30/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Jepang Memilih Tidak Menari di Atas Penderitaan Orang Lain

Semoga perselisihan yang pernah ada kembali menjadikan persaudaraan yang hakiki

Beberapa hari ini kita saksikan antrian orang membeli masker, bahkan harganya dilipatgandakan oleh penjual. Kita juga saksikan betapa “tak berempatinya” oknum warga di pulau Natuna saat menyambut anak2 muda Indonesia yang berhasil dievakuasi dan akan dikarantina. Belum lagi tak berempatinya netizen yang menyebarkan hoax berupa text atau video, menghadang turis China dan seterusnya.

Ini bukan hanya soal virus Corrona, melainkan apa saja yang melanda musibah. Termasuk fitnah yang disebarkan orang2 jahat dan diframing orang yang sok pintar. Walaupun tak ada gunanya.

Mari kita belajar dari sikap bangsa Jepang yang, walau hubungannya dengan China pernah kurang harmonis akibat luka sejarah penjajahan.

Sebelum Jepang mengevakuasi warganya, mereka sudah lebih dulu mengirim 1 pswt penuh peralatan medis & masker yg sangat dibutuhkan warga kota Wu Han..

Sumbangan 1 juta masker dari masyarakat Jepang juga sdh lbh dulu tiba di kota Wu Han.

Banyak orang tdk mengetahui bahwa diantara 264 warga Jepang yang di evakuasi terdapat 4 orang yang sudah positif terjangkit Virus Corona. Oleh Tiongkok disarankan agar mereka dirawat dulu di rumahsakit di China. Namun Pemerintah Jepang tetap mengevakuasi atas pertimbangan ingin berbagi beban kesulitan dan tdk mau merepotkan Pemerintah China.

Selain itu Pemerintah Jepang mengumumkan bahwa bangsa apapun yg berada di Jepang dan terdampak Virus Corona tanpa pandang kewarga negaraan semua diobati & biaya ditanggung Pemerintah..

Bagi warga Tiongkok yangg berada di wilayah Jepang dan berakhir masa visa nya, bila masih ingin menetap di Jepang diberi perpanjangan visa gratis selama 2 bln, tidak diusir seperti yang dilakukan oknum warga Sumbar dan Bukit Tinggi belum lama ini.

Di medsos Jepang membahana seruan agar warganya ramai2 menyumbang apapun utk membantu China melewati musibah kemanusiaan ini, harap diingat mereka adalah bangsa yang bermusuhan persis seperti bangsa kita dengan Malaysia, Arab vs Israel, atau bangsa India dengan Pakistan.

Banyak berita di Jepang yang menyerukan tentang sumbangan tanpa pamrih Pemerintah & warga China saat Jepang mengalami musibah wabah & gempa dahsyat beberapa waktu lalu.

Pada saat China mengalami musibah., diluar dugaan masyarakat Jepang telah memperlihatkan sifat kemanusiaan nya melalui spanduk2/simbol2 “Support Wu Han” “Support China”

Di super market, pusat2 perbelanjaan Jepang, harga masker bukan naik malah dijual secara discount dengan menempelkan plakat “Tidak menari diatas penderitaan org lain.” “Tidak mencari keuntungan atas musibah kemanusian“.. bahkan di berbagai tempat disediakan masker bagi warga Tiongkok untuk bebas mendapatkan 2 bh masker secara gratis dengab menempelkan spanduk2 Berbahasa China “bernafas sama, bernasib sama, dunia milik kita bersama.”
Sungguh mengharukan..!!

Jerman pada kesempatan pertama mengirim team ahli medis membantu China.

Finlandia mengumunkan tdk melakukan pembatasan & pemeriksaan khusus thdp tourist dari Tiongkok., mrk yg dtg apabila terdampak Virus Corona akan diobati oleh team medis Pemerintah Finlandia..

Pemerintah Thailand menyatakan bebas visa 15 hari tetap berlaku bagi warga Tiongkok, apabila mereka msh ingin menetap, imigrasi akan memberi perpanjangan visa selama 2 bulan.

dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara. [Surat Ali Imron 103]

(Copas) 👍🏻👍🏻

About Post Author