04/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Ini Cara Terbaik Memindahkan Covid 19

PPMI CENTRE | Menghadapi ujian cobaan dan musibah termasuk wabah bagi orang orang beriman telah jelas panduannya. Namun demikan kualitas dan cara pemahaman orang, menghadapi sebelum saat dan setelah menghadapi musibah berbeda. Saat ini ada beberapa persoalan ini, yang dominan adalah aspek psikologis. Pemicunya secara manusiawi adalah kwatir, takut, cemas, was was ragu, curiga semua bercampur.

Faktor lain adalah rakyat atau ummat menunggu kebijakan yang tegas dan satu pintu tapi juga tidak banyak jendela.

Orang orang mukmin di suruh waspada sekaligus di larang takut.
Itu sebabnya setiap  muslim 17 kali ( normalnya) mengikrarkan diri.
 ان الصلاه صلاتي ونسكي ومحيا يا وماماتي لله رب العالمين

Lalu ikrar itu pertegas dengan kalimat dahsyat.
اياك نعبد واياك نستعين

Kemurahan Allah tidak hanya berlaku secara khusus pada muslim tapi seluruh ciptanNya yang disebut hamba tapi makna muslim itu menjadikan syarat disebut hamba.

Maka atas nama Segala Miliknya Yang Serba Maha itu Allah Subhanahuwataala menyapa hambaNya agar tetap menyerahkan dan mengembalikan permasalahannya padaNya walau hamba itu melampaui batas.

QS Az-Zumar :53 – Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

QS Az-Zumar :54 – Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).

QS Surah Az-Zumar :55 – Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya,

QS Surah Az-Zumar :56 – supaya jangan ada orang yang mengatakan: “Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sesungguhnya termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah),

QS Surah Az-Zumar :57 – atau supaya jangan ada yang berkata: ‘Kalau sekiranya Allah memberi petunjuk kepadaku tentulah aku termasuk orang-orang yang bertakwa’.

QS Surah Az-Zumar :58 – Atau supaya jangan ada yang berkata ketika ia melihat azab ‘Kalau sekiranya aku dapat kemnbali (ke dunia), niscaya aku akan termasuk orang-orang berbuat baik’.

QS Surah Az-Zumar:59 – (Bukan demikian) sebenarnya telah datang keterangan-keterangan-Ku kepadamu lalu kamu mendustakannya dan kamu menyombongkan diri dan adalah kamu termasuk orang-orang yang kafir”.

Az-Zumar :61 – Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa karena kemenangan mereka, mereka tiada disentuh oleh azab (neraka dan tidak pula) mereka berduka cita.

Az-Zumar :62 – Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.

Point penting kita adalah jelas. Sebesar apapun dosa dan khilaf kita ALLAH SWT tidak pernah mengatakan, “Aku tidak mengampuni dosa kalian”.

Lalu Allah melalui Nabinya memberikan jalan indah penuh wangi nan harum namanya taubat. Dalam taubat hanya catatan pentingnya ada syarat yang melekat, minta ampun, komitmen tidak mengulangi, menyesali maka itulah yang di sebut taubatan nasuuha.

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”. QS Attahrim : 8

Wabah,  jika itu sebagai ujian maka klop sudah, sebagai test setiap hamba lolos atau tidaknya naik kelas dari muslim menjadi mukmin. Kita dilarang mengklaim diri beriman sebelum fase akhir bernama ujian itu kita lewati.

Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka belum diuji..? (QS Al-Ankabut : 2 -3).

Covid 19 yang di percayai sebagian orang sebagai azab karena dia masuk wabah. Itu textual dan kontekstual keterangan hadist yang bisa kita maknai. Maka panduaan menghadapinya. Jangan datang ke tempat yang ada wabah atau sebaliknya.

Fokus kita menghadapi yang tengah terjadi dan kita tidak tahu selanjutnya apa yang akan terjadi, tugas kita mari berprasangka baik pada Dzat yang menciptakan sesuatu dan memelihara sesuatu itu yakni Allah Subhanahuwataala.

Ikhtiar terbaik ditengah kelemahan dan kehinaan kita adalah do’a, karena doa adalah fasilitas “direct call” pada pengendali bala dan bencana.

Ada beberapa hal yang menjadi fokus kita tentang do’a terutama yang menyangkut adab karena ini syarat ketentuan yang wajib dijalankan jika Dzat pemilik itu mempercayai fasilitas”panggilan langsung” tersebut.

Jika anda hanya berteriak kebakaran lalu telpon ke petugas pemadam kebakaran ternyata itu main-main itu fatal bahkan ada resiko pidana. Atau Anda memanggil petugas kebakaran tapi anda gantungkan pada dukun. Hati-hati bisa celaka.

Maka dalam do’a itu ALLAH SWT mengingatkan melalui Baginda Rasuulillah mengajarkan agar betul-betul berharap dan takut dengan suara yang lirih تقدروا واخفيه dan pada perkara yang diminta agar di ulang-ulang sampai 3 kali. Hadirkan hati, siapkan jiwa, pilih waktu yang mustajab, pakai pakaian yang terbaik, tempat terbaik, jangan mengkonsumsi makanan haram, yakini bahwa Dia Maha mendengarkan.

Dalam kondisi super genting dan darurat seperti saat ini kita sudah di ajarkan agar mengakui kesalahan dan kelemahan kita maka itu sebabnya Nabi Yunus itu, bisa keluar dari perut ikan setelah mengakui tindakannya mendzolimi dirinya :
ربنا  ظلمنا  عنف سناء  وان لم تغفر لنا  وترحمنا لنكونن من الخاسرين
Rabbanaa dzolamnaa anfusana wainlamtagfirlana watarhamnaa lana kuunannaaminalkhaasirin.

