04/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Eggi Sudjana : Peringatan untuk MUI, Logika Qur’an tidak dapat dibantah oleh Hadist manapun

PPMI Centre | Akhir-akhir ini kita melihat begitu banyak Fatwa-fatwa ulama baik yang direalese oleh MUI atau lembaga-lembaga dakwah lainnya terkait penanggulangan wabah corona, namun disayangkan fatwa-fatwa itu banyak menggunakan hadist-hadist Nabi saja padahal dalam Alquran secara logis sudah menjelaskan dengan baik, karena ini menyangkut Tauhid Umat Islam diseluruh dunia maka kami mengkritisi fatwa-fatwa tersebut yang seharusnya mengutamakan Alquran sebagai dasar utama dalam membuat Fatwa atau pendapat2 fiqih lainnya.

Karena secara hukum Islam Logika Alqur’an tidak dapat dibantah oleh Hadist manapun dengan kualifikasi apapun karena hadist itu status hukumnya di bawah Al Quran sebagai pedoman paling dasar dalam ber Islam.

Kenapa Paduka yang mulia Raja salman tidak memimpin doa sedunia depan Ka’bah di Mekkah.? Kan doa depan kabah pasti makbul untuk matikan virus corona itu.?

Juga indikasi yang sudah terpapar Virus Corona tersebut boleh di larang masuk Mekkah dan Madinah, tapi yang sehat kenapa tidak boleh juga untuk melaksanakan umroh mungkin juga haji dan lain sebagainya.?.

Kini sudah lebih 1441 Tahun Hijriah tentu juga kemajuan Sains dan Teknologi sudah maju pesat tentu ini secara Rasional bisa lebih cepat dan terukur selesaikan masalah yang dihadapinya, Mari kita membaca dengan serius Al Quran tersebut dan minta hidayah pada ALLAH SUBHANNA WA TA ALA agar dapat Rahmat dan pencerahannya dengan paduan Sains ,teknologi dan Keyakinan Iman dan Taqwa kita kepada ALLAH merupakan solusi yang dapat pertolongan NYA  akan SELAMAT DUNIA AKHIRAT nya . Aamiin ya Rabbal Alamiin. Inilah jawaban untuk yang mempersoalkan adanya hadist tersebut yang melawan logika Al Qu’ran .

Coba perhatikan Surah At Taubah Ayat 18 Jo surat Al An Am ayat 12 – 18.

Surah At-Taubah ayat 18 : Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.

Junto Surah Al ‘An`ām ayat 12 : Katakanlah: “Kepunyaan siapakah apa yang ada di langit dan di bumi”. Katakanlah: “Kepunyaan Allah”. Dia telah menetapkan atas Diri-Nya kasih sayang. Dia sungguh akan menghimpun kamu pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya. Orang-orang yang meragukan dirinya mereka itu tidak beriman.
Ayat 13 : Dan kepunyaan Allah-lah segala yang ada pada malam dan siang. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Ayat 14 : Katakanlah: “Apakah akan aku jadikan pelindung selain dari Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia memberi makan dan tidak diberi makan?” Katakanlah: “Sesungguhnya aku diperintah supaya aku menjadi orang yang pertama kali menyerah diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang musyrik”.
Ayat 15 : Katakanlah: “Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang besar (hari kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku”.
Ayat 16 : Barang siapa yang dijauhkan azab dari padanya pada hari itu, maka sungguh Allah telah memberikan rahmat kepadanya. Dan itulah keberuntungan yang nyata.
Ayat 17 : Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.
Ayat 18 : Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

Jo Surat Al Hajj ayat 11 : Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.
Ayat 18 : Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.
Ayat 26 : Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): “Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku’ dan sujud.
Ayat 27 : Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.
Ayat 31 : dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.
Ayat 41 : (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.
Ayat 67 : Bagi tiap-tiap umat telah Kami tetapkan syari’at tertentu yang mereka lakukan, maka janganlah sekali-kali mereka membantah kamu dalam urusan (syari’at) ini dan serulah kepada (agama) Tuhanmu. Sesungguhnya kamu benar-benar berada pada jalan yang lurus.
Ayat 68 : Dan jika mereka membantah kamu, maka katakanlah: “Allah lebih mengetahui tentang apa yang kamu kerjakan”.
Ayat 73 : Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.
Ayat 78 : Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

