26/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

KH. Syahroji Mengkritisi Maraknya Percaloan dalam Penerimaan Karyawan di Banten

PPMI Centre – Banten | Sekitar Pukul 18.30 WIB segenap perwakilan Pengurus DPP PPMI, DPW PPMI Banten dan beberapa rombongan terlihat bersilaturrahmi  ke KH. Syahroji salah satu Pendiri PPMI dan mantan Ketua Dewan Syuro DPP PPMI Periode 1998 – 2002 Hasil Mukerna I PPMI di Asrama Haji Pondok Gede 3  – 6 Juli 1998 yang lalu. Di kediaman beliau di Kompleks Kesultanan Banten. Nampak Hadir Presiden PPMI Daeng Wahidin, Ketua Dewan Pertimbangan Nasional DPP PPMI Drs. Jaya Samantha, Ketua DPW PPMI Banten Rudiyono dan Pangkornas Laskar PPMI Bang ATO yang juga sekaligus menjabat sebagai ketua DPC PPMI Kab. Karawang Periode 2019 – 2024.

Dalam kesempatan ini Presiden PPMI Daeng Wahidin mewakili Panitia Rakornas dan Milad ke 22 PPMI menyampaikan undangan Rakornas PPMI dan menyerahkan Surat Keputusan DPP PPMI Nomor : 050.AP / KPTS / DPP PPMI / XI / 2019 Tentang Pembentukan Dan Pengangkatan Dewan Pendiri Persaudaraan Pekerja Muslim INDONESIA yang merupakan lembaga baru di DPP PPMI Periode 2017 – 2022 M yang merupakan lembaga konsultasi DPP PPMI, Dewan Pendiri PPMI ini terdiri atas 19 orang atau dikenal dengan nama TIM 19 yang diketuai oleh Dr. H. Eggi Sudjana, SH.MS.i dan anggotanya yaitu KH. Syahroji, Ir. Imbang Jaya, Drs. Jaya Samantha, Deni Daruri, Nur Lapong. SH, Dr. Hamdan Zoelva, SH.MH, Dr. Ir. Muhammad Nuskhi, MS.i, H. Tamsil Linrung, Dr. Taqyuddin, SH.MH, Fasiun Sinapu. SH, Ismail Pelu, Johan Tamang, Taufiq Rahman , Ahyar Eldin, Bacharuddin Zein, Hamid Annadar, Rahman Na’ansyah, Ibrahim Madilaw. Mereka inilah para Pendiri PPMI yang Insyaa Allah akan menghadiri acara Rakornas dan Milad ke 22 PPMI, mudah2an tidak ada halangan beliau – beliau bisa hadir di Palembang, Kata Bang Jaya Ketua DPN DPP PPMI.

Selain itu dalam kesempatan silaturrahmi ini KH. Syahroji juga meminta kepada DPW PPMI Banten dan jajarannya untuk dapat melakukan pembelaan kepada para pekerja-pekerja di Prov. Banten juga mengawasi sekaligus mengkritisi tentang maraknya percaloan dalam sistem rekruitmen karyawan perusahaan di banten ini, tidak tanggung-tanggung sampai ada warga yang membayar kira-kira 20 jutaan hanya untuk dapat bekerja di perusahaan, ini jelas penindasan dan kesewenang-wenangan kepada masyarakat banten hal ini tidak dapat dibiarkan begitu saja terus terjadi di daerah banten, kasihan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan masa harus bayar mahal-mahal sampai jutaan rupiah , pungkasnya.

About Post Author