27/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Eggi Sudjana : Berikan Sugesti Positif agar Rakyat tidak panik menghadapi Corona

PPMI Centre | Kenapa mereka itu tidak mengikuti Sunnah Rasulluloh Muhammad saw yaitu Do’a Qunut Nazillah selama sebulan di depan Ka’bah Multajam dan Masjid-masjid diseputar indonesia juga dunia muslim lainnya, tentu disamping cara-cara medis untuk tangani wabah corona virus yang telah mendunia ?????. Kenapa berkumpul atau beribadah dan  sholat jumat di masjid harus di tunda dua minggu kedepan dan mungkin bisa terus berlanjut ????? bukankah ini tindakan zalim , bila lihat Al Quran surat al – baqarah 114 : Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalanghalangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat. Apakah mereka-mereka ini tidak membaca Ayat Qur’an ini..?

ALLAH SUBHANNAHU WA TA ALA berfirman :
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 125).
وَاِ ذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَا بَةً لِّلنَّا سِ وَاَ مْنًا ۗ وَا تَّخِذُوْا مِنْ مَّقَا مِ اِبْرٰهٖمَ مُصَلًّى ۗ وَعَهِدْنَاۤ اِلٰۤى اِبْرٰهٖمَ وَاِ سْمٰعِيْلَ اَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّآئِفِيْنَ وَا لْعٰكِفِيْنَ وَا لرُّکَّعِ السُّجُوْدِ
“Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah (Ka’bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah maqam Ibrahim itu tempat sholat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ism’ail, Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, orang yang itikaf, orang yang rukuk, dan orang yang sujud!”

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 126).
وَاِ ذْ قَا لَ اِبْرٰهٖمُ رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا بَلَدًا اٰمِنًا وَّا رْزُقْ اَهْلَهٗ مِنَ الثَّمَرٰتِ مَنْ اٰمَنَ مِنْهُمْ بِا للّٰهِ وَا لْيَوْمِ الْاٰ خِرِ ۗ قَا لَ وَمَنْ كَفَرَ فَاُ مَتِّعُهٗ قَلِيْلًا ثُمَّ اَضْطَرُّهٗۤ اِلٰى عَذَا بِ النَّا رِ ۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ‏
“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berdoa, Ya Tuhanku, jadikanlah (negeri Mekah) ini negeri yang aman dan berilah rezeki berupa buah-buahan kepada penduduknya, yaitu di antara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, Dia (Allah) berfirman, Dan kepada orang yang kafir akan Aku beri kesenangan sementara, kemudian akan Aku paksa dia ke dalam azab neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.”

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 130)
وَمَنْ يَّرْغَبُ عَنْ مِّلَّةِ اِبْرٰهٖمَ اِلَّا مَنْ سَفِهَ نَفْسَهٗ ۗ وَلَقَدِ اصْطَفَيْنٰهُ فِى الدُّنْيَا ۚ وَاِ نَّهٗ فِى الْاٰ خِرَةِ لَمِنَ الصّٰلِحِيْنَ
“Dan orang yang membenci agama Ibrahim, hanyalah orang yang memperbodoh dirinya sendiri. Dan sungguh, Kami telah memilihnya (Ibrahim) di dunia ini. Dan sesungguhnya di akhirat dia termasuk orang-orang saleh.”

Pertanyaan serius, mengapa Raja Salman di saudia arabia juga MUI dan Gubernur DKI Anies Baswedan, di jakarta  membuat fatwa dan membuat kebijakan yang bertentangan dengan ayat-ayat Quran tersebut.?

Seharusnya Pemerintah memberikan sugesti atau keyakinan kepada Rakyat bahwa Virus corona ini bisa kita lawan dan disembuhkan dengan ilmu kedokteran saat ini, sudah banyak tips-tips yang diberikan para dokter dan ahli virus dalam mengantisipasi dan melawan virus corona ini, justru yang memprihatinkan sikap pemerintah dan sebagian ulama membuat edaran/Fatwa dan larangan-larangan yang sangat berpotensi memberikan sugesti buruk kepada rakyat sehingga Virus corona ini menjadi sangat menakutkan bagi masyarakat sehingga menimbulkan kepanikan-kepanikan yang memiliki dampak sistemik kepada stabilitas politik dan ekonomi Indonesia.

