25/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Dimediasi Komisi D DPRD Kutai Timur tuntutan PPMI dipenuhi Pengusaha

PPMI Informasi – Kutim Kaltim | Sejak pukul 11.00 Wita gedung DPRD (6/02/20) dipenuhi massa anggota PPMI Kutai Timur yang mengawal perundingan manajemen PT.KWN dengan PPA PPMI PT. KWN yang telah 2 hari melakukan aksi mogok kerja yang mengakibatkan operasional perusahaan lumpuh total, Inisiatif Ketua Komisi D DPRD Bpk. Adi Gondrong dari Fraksi PAN dan Disnakertrans Kab. Kutai Timur ini dilakukan untuk menghentikan kebuntuan permasalahan yang terjadi dilingkungan PT. KWN salah satu kontraktor PT. Perkasa Inaka Kerta perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan batu bara.

Dalam mediasi itu pihak pengusaha menuduh PPA PPMI PT. KWN telah melakukan mogok kerja tidak sah hal ini memancing Sekum DPW PPMI Kaltim Bung Tabrani Yusuf menyanggah dengan berapi-api menyatakan bahwa mogok kerja PPA PPMI PT. KWN ini sudah sesuai dengan prosedur perundang-undangan Perlu diketahui, mogok kerja diatur dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan  jo. Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP-232/MEN/2003 Tahun 2003 tentang Akibat Hukum Mogok Kerja yang Tidak Sah. Jadi yang dimaksud dengan mogok kerja adalah tindakan pekerja/buruh yang direncanakan dan dilaksanakan secara bersama-sama dan/atau oleh serikat pekerja/buruh untuk menghentikan atau memperlambat pekerjaan. Kemudian Sekurang-kurangnya dalam waktu 7 (tujuh) hari kerja sebelum mogok kerja dilaksanakan, serikat pekerja wajib memberitahukan secara tertulis kepada pengusaha dan instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan setempat. Karenanya, terdapat aturan yang mewajibkan pihak perusahaan maupun instansi pemerintah untuk memberikan tanda terima atas pemberitahuan tertulis mogok kerja yang diajukan, akibat gagalnya perundingan, intinya semuanya sudah sesuai dengan aturan yang berlaku pengusaha tidak perlu berlagak tidak tahu aturan dengan melakukan PHK kepada karyawan yang melakukan mogok kerja, tegasnya

“biarlah saya di PHK asal anggota kami tidak di PHK”, kata pejuang tangguh PPMI bang Rudi Simanjuntak Sekum PPA PPMI PT. KWN dalam Rapat dengar pendapat hari ini

Setelah melalui perundingan yang alot serta pemaparan solusi dari mogok kerja ini dari Ketua DPC PPMI Kutai Timur yang ikut Hearing di DPRD serta komunikasi yang baik dengan manajemen perusahaan akhirnya tuntutan dapat dipenuhi oleh Pengusaha dan mulai besok aksi mogok kerja kami hentikan dan pekerja kembali bekerja seperti biasa, kami harapkan pengusaha dapat merealisasikan semua kesepakatan yang disepakati hari ini dihadapan anggota Komisi D DPRD dan Disnakertrans Kab. Kutai Timur sehingga kedepan antara PPMI dengan Pengusaha PT. KWN dapat menjalin hubungan industrial yang harmonis, kata Nanang Guprani

Suasana yang penuh haru mengakhiri Hearing di DPRD dengan berbagai macam komentar dari Anggota PPMI salah satunya Daeng Didi menyatakan, “ Tidak gampang memang menjadi bagian dari perjuangan untuk membela hak2 buruh, tapi PPMI tidak pernah gentar, sudah saya lihat sendiri yang kedua kalinya Pak Ketua PPMI Nanang Dan Pak Sekum Bli Tabrani, Sedap-sedap Ngeri-ngerinya Juga Namanya Adu Argumentasi ”, Timpal Daeng Didi.

Sampai berita ini ditayangkan suasana kantor DPC PPMI Kab. Kutai Timur masih ramai dikunjungi oleh PPA PPMI se Kab. Kutai Timur.

About Post Author