Jo surat Al Qomar Ayat 9 : Sebelum mereka, telah mendustakan (pula) kaum Nuh, maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan: “Dia seorang gila dan dia sudah pernah diberi ancaman).
Ayat 10 : Maka dia mengadu kepada Tuhannya: “bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu menangkanlah (aku)”.
Ayat 11 : Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah.
Ayat 12 : Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air, maka bertemulah air-air itu untuk suatu urusan yang sungguh telah ditetapkan.
Ayat 13 : Dan Kami angkut Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku.
Ayat 14 : Yang berlayar dengan pemeliharaan Kami sebagai balasan bagi orang-orang yang diingkari (Nuh).
Ayat 15 : Dan sesungguhnya telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
Ayat 16 : Maka alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.

jika masih ada yang tetap membantah logika Alquran maka suruh hayati lagi ayat Quran tersebut ,terutama Surah Al Hajj ( 22 ) ayat 67 dan 68 nya dan ingat Apabila ada di tengah-tengah umat ini orang yang menyembunyikan kebenaran berarti ia telah menyamai orang-orang Ahli Kitab, Karena buruknya perbuatan ini serta memiliki dampak yang besar, Al-Qur’an mengancamnya dengan laknat. Para pelakunya dijuluki sebagai manusia terlaknat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Mā’idah ayat 15 : “Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan.

Kenapa menyembunyikan kebenaran diancam dengan laknat? Karena manusia tidak akan masuk surga tanpa kebenaran. Jika kebenaran disembunyikan dari manusia maka ia menutup surga bagi mereka. Maka wajarlah jika mereka dilaknat, peringatan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam jelas sekali dalam Surah Al-Baqarah Ayat 159 : “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (mahluk) yang dapat melaknati,

Keterangan tentang Tauhid, ibadah yang benar dan syirik tidak boleh disembunyikan. Karena masuk surga harus dengan mentauhidkan Allah tanpa syirik dan beribadah yang benar sesuai Alquran dan tuntunan Nabi Besar Muhammad SAW. Ini juga peringatan bagi orang-orang berilmu, janganlah mereka menyembunyikan kebenaran yang telah Allah ajarkan kepadanya. Entah sebabnya takut terhadap manusia atau apapun karena kepentingan duniawinya. Maka bagi para ulama, hendaknya menguatkan rasa takutnya kepada Allah dan Allah telah menerangkan di Al-Qur’an tentang ciri-ciri orang-orang yang akan menegakkan agama Allah dalam Surah Al-Mā’idah Ayat 54 dapat dibagi dalam 5 katagori yg menyebabkan Orang-orang tersebut menjadi MURTAD, yaitu :
1. Tidak mencintai ALLAH
2. Tidak KASIH SAYANG SESAMA ORANG BERIMAN
3. Tidak MAMPU BERSIKAP KERAS dan TEGAS PADA ORANG-Orang KAFIR
4. TIDAK BERJIHAD
5. TAKUT DI BULLY .
jadi logika Quran sudah amat sangat jelas dan konsisten yang mendalam hingga banyak kaum muslimin tidak lagi berlogika seperti Quran, misalnya murtad itu hanya di pahami keluar dari Agama Islam tapi subtansinya sesungguhnya yang MURTAD itu adalah yang Terindikasi jelas dari 5 hal tersebut diatas. Mari kita semua berintrospeksi diri apakah 5 hal tersebut ada pada diri kita ????

Jadi Fatwa MUI dan Fatwa-fatwa dari lembaga dakwah manapun itu masih terbuka peluang untuk diperbaiki karena Allah atas dasar Al Qur’an, Eggi Sudjana hanya makhluk Allah yang mencoba mengingatkan para ulama-ulama kita agar menegakkan Alquran sebagai pedoman utama hidup kita dalam berislam serta menjaga Tauhid Umat Islam, terutama yang dikarenakan tidak beraninya MUI mengatakan boleh atau tidak ibadah Umroh/Haji.? Itu sudah kita ingatkan bahwa logika Quran yang telah mewajibkan memakmurkan masjid dan haji tentunya HARUS TETAP JALAN jangan takut dengan siapa pun dan dalam kondisi apapun . MUI dan lembaga-lembaga dakwah lainnya kurang cermat dalam hal ini ,semoga Allah senantiasa menuntun kita untuk selalu nasehat menasehati dalam kebaikan!

About Post Author