29/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Pukulan Saudi Oleh M Rizal Fadillah

Pemerintah Arab Saudi memberlakukan larangan sementara bagi masyarakat yang ingin melakukan ibadah umrah di Mekkah dan Madinah mulai tanggal 26 Februari 2020 hingga 13 Maret 2020. Pelarangan itu tertera di dalam surat edaran yang dikirim Arab Saudi kepada seluruh biro travel umrah di seluruh dunia, surat edaran tersebut dikirmkan melalui email langsung dari Arab Saudi, pada Rabu (26/2/2020) malam pelarangan ini dibuat Arab Saudi untuk mengantisipasi penyebaran virus corona dari jemaah umrah.

Pelarangan terbang ke Saudi untuk jama’ah umroh cukup mengejutkan dan mendadak sehingga jama’ah yang sudah siap terbang di bandara pun tak jadi berangkat. Jamaah yang sedang transit di Singapura serta yang sudah tiba di bandara Jeddah pun konon ada yang mesti terbang kembali, Luar biasa kasus virus corona memberi dampak.

Masalahnya Indonesia yang dikelompokkan sebagai negara terdampak virus corona oleh Saudi ini justru sedang tenang saja dalam menangani mendunianya serangan Covid 19 ini. Menkes Terawan malah cenderung meremehkan dan membela-belain China. Pemerintah ajaibnya menganggarkan 71 milyar untuk “influencer” yang membantu kedatangan wisatawan ke Indonesia. Negara lain menutup, Indonesia membuka..??

Larangan umroh dari Saudi memukul Indonesia. Di samping travel ikut kalang kabut menjawab keresahan jama’ah juga Pemerintah seperti dibuka belangnya yaitu menutup nutupi dampak virus corona di Indonesia. Pemerintah Barat mengingatkan penanganan yang lebih baik. Budaya menutup nutupi para pemimpin negara sepertinya belajar dari Pemerintah China. Pandai berbohong. Demi investasi atau kunjungan wisata dikorbankan kewaspadaan dan pengamanan. Maklum sedang babak belur dihajar hutang besar dan korupsi. Pusing tujuh keliling yang diobati oleh bohong dan pencitraan.

Dunia melihat Indonesia sembrono, mungkin amburadul, dalam mengatasi wabah virus corona. Bila tetap seperti ini bukan mustahil virus ini akan merontokkan kredibilitas pemimpin negara. Virus yang bisa melumpuhkan perekonomian. Jika sampai pada tahap ini dosa pemerintah tak terampuni. Artinya ia harus menyerahkan kekuasaan pada yang lebih mampu. Virus adalah tentara Allah yang bisa memporakporandakan keangkuhan dan ketidakpedulian pemimpin negara.

Saudi memukul negeri.. Jama’ah resah.. Kemenag tak berdaya.. Biro Perjalanan menunggu kebijakan yang tak jelas akan batas waktunya. Bukan saja umroh yang tertunda mungkin ibadah haji pun terancam ketidakpastian. Kita semua masih menunggu perkembangan. Intinya sikap Pemerintah Indonesia jangan ikut ikutan gaya dan pola Pemerintah RRC yang Komunis itu.

*)Pemerhati Politik
Bandung, 28 Februari 2020

About Post Author