27/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Duduk Bersama Mahasiswa, DPC PPMI Kutai Timur Sosialisasi Penolakan RUU Cilaka

PPMI Informasi Kutim -Kaltim | Bertempat di Sekretariat PMII Kab Kutai Timur (20/02/2020) diadakan diskusi terkait RUU Omnibus Law perwakilan Mahasiswa dgn Serikat Pekerja yang diwakili oleh DPC PPMI Kab. Kutai Timur pembahasan terkait alasan penolakan terhadap Draft RUU Cipta Kerja oleh serikat pekerja di Indonesia, Adik-adik Mahasiswa ini yang mengundang kami ke sekretariat Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kab. Kutai Timur karena mereka ingin mengetahui lebih jauh alasan-alasan Serikat pekerja menolak RUU Omnibus Law karena mereka berkeyakinan kelak akan menjadi pekerja juga setelah selesai di bangku perkuliahan. Jika tidak disikapi akan berdampak juga terhadap masa depan mereka, jelas Nanang Guprani Ketum DPC PPMI Kab. Kutai Timur dihadapan mahasiswa yang sangat antusias mengikuti diskusi ini.

Idealnya mahasiswa menjadi panutan dalam masyarakat, berlandaskan dengan pengetahuannya, dengan tingkat pendidikannya, norma-norma yang berlaku di sekitarnya, dan pola berfikirnya. Mahasiswa sebagai iron stock berarti mahasiswa seorang calon pemimpin bangsa masa depan, menggantikan generasi yang telah ada dan melanjutkan tongkat estafet pembangunan dan perubahan. Untuk menjadi iron stock, tidak cukup mahasiswa hanya memupuk diri dengan ilmu spesifik saja. Perlu adanya soft skill lain yang harus dimiliki mahasiswa seperti kepemimpinan, kemampuan memposisiskan diri, interaksi lintas generasi dan sensitivitas yang tinggi. Sebagai generasi penerus, mahasiswa diharapkan mampu menjadi manusia modern, yang mempunyai ciri-ciri antara lain : lebih mudah menerima dan menyesuaikan diri kepada perubahan-perubahan, lebih ahli dalam menyatakan pendapatnya, memiliki rasa tanggungb jawab, lebih berorientasi ke masa depan, lebih mepunyai kesadaran mengenai waktu, organisasi, teknologi, dan ilmu pengetahuan. Dalam kaitannya dengan RUU Omnibus Law ini tentunya semua uraian diatas sulit diwujudkan karena Pemerintah tidak mampu menjamin Kepastian Status hubungan Kerja, Kepastian Upah, Kepastian Jaminan Sosial dan Kepastian Berorganisasi atau berserikat semuanya terancam oleh RUU Cilaka ini, kata salah satu perwakilan Mahasiswa di dalam forum ini. 

Jika merujuk kepada Kitab suci maka Menolak Omnibus Law ini sama dengan Jihad Fisabilillah, Allahu Akbar..!!, pekik semangat Sekum DPW PPMI Kalimantan Timur Yusuf Tabrani dalam forum diskusi ini disambut takbir oleh adik-adik mahasiswa. Selain itu alasan wajar pekerja dan calon pencari kerja Mahasiswa se Indonesia menolak RUU Cipta Kerja Omnibus Law karena dengan hilangnya upah minimum, hilangnya pesangon,  outsourcing seumur hidup, karyawan kontrak seumur hidup, waktu kerja yang eksploitatif, TKA buruh kasar unskill worker berpotensi bebas masuk ke Indonesia, hilangnya jaminan sosial, PHK dipermudah dan hilangnya sanksi pidana untuk pengusaha, ini semua merugikan pekerja dan sangat menguntung pengusaha atau Investor yang hanya mengejar keuntungan materi saja dengan mengabaikan hak-hak dasar pekerja jelas bahwa RUU ini sangat bertentangan dengan UUD 1945 dan Pancasila, Tim yang merumuskan Draft RUU ini jelas Anti Pancasila sebaiknya pihak kepolisian segera menangkap mereka-mereka ini karena hanya bikin gaduh di Indonesia, jelas Tabrani.

About Post Author