16/07/2020

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Pembukaan Rakornas PPMI di Palembang Berlangsung Sukses

PPMI CENTRE – Palembang Sumsel | Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia ( PPMI ) melaksanakan RAKORNAS dalam rangka menyikapi berbagai isu-isu terkini di Indonesia. Khususnya permasalahan Omnibus Law, BPJS dan Kriminalisasi Aktivis merupakan perbincangan dan pembahasan hangat dalam milad dan rakornas PPMI ke 22 sekaligus Konsolidasi DPW PPMI Se Indonesia utusan Malaysia, Saudi Arabia , Philipina, dll yang digelar di Hotel Swarna Dwipa Palembang 6 – 7 Maret 2020 mengambil tema Perluas Persaudaraan Pekerja Seluruh Indonesia Menuju Adil Makmur.

Hadir dalam kesempatan tersebut yang dihadiri Presiden PPMI Daeng Wahidin, Sekjend DPP Drs. Zulkhair.MM, Ketua Dewan Pendiri PPMI Eggi Sudjana, Ketua Dewan Pertimbangan Nasional Drs. Jaya Samantha, Ketua Dewan Pembina Dr. KH. Bukhori Abdul Shomad, MA dan Ir. Muhammad Arfan Presiden Ketiga PPMI periode 2006 – 2012, Rakornas dibuka oleh Wakil gubernur Sumatera Selatan Ir. Mawardi Yahya.MM dan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin Selaku Ketua Dewan Penasehat DPW PPMI Sumsel juga hadir sebagai pembicara dalam rangka memberikan  motivasi perjuangan untuk PPMI.

Ketua DPW PPMI Sumsel Charma Afrianto mengatakan dalam agenda Rakornas dan Milad PPMI kali ini mengambil tema Perluas Persaudaraan Pekerja Seluruh Indonesia Menuju Adil dan Makmur. “Kita mengambil tema tersebut, karena carut marut BPJS Kesehatan dan maraknya kriminalisasi Aktivis serta RUU Omnibuslaw sangat tidak pro buruh serta Ini jadi isu utama kaum buruh saat ini.  Karena Pemerintah hanya memanjakan Kaum Pemodal tanpa melihat hak-hak normatif buruh.  Pasalnya dalam RUU tersebut, terjadi liberalisasi outsorsing.  Jadi buruh semakin tertindas.  Ini perlawanan buruh harus masif,  progresif dan revolusioner, ” katanya.

“Agenda kita terkait BPJS kesehatan. Dalam rakornas ini Kami mengajak buruh menolak BPJS kesehatan,  karena merampok anggaran negara dan pemda.  Untuk agenda ketiga adalah kita memperkuat PPMI, karena ada pihak yang ingin merusak keutuhan PPMI.  Kita tegaskan PPMI tidak pecah,  PPMI hanya satu hasil Muktamar V 2017 di Jakarta,” ucapnya.

Presiden PPMI Wahidin menuturkan,  hari ini seluruh  pekerja khawatir dengan kebijakan Presiden yang ingin meluncurkan UU omnibuslaw, kami menolak.  Karena sejak menjadi embrio tidak ada transparansi dari Pemerintah terkait RUU Omnibuslaw, wajib semua pekerja indonesia mengawal RUU ini.  Karena iniHak-hak dasar pekerja terancam oleh Omnibuslaw ini. Semua diamputasi oleh Omnibuslaw, jangan sampai draf RUU ini jadi UU. Ini sangat berbahaya,  bukan hanya sektor pekerja, tapi hampir semua sektor. Ada 79 UU dirumuskan menjadi satu UU. Pasti hasilnya tidak maksimal,  tidak pro kepada pekerja.

“Kami meminta Pak Jokowi untuk dapat mengevaluasi Tim Perumus RUU Omnibus Law, ada 29 Putusan MK yang ditabrak oleh RUU ini, betapa malunya Presiden dan DPR RI jika memaksakan UU ini disahkan keesokan harinya sudah di JR ke MK artinya Presiden dan DPR RI asal bikin UU saja”, Ucap daeng

Pendiri PPMI Eggi Sudjana menambahkan,  dirinya ingin PPMI dalam konteks adil makmur dimulai dari buruh. Tidak mungkin buruh sejahtera,  kalau ekonomi tidak tumbuh. Dalam rakornas ini didetilkan tujuannya. “Keislaman dalam pengkaderan harus selalu dilakukan. Supaya kekuatan PPMI terus naik,” imbuhnya.

Selain itu beliau menegaskan bahwa PPMI saat ini masih eksis dan solid dalam miladnya ke 22 serta PPMI hanya ada satu kepengurusan yaitu DPP PPMI yang dipimpin oleh Daeng Wahidin sebagai Presiden dan Zulkhair sebagai Sekjend DPP, jadi PPMI itu hanya satu jika ada pihak-pihak lain yang masih memakai nama dan Logo PPMI itu abal-abal dan kami akan proses secara hukum, tegas Bang eggi

Sementara itu,  Wakil Gubernur Sumsel  Mawardi Yahya dalam sambutannya mengatakan, harapan Pemprov dalam Rakornas ini menghasilkan program dan rumusan yang berpihak kepada sesama muslim.” Untuk mencapai cita cita dan visi misi kita harus berjuang,” katanya.

“Rakornas PPMI selamat. Semoga dapat menyusun program berpihak ke pekerja umat muslim,” paparnya.  

Ketua Dewan Pembina PPMI Sumsel Dr Dodi Reza Alex mengucapkan terima kasih bergabung dengan PPMI Sumsel. “Selamat Rakornas dan Milad ke 22.  Kita bersaudara, kita bersatu.  Di Sumsel ini PPMI sudah banyak berbuat untuk Sumsel. Kedepan saya ingin PPMI kita perluas, pengurus dan kader untuk bisa berkontribusi untuk pembangunan di Sumsel.  Saya ingin merangkul PPMI,” katanya.