Sebuah studi dari peneliti Klinikum Saarbrucken di Jerman tentang memberikan sugesti positif dan negative, hasilnya beberapa pasien merasa lebih baik setelah ke dokter meskipun obat yang diminumnya tidak bekerja sama sekali untuk menyembuhkan.

Kondisi ini disebut efek plasebo. Namun, ternyata ada sisi lain dari kekuatan sugesti ini, pasien justru terkena gejala penyakit dan efek samping disebabkan mereka diberitahu kemungkinan tentang itu. Keadaan itu disebut efek nocebo. “Ini bukan sekedar kekuatan dari kebanyakan kata-kata negatif yang tidak disengaja dari dokter dan perawat, tapi juga kekuatan dari ekspektasi negatif, pegalaman negatif, dan ketakutan dari pasien,” kata Dr. Winfried Hauser, associate professor Kedokteran Psikosomatik Klinikum Saarbrucken di Jerman.

Insya Allah dengan menggunakan Teori BES (Bang Eggi Sudjana) yaitu OSTI = Objektif, Sistematis, Toleran dan Ilmiah melalui pendekatan Logika Al-Quran yang Agung ini pasti akan memberikan kesejukan dan ketenangan bagi masyarakat dengan berbondong-bondong ke masjid dengan tetap menjaga kebersihan sesuai tatacara yang telah dianjrkan oleh ahli medis, sehingga upaya-upaya kita dalam melawan isu corona ini dapat diselesaikan dengan baik dan benar sesuai tuntunan Alquran. Sudah berapa banyak bukti mukjizat Allah bahwa mesjid adalah tempat yang aman dari segala musibah dan bencana, lihat Masjid di Aceh saat tsunami, Masjid dibanten waktu gempa tsunami, Masjid di palu waktu gempa tsunami likuifaksi dan lain sebagainya. Masjid selalu kokoh berdiri dan tempat yang aman padahal area disekitarnya sudah hancur lebur rata dengan tanah, kenapa lawan Virus Corona malah dilarang ke masjid padahal Allah sudah menjamin keamanan Masjid, Mekkah dan Madinah apakah mereka-mereka sudah tidak yakin dengan Firman-firman Allah SWT atau ini sudah menjadi tanda-tanda akhir zaman, mari kita renungkan bersama kepada siapakah kita seharusnya meminta pertolongan..?

semoga kita tidak terkena virus kemusyirikan dalam berfikir dan membuat fatwa serta mengambil kebijakan sehingga tidak bertentangan dengan Al Quran, yang justru Allah Subhannahu wa ta ala memerintahkan kita untuk ke Masjid sebagai tempat berkumpul yang aman serta berkah seperti doanya Nabi Ibrahim, ini ujian keimanan kita semua. Apakah Istiqomah Aqidah, Takut dan Cinta hanya kepada Allah dan ikut Sunnah Rasululoh Muhammad saw , semoga kita selalu dalam lindungan, diselamatkan dan di tolong Allah Subhannahu Wa ta ala . aamiin ya rabbal alamiin .

Renungkanlah Syair ini..!!
BUBARNYA AGAMA

Makkah sepi
Madinah sunyi
Kakbah dipagari
Masjid tutup
Jamaah bubar
Jumat batal
Umrah di stop
Haji tak pasti
Lafadz adzan berubah
Salaman dihindari

Corona datang
Seolah-olah membawa pesan
Ritual itu rapuh!

Ketika Corona datang
Engkau dipaksa mencari Tuhan
Bukan di tembok Kakbah
Bukan di dalam masjid
Bukan di mimbar khutbah
Bukan dalam thawaf
Bukan pada panggilan azan
Bukan dalam shalat jamaah
Bukan dengan jabat tangan

Melainkan,
Pada keterisolasianmu
Pada mulutmu yang terkunci
Pada hakikat yang tersembunyi

Corona mengajarimu,
Tuhan itu bukan (melulu) pada keramaian
Tuhan itu bukan (melulu) pada syariat
Tuhan itu ada pada jalan keterputusanmu
Dengan dunia yang berpenyakit

Corona memurnikan agama
Bahwa tak ada yang boleh tersisa
Kecuali Tuhan itu sendiri!

Temukan Dia
Sang Muallaf

About Post Author