04/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Buruh dan Mahasiswa Gruduk DPRD Sumsel Tolak RUU Omnibuslaw

PPMI CENTRE – Palembamg Sumsel | Gedung dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Sumsel kembali digruduk oleh massa yang tediri dari PPMI Sumsel bersama Aliansi Mahasiswa. Mereka berunjuk rasa mendesak agar DPRD Provinsi Sumsel mengirimkan surat ke DPR RI untuk menolak RUU Omnibuslaw, Kamis (19/03/2020).

Panglima Laskar PPMI (Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia) Sumsel Yan Coga mengatakan, kehadiran pihaknya disini karena negara tidak hadir bagi rakyat padahal mereka dipilih oleh rakyat. “Kami kesini bukan untuk jalan jalan, kami kesini untuk menolak RUU Omnibuslaw menjadi UU. Kami memperjuangkan nasib buruh dan rakyat Indonesia. Karena kesejehteraan mereka sudah diamputasi oleh RUU Omnibuslaw ini. Mereka akan dipekerjakan menjadi Buruh outsourching dan pegawai kontrak seumur hidup.

Mereka di upah tidak lagi berdasarkan UMP/UMR/UMSK, Upah pekerja hanya suka-suka perusahaan saja dan Kalau perusahaan mau melakukan PHK, buruh tidak bisa berbuat apa apa lagi karena Pesangonnya juga sudah dihilangkan. Jadi RUU Omnibuslaw ini sama sekali tidak lagi menjamin Kepastian Kerja/Upah/Jaminan kesehatan dan Jaminan sosial lainnya terus pemerintah sebenarnya apakah pro rakyat atau investor asing..??,” ungkapnya dengan berapi-api.

Menurut dia, jika seorang kepala negara tidak sanggup menjadi pemimpin, mundur saja. Ini bukan salah Gubernur. “Saya hadir disini tidak berpolitik. Bayangkan kalau RUU Omnibus Law disahkan. mari kita semua memiikirkan generasi penerus kita kelak. Kalau pemimpin tidak hadir untuk rakyat, lebih baik Presiden mundur saja dari jabatannya,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Febri Zulian Koordinator aksi mengungkapkan, aksi hari ini sebagai bentuk penolakan mahasiswa penolakan terhadap RUU Omnibuslaw. “Kami mahasiswa menolak RUU Omnibuslaw. Karena ada banyak pasal yang menyengsarakan buruh dan rakyat indonesia. Diantaranya pasal soal outsorsing ini tidak ada lagi pegawai tetap,” ucapnya.

Sementara, perwakilan dari mahasiswi Fini Aria Ismail menuturkan bahwa RUU Omnibuslaw sangat tidak pro rakyat. “Buruh sudah bekerja sekuat tenaga dengan ihklas, Pengusaha meraup keuntungan sebesar-besarnya, tanpa memikirkan kesejahteraan buruh dan rakyat kecil lainnya, jadi kepada Ketua DPRD Provinsi Sumsel kami minta keluh kesah kami ini agar disampaikan ke DPR RI, agar RUU ini tidak menjadi Undang-undang,” pungkasnya.

About Post Author