06/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Bang Eggi Sudjana : Tidak ada pro kontra jika semua dikembalikan kepada Alqur’an dan Hadist

PPMI CENTRE – Bogor Jabar| Dalam essensi ajaran Islam Ketundukan, Kepatuhan dan rasa takut dan cinta hanya mutlaq untuk ALLAH SUBHANNAHU WA TA ALA, jadi tidak mengurangi hormat saya BES (Bang Eggi Sudjana), Kepada para ulama-ulama besar seperti yang ada di Majelis Ulama Indonesia (MUI), AA Gym, UAS dan HRS juga tokoh lainnya yang mana BES berbeda pendapat dengan mereka itu harus dipahami sebagai rahmat bukan menciptakan konflik apa lagi pecah belah karena kita dituntut oleh Allah SWT untuk berpikir menggunakan akal sehat kita dengan merujuk kepada ALQURAN dan SUNNAH ROSULULLAH NABI BESAR MUHAMMAD Shallallahu Alaihi wa Sallam sebagai Pedoman Hidup Umat Islam,l.

Kesempurnaan itu mutlak hanya milik Allah kita semua manusia siapa pun itu bisa saja salah dalam berpikir atau bertindak maka dari itu argumentasi logis dan ilmiah Alquran seharusnya dibantah secara ilmiah dan logis juga bukan dengan opini atau meme yang kurang relevan dalam kontek berpikir kita hari ini terkait Penanggulangan Virus Corona.

Harusnya mengedepankan ilmu pengetahuan yang bersumber dari Alqur’an dan Sunnah, kemudian daripada itu jika bertentangan sekalipun dengan Pemerintah Pendapat BES maka mekanisme dengan musyawarah kembali ke nilai-nilai ALQURAN dan SUNNAH ROSULULLAH NABI BESAR MUHAMMAD Shallallahu Alaihi wa Sallam bukan dengan ukuran ETIS atau TIDAK ETIS.!?

Lihat Quran Surah 4 An Nissa ayat 59  : Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Karena Allah bilang disitu adalah cara terbaik dan baik pula akibatnya. Bagusnya jika boleh BES berpendapat, kenapa Raja Saudi Arabia tidak undang ulama besar, juga tokoh kedokteran ,ahli virologis (Ahli Tentang Virus) kumpul di Mekkah bahas isu virus corana ini dengan pendekatan Ilmiah, Objektif, Sistematis dan Toleran dengan basis mental yang Jujur, Benar dan Adil juga pendekatan Sains dan Teknologi yang canggih kemudian putuskan dengan penuh Tawakkal pada Allah seraya berdoa minta di cukupkan cobaan musibah ini dan tidak muncul lagi menjadi pandemik di seluruh dunia.

Mari kita lihat Al Qur’an Surah ke 3 Ali Imran ayat 159 : Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

Jelas bahwa sesungguh Allah sangat menyukai orang-orang yang bertawkkal. Jangan malah ambil keputusan sendiri atau sepihak dengan melarang umroh, apalagi haji dan tidak boleh berkumpul di Masjidil Haram. Ingat Mekkah dan Madinah itu milik umat Islam Sedunia,  Ka’bah adalah kiblat kita semua. Disinilah baru tepat tidak etis seorang Raja Salman melakukan pemutusan sepihak tentang Umroh dan lain-lain yang patut diduga bermuatan politis karena ada tekanan dari Amerika Serikat yang ingin mengambil keuntungan dengan membuat anti virus corona ini.

Seharusnya setelah musyawarah besar Para Ulama, Tokoh, Raja Salman dan Pejabat Kerjaan Saudi Arabia kemudian berdoa depan multajam Ka’bah, bukankah kita semua yakin doa disitu makbul dan pasti dikabulkan Allah. Jadi kini  biasakanlah setiap hari baca Quran, Solat dan Infaq seperti yang terkandung dalam Surah ke 35 Fatir ayat 29 : Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.

Itulah jaminan dari Allah tentang suatu urusan yang tidak pernah rugi/bangkrut bila ASI (Al Quran, Sholat, Infaq) dijalankan bahkan cara berfikir kita akan menjadi cerdas, sikap kita militan dan dermawan serta tahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain.

Lihat Al Quran Surah ke 3 Ali Imran ayat 134 yaitu : orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Jadi betapa damainya ajaran islam itu dan solutif menyelesaikan masalahnya tidak bisa di adu domba sehingga yang mau diadu domba patut diduga tidak menggunakan Alqur’an dan Hadist sebagai Dasar Pedoman dan berpikir.

Salam Persaudaraan BES

About Post Author