Ditengah situasi seperti ini saling menyalahi adalah tidak bijak, bersama sama melalui amalan terbaik masing-masing warga negara ini solusi terbaik kita saat ini.

Abdullah bin Umar RA Baginda Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam menceritakan kepada kita dalam hadist yang sangat panjang. Mari kita belajar dan amalkan dalam menghadapi segala situasi darurat.

“Ada tiga orang dari orang-orang sebelum kalian berangkat bepergian. Suatu saat mereka terpaksa mereka mampir bermalam di suatu goa kemudian mereka pun memasukinya. Tiba-tiba jatuhlah sebuah batu besar dari gunung lalu menutup gua itu dan mereka di dalamnya. Mereka berkata bahwasanya tidak ada yang dapat menyelamatkan mereka semua dari batu besar tersebut kecuali jika mereka semua berdoa kepada Allah Ta’ala dengan menyebutkan amalan baik mereka.”

Salah seorang dari mereka berkata, “Ya Allah, aku mempunyai dua orang tua yang sudah sepuh dan lanjut usia. Dan aku tidak pernah memberi minum susu (di malam hari) kepada siapa pun sebelum memberi minum kepada keduanya. Aku lebih mendahulukan mereka berdua daripada keluarga dan budakku (hartaku). Kemudian pada suatu hari, aku mencari kayu di tempat yang jauh. Ketika aku pulang ternyata mereka berdua telah terlelap tidur. Aku pun memerah susu dan aku dapati mereka sudah tertidur pulas. Aku pun enggan memberikan minuman tersebut kepada keluarga atau pun budakku. Seterusnya aku menunggu hingga mereka bangun dan ternyata mereka barulah bangun ketika Shubuh, dan gelas minuman itu masih terus di tanganku. Selanjutnya setelah keduanya bangun lalu mereka meminum minuman tersebut. Ya Allah, jikalau aku mengerjakan sedemikian itu dengan niat benar-benar  mengharapkan wajah-Mu, maka lepaskanlah kesukaran yang sedang kami hadapi dari batu besar yang menutupi kami ini.” Batu besar itu tiba-tiba terbuka sedikit, namun mereka masih belum dapat keluar dari goa.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, lantas orang yang lain pun berdo’a, “Ya Allah, dahulu ada puteri pamanku yang aku sangat menyukainya. Aku pun sangat menginginkannya. Namun ia menolak cintaku. Hingga berlalu beberapa tahun, ia mendatangiku (karena sedang butuh uang). Aku pun memberinya 120 dinar. Namun pemberian itu dengan syarat ia mau tidur denganku (alias: berzina). Ia pun mau. Sampai ketika aku ingin menyetubuhinya, keluarlah dari lisannya, “Tidak halal bagimu membuka cincin kecuali dengan cara yang benar (maksudnya: barulah halal dengan nikah, bukan zina).” Aku pun langsung tercengang kaget dan pergi meninggalkannya padahal dialah yang paling kucintai. Aku pun meninggalkan emas (dinar) yang telah kuberikan untuknya. Ya Allah, jikalau aku mengerjakan sedemikian itu dengan niat benar-benar mengharapkan wajah-Mu, maka lepaskanlah kesukaran yang sedang kami hadapi dari batu besar yang menutupi kami ini.” Batu besar itu tiba-tiba terbuka lagi, namun mereka masih belum dapat keluar dari goa.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, lantas orang ketiga berdo’a, “Ya Allah, aku dahulu pernah mempekerjakan beberapa pegawai lantas aku memberikan gaji pada mereka. Namun ada satu yang tertinggal yang tidak aku beri. Malah uangnya aku kembangkan hingga menjadi harta melimpah. Suatu saat ia pun mendatangiku. Ia pun berkata padaku, “Wahai hamba Allah, bagaimana dengan upahku yang dulu?” Aku pun berkata padanya bahwa setiap yang ia lihat itulah hasil upahnya dahulu (yang telah dikembangkan), yaitu ada unta, sapi, kambing dan budak. Ia pun berkata, “Wahai hamba Allah, janganlah engkau bercanda.” Aku pun menjawab bahwa aku tidak sedang bercanda padanya. Aku lantas mengambil semua harta tersebut dan menyerahkan padanya tanpa tersisa sedikit pun. Ya Allah, jikalau aku mengerjakan sedemikian itu dengan niat benar-benar mengharapkan wajah-Mu, maka lepaskanlah kesukaran yang sedang kami hadapi dari batu besar yang menutupi kami ini”. Lantas goa yang tertutup sebelumnya pun terbuka, mereka keluar dan berjalan. (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 2272 dan Muslim no. 2743

Area muhasabah kita pada hadist ini. Jika batu besar yang menutup itu begitu berat bisa tergeser maka Covid 19 yang ” ringan” akan mudah buat kita. Ingat Allah Maha Berkehendak.

Mari kita maksimalkan doa kita pada titik birrulwalidain, meninggalkan dosa zina dan menunaikan amanah mencopot semua kesombongan kita.

Jika kita balik mungkinkah 3 perkara di atas telah melanda dunia lalu batu penutup gua bernama Covid 19 telah menutupi rejeki kita bernama kesehatan.? silahkan para pempimpin  hingga rakyat berkaca jika tidak kita akan sulit keluar dari “gua yang penuh kegelapan” ini.

Salam Fastabiqul Khairaat.
Salam Hangat NKRI.
Semoga engkau baik baik saja.

Bekasi, 22 Maret 2020
Dr. Salahuddin Gaffar, SH.MH
Ketua Tim Advokasi Masjid dan Musholla Bekasi Raya

About Post Author