30/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Masalah Buruh, Aktivis Buruh , Fungsionaris Organisasi Buruh Pada Era Milenial

Tiga eksponen penting dalam dunia perburuhan adalah buruh, aktivis buruh dan fungsionaris organisasi buruh. Sementara diseberangnya ada pengusaha dan penguasa. Pihak buruh yang idealnya hatus selalu didampingi oleh aktivis buruh atau pun fungsionaris organisasi buruh dengan kelembagaannya, seakan harus berhadapan dengan pihak majikan (pengusaha) dan rezim penguasa yang cenderung tidak berpihak pada kaum buruh maupun organisasi buruh.

Pengelolaan organisasi buruh pada era milineal sekarang harus disesuaikan dengan tuntutan dan tantangan jaman. Buruh sendiri sudah lebih kritis dan maju cara berpikir dan wawasannya. Meski kesadaran untuk berorganisasi masih belum menggembirakan, lantaran buruh pun semakin dominan dipenagaruhi oleh cara berpikir instan. Mau cari gampangnya saja. Akibatnya ketika mengalami masalah baru merasa perlu dengan organisasi buruh. Itu pun sifatnya tetap labil atau sementara saja. Sehingga tidak sedikit jumlah buruh yang usai menghadapi masalahnya dengan pihak perusahaan atas jasa organisasi buruh, mereka pun diam-diam meninggalkan organisasi. Sebab pemahaman buruh tentang manfaat berorganisasi itu tidak cukup memadai.

Masalah minimnya kesadaran buruh tentang perlunya berorganisasi atau manfaat bagi dirinya untuk bergabung dengan organisasi buruh itu karena memang masih minimnya kesadaran yang diharap dapat diperoleh melalui upaya pendidikan serta pelatihan bagi kaum buruh yang nyaris tidak sempat atau bahkan tidak pernah mau berpikir bagaimana cara meningkatkan kesejahteraan dirinya dalam arti luas, utamanya untuk menambah pengetahuan dan wawasan guna meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan yang lebih baik dan kebih beradab hingga bisa lebih manusiawi.

Namun yang lebih penting dan sangat berkepentingan tentu saja adalah kaum buruh dan organisasi buruh itu sendiri. Namun ironisnya, kesadaran dan pemahaman ikhwal budaya dari kalangan aktivis atau fungsionaris organisasi buruh itu — yang seyogyanya harus menjadi motor penggerak — justru tidak cukup mumpuni berperan maksimal sebagaimana fungsi dan tugasnya yang harus diemban olehnya, baik sebagai aktivis buruh maupun selaku fungsionaris organisasi.

Agaknya, inilah dilematis buruh, aktivis buruh dan fungsionaris organisasi buruh di Indonesia dari dulu sampai pada di era milineal sekarang ini.
Jakarta, 2 Februari 2020
Oleh Jacob Ereste

About Post Author