06/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Covid-19, Omnibus Law & Lockdown

PPMI Centre | Covid-19 ( Corona Virus desease 2019) sudah semakin meluas. Tidak perlu panik, tapi tidak juga menganggap enteng.

Pada masa Rasulullah, wabah yang cukup menghebohkan adalah pes dan lepra. Menyikapi wabah ini, Nabi melarang umat-Nya untuk memasuki daerah terdampak ataupun keluar dari daerah tersebut. Hal ini diperkuat dengan hadits riwayat Bukhari Muslim, Rasulullah bersabda,

“Jika kalian mendengar tentang wabah-wabah di suatu tempat, maka janganlah kalian memasukinya. Tetapi jika terjadi di suatu tempat kalian berada, maka janganlah kalian meninggalkan tempat itu.”

Secara tidak langsung, Nabi telah mencontohkan bagaimana karantina suatu wabah dilakukan. Nabi benar-benar melarang siapapun masuk atau keluar dari daerah tersebut. Bahkan, orang-orang yang terkena wabah lepra kala itu harus dijauhi.

Dampak dari menyebarnya virus ini cukup mengganggu ekonomi global saat ini, hingga pembatasan aktivitas masal dalam hal ini sejumlah agenda penyampaian hingga audiensi mengenai omnibus law pun terancam perizinan.

Omnibus law ciptaker pun merupakan embrio seperti halnya covid-19, yang bisa membuat peradangan dalam uu ketenaga kerjaaan. Jangan sampai menjadi virus yang mengganaskan setelah positif berubah dari RUU menjadi UU.

Istilah Lockdown sekarang ini menjadi viral seiring beberapa negara melakukan lock down terhadap karantina virus corvid-19, menghentikan semua aktivitas publik, apakah Indonesia akan melakukan itu?

Dimana populasi penduduk Indonesia banyak sekali kegiatan usaha harian, Warung, ojek online, posisi dilematis antara lockdown dan kebutuhan harian. Berbeda dengan negara2 lain yang mensubsidi/distribusi kebutuhan pokok untuk warganya.

Apakah akan chaos jika melakukan lockdown di Indonesia?

Semua tergantung para pembuat kebijakan.

About Post Author