHK sepihak oleh perusahaan. Dalam siding tersebut  para pihak Tergugat yang di wakili  penasehat hukumnya yaitu Julianto,SH.MH kuasa hukum Tergugat satu, Mulya Idris, SH. kuasa hukum tergugat dua dan Masagus, SH. kuasa hukum tergugat tiga. Menghadirkan dua orang saksi yaitu Iswadi selaku  HRD PT. Dolpin Putra Sejati dan Muhamad Bahwi selaku Supervisi Gudang PT. Dolpin Putra Sejati.

Sejak awal sebelum dilakukan pemeriksaan terhadap para saksi penasehat hukum Panggugat H.Syafrudin Lubis,BBM.SH.MH mengajukan keberatan dan penolakan kepada Majelis hakim terhadap saksi yang dihadirkan para tergugat karena saksi yang dihadirkan masih berstatus sebagai pekerja dan pimpinan perusahaan PT.DPS. Menurut Bang Haji Syaf  yang menjadi alasan mendasar bahwa para saksi dimungkinkan bersikap tidak netral dan kesaksiannya dimungkinkan lebih membela perusahaan. Karena para saksi sudah diambil sumpah maka majelis hakim melanjutkan pemeriksaan terhadap para saksi yang dihadirkan kuasa hukum para tergugat. 

“Sejak awal kami sudah melakukan penolakan terhadap para saksi yang dihadirkan oleh kuasa hukum para tergugat, mengapa kami menolak karena para saksi adalah pekerja dan merupakan pimpinan perusahaan PT. Dolpin Putra Sejati, yaitu Iswadi adalah HRD PT DPS dan Muhamad Bahwi adalah Supervisor Bagian Gudang PT. DPS. Kami menganggap keterangan para saksi tidak netral  dan jika kami menemukan ada keterangan palsu yang di sampaikan dipersidangan maka kami akan melakukan penuntutan secara pidana kepada saksi yang bersangkutan ” kata Rudiyono selaku anggota Tim LBH PPMI Banten. 

“Para pekerja yang memberikan kuasa kepada LBH. PPMI Banten sebanyak 36 orang dan mereka bekerja di PT DPS sudah lebih dari 7 tahun bahkan ada yang sampai 15 tahun, dan saat ini mereka berhenti bekerja dan tidak mendapatkan hak – haknya  sesuai UU ketenagakerjaan oleh karena itu kami akan terus berjuang untuk merebut hak hak pekerja itu demi keadilan, harkat dan martabat pekerja di Banten” pungkas Rudiyono yang juga Ketua Umum Dewan Pengurus Wilayah Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia Provinsi Banten (DPW PPMI Provinsi Banten).

PT. Dolpin Putra Sejati adalah perusahaan yang memproduksi plastik dan berada di kawasan industri Pancatama di kecamatan Cikande Kabupaten Serang Provinsi Banten. Dan sampai saat ini perusahaan itu masih menjalankan kegiatan usahanya dan masih berproduksi. (redaksi) 

About Post Author