04/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

PHK Pengurus Serikat dan Waktu Sholat Jumat tidak dihitung Lembur, Karyawan PT. KWN Mogok Kerja

PPMI Informasi – Kutai Kaltim| Sekitar Pukul 06.00 WITA (03/02/2020) ratusan pekerja PT. KARUNIA WAHANA NUSA site Bengalon – Kutai Timur Prov. Kalimantan Timur adalah salah satu kontraktor dari PT. Perkasa Inaka Kerta perusahaan yang bergerak di bidang tambang batu bara melakukan Aksi Mogok Kerja, hal ini terjadi diakibatkan banyak permasalahan normatif yang seharusnya menjadi kewajiban pengusaha tidak dijalankan antara lain : 

Perubahan Roster kerja dari 13 : 2 (13 Hari Kerja : 2 Hari Off) yang sudah dijalankan selama satu tahun terakhir ini berubah menjadi 13 : 1 (13 Hari Kerja : 1 Hari Off) tanpa persetujuan Serikat Pekerja pengusaha secara sepihak melakukan perubahan roster kerja tersebut, selain itu PT. KWN ini juga tidak memperlihatkan rekening Koran tahunan BPJS Ketenagakerjaan karyawan, Waktu Ibadah Jumat di potong Over Time, Skala Upah yang telah disepakati di secara tripartite dengan Disnaker Kutai Timur tidak Dijalankan oleh Perusahaan selain itu Perusahaan juga melakukan PHK Sepihak kepada Sdr. Rudi Simanjutak Sekertaris PPA PPMI PT. KWN ini adalah Bentuk Anti Serikat Pekerja melanggar UU 21 Tahun 2000, Jelas Arshanty Direktur LBH PPMI yang ikut mendampingi Advokasi PPA PPMI PT. KWN

Ketua komisi D Adi Gondrong dari Fraksi PAN DPRD Kab. Kutai Timur menegaskan akan membantu perjuangan PPA PPMI PT. KWN yang mayoritas karyawannya adalah masyarakat pribumi yang harusnya dilindungi penuh oleh MUSPIDA Kutai Timur, yang jelas kami akan kawal terus perjuangan kawan-kawan PPMI ini karena sudah menjadi Tanggungjawab kami sebagai perwakilan rakyat Kutai Timur, Tegas Adi Gondrong berapi-api.

Selain itu Perusahaan memotong pembayaran Lembur karyawan dengan alasan Waktu Sholat Jumat tidak termasuk  jam kerja, padahal waktu sholat termasuk jam istirahat yang seharusnya tetap dihitung lembur karena menurut UU 13 2003 Pasal 80 Pengusaha wajib memberikan kesempatan yang secukupnya kepada pekerja/buruh untuk melaksanakan ibadah yang diwajibkan oleh agamanya dan didalam Penjelasan Pasal 80 UUK Yang dimaksud kesempatan secukupnya yaitu menyediakan tempat untuk melaksanakan ibadah yang memungkinkan pekerja/buruh dapat melaksanakan ibadahnya secara baik, sesuai dengan kondisi dan kemampuan perusahaan.

Hak istirahat dan hak menjalankan ibadah termasuk shalat jumat untuk yang beragama Islam, merupakan hak asasi yang melekat pada diri seorang pekerja. Hak tersebut dilindungi tidak hanya oleh UUK, namun juga oleh Konstitusi RI dan UU HAM. Hal ini sebagaimana bisa dilihat dalam ketentuan Pasal 28 D ayat (2) dan Pasal 28 E ayat (1) UUD Negara RI Tahun 1945 serta Pasal 22 UU HAM, Ucap Akhmad Hasanuddin Ketua PPA PPMI PT. KWN.

Ditemui dikantornya Bpk. Nanang Guprani Ketua Umum DPC PPMI Kab. Kutai Timur mengatakan bahwa kami selaku Pengurus cabang berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan ini secara musyawarah namun jika perusahaan terus melakukan upaya-upaya penyelesaian maka kami akan menginstruksikan kepada seluruh Anggota PPMI se Kutai Timur untuk dapat melakukan aksi-aksi solidaritas ke PT. KWN dan kami harapkan juga kepada Oknum – oknum aparat TNI dan Kepolisian untuk dapat bersikap netral tidak melakukan tindakan-tindakan intimidasi kepada para pekerja PT. KWN yang sedang melakukan aksi mogok kerja. Sampai berita ini diturunkan Aksi Mogok Kerja PPA PPMI PT. KWN masih berlangsung dan Pihak Dinas Tenaga Kerja baik Provinsi maupun Kabupaten belum terlihat mendatangi tempat kejadian mogok kerja

About Post Author