25/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Metamorfosis Sarekat Islam

Tiga dekade sebelum kemerdekaan RI, tepatnya dałam Kongres Sarekat Islam di Bandung pada 17-24 Juni 1916, Tjokroaminoto, Pemimpin Besar Sarekat Islam sudah mencetuskan ide pemerintahan sendiri. Tjokro juga mengatakan “bahwa sudah tidak pantas lagi Hindia diperintah oleh negeri Belanda, bagaikan seorang tuan tanah yang menguasai tanah-tanahnya! ”

 Sarekat Islam menjadi salah satu organisasi dengan keanggotaan terbesar di masanya. Pada 1919 anggotanya tercatat sebesar 2,5 juta orang. Sarekat Islam sendiri sudah berkali-kali bermetamorfosis. Bermula dari laskar keamanan di Solo bernama Rekso Rumekso, lalu menjadi Sarekat Dagang Islam (SDI), Sarekat Islam, Partai Sarekat Islam (PSI), hingga ke Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII).

Meski semula digerakkan atas nama harga diri kesukuan dan kehormatan agama, dałam Sarekat Islam bibit nasionalisme tumbuh subur. Ada banyak nama-nama tokoh besar yang terpaut di dalamnya, seperti Samanhudi, Martodharsono, Tirto Adhi Soerjo, Tjokroaminoto, Agus Salim, Abdoel Moeis, dan Semaoen. Sukarno juga tercatat pernah menjadi anak didik Tjokroaminoto, sang Pemimpin Besar Sarekat Islam.

Dibawah kepemimpinan HOS. Tjokroaminoto Sang Guru Bangsa, Organisasi Sarekat Islam ini telah melahirkan tokoh-tokoh seperti Karto suwiryo, Soekarno dan Semaun sebagai tokoh-tokoh pelopor pergerakan indonesia di zaman sebelum kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Saat ini Sarekat Islam kembali menjadi Ormas dengan Dr. Hamdan Zoelva, SH.MH sebagai Ketua Umum

Untuk lebih jelasnya dapat membeli buku ini seHarga Rp 70.000, Deskripsi Produk : SerbaAda.com – Metamorfosis Sarekat Islam, Tebal: 246 halaman, Berat: 300 gram, Penulis: Handri Raharjo, Kategori: Tokoh – Politik

About Post Author