06/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Mahfud MD menghadiri Kongres HMI Ke XXXII di Kendari, Eggi Sudjana : soroti penghianatan konstitusi..!!

Anggota Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) DR. Hamdan Zoelva S.H., M.H., secara resmi membuka Kongres HMI Ke XXXII di Kendari, Minggu (1/3/2020). Hamdan Zoelva mengharapkan Kongres HMI Ke XXXII ini bisa melahirkan keputusan-keputusan penting, termasuk revitalisasi organisasi HMI agar setiap kadernya mampu mengahadapi tantangan kehidupan pada masa sekarang dan yang akan datang. Untuk itu menurutnya latihan kepemimpinan yang selama ini, tidak lagi lebih banyak ke politik tapi dalam penguasaan bidang lain. “Problem besar pada masa sekarang ini adalah ketimpangan dan keadilan sosial,” ujarnya.

Menkopolhukam Mahfud MD yang juga hadir dalam acara ini mengingatkan agar kader-kader HMI dapat menjadi kader Rahmatan Lil Alamin untuk bangsa dan Negara, kepada seluruh kader HMI untuk terus merawat dan memupuk ukhuwah Islamiah. Ia menjelaskan bahwa ukhuwah Islamiah tidak mesti harus sama dan satu, tetapi bermakna bersatu dalam keberbedaan. Bukan saling membenci, lanjutnya, atau saling menyalahkan dalam perbedaan.

Sementara itu, DR. H. Eggi Sujana. SH., M.Si., yang hadir mengatakan merasa bangga dengan perubahan yang terjadi sekarang ini dibandingkan pada awal-awal dirinya bergabung dengan HMI tahun 1979 pada era Orde Baru dimana saat itu kegiatan kongres seperti sekarang ini bisa diadakan di pelosok dan sembunyi-sembunyi. “zaman saya, kita kongresnya sembunyi-sembunyi, bersyukur kita bisa dihadiri oleh pejabat,” ucapnya.

Eggi Sujana menambahkan, HMI harus tetap berfungsi sebagai organisasi kader, organisasi kader yang menurutnya mempunyai ciri mampu mempengaruhi, dalam pengertian politik, membuat kebijakan-kebijakan yang kondusif untuk kepentingan rakyat dan berharap kader HMI bisa aktif dalam pembuatan kebijakan yang bisa mewujudkan kesejateraan rakyat. “Dengan adanya pak Mahfud (kader HMI) sebagai menteri Polhukam, kita berharap kebijakan itu kondusif untuk kesejahteraan rakyat, itu pokok penting dalam kaderisasi,” katanya.

Dia berharap kongres HMI kali ini bisa melahirkan keputusan yang membangun sembari menyoroti tumpang tindih kebijakan soal pendidikan yang dinilainya masih sekuler. “Kurikulum pendidikan sekarang ini kan sekuler, antara pedidikan umum dibawah Kemendiknas dan Kemenag. Harus ada kebijakan agar menyatukan kurikulum antara kemendiknas dengan kemenag untuk kepentingan bangsa Indonesia kedepan agar tidak sekuler,” pungkasnya

Dia juga menyoroti ketimpangan sosial yang ada dengan merujuk pasal 33 ayat 3 yang menyebutkan seluruh kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Terkait maraknya pekerja asing yang bekerja di sejumlah pertambangan di Sultra, Eggi Sudjana menghimbau agar pembuat kebijakan mendahulukan kepentingan rakyat Indonesia. “Sedihnya kita di Kendari banyak nikel, sumber daya alam lain tapi dikuasai oleh siapa? tidak untuk rakyat jadinya,” ujarnya. “seharusnya mendahulukan kepentingan rakyat Indonesia, karena telah diatur didalam pasal 27 ayat 2 UUD 45, rakyat harus diberikan pekerjaan yang layak, kalau diberikan kepada rakyat lain, ini adalah penghianatan konstitusi,” ujar Eggi Sudjana.

Untuk diketahui, Kongres XXXII HMI MPO dengan agenda pemilihan Ketua Umum PB HMI itu akan dilaksanakan mulai tanggal 1-5 Maret 2020 dan dibuka oleh Presidium Majelis Nasional Korps Alumni (MN-KAHMI) Hamdan Zoelva.

Kongres HMI turut dihadiri Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi, Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh, Kapolda Sultra Brigjen Pol Merdisyam, serta mantan-mantan Ketua Umum PB HMI MPO serta seluruh Ketua Umum HMI Cabang se-Indonesia. (antara)

About Post Author