30/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Covid 19 sebuah Konspirasi Global dan Kejahatan Transnasional..??

Operasi intelejen ala George Bush melalui Bom 911 WTC yang gagal “dilokalisir”? (Dugaan :  Covid-19, Contra Intelegent Side) Judul tulisan singkat ini mungkin terkesan lebay jika melihat judulnya. Ada baiknya kita baca. Saya termasuk orang yang cara berpikirnya anti mainstream.

Bahwa Kejahatan Transnasional adalah kejahatan terorganisir yang terjadi lintas perbatasan negara dan melibatkan kelompok atau jaringan yang bekerja di lebih dari satu negara untuk merencanakan dan melaksanakan sesuatu yang bersifat ilegal dan rahasia

Karena dengan begitu,  bagi saya kebenaran itu benar – benar matang di uji bolak balik. Hal ini penting dan  sangat penting terutama kita berada ada tuntutan menyikapi sebuah masalah.

Walau demikian prinsip saya sebagai orang tengah (baca : adil) tetap menjadikan cara tengah ini menjadi solusi sementara ditengah kericuhan.

Sebagai muslim, saya di wajibkan bersikap atas sesuatu sekecil apapun musibah yang terjadi. Antara lain berprasangka baik pada Allah SWT Dzat Yang Maha Berkehendak, Lalu tetap menguatkan keyakinan dengan Memuji-Nya, ikhtiar, paling akhir tawakal.

Dalam ikhtiar, banyak pintu solusi karena disana untuk membuktikan bahwa tawakal itu bukan pasrah dan menyerah tetapi kita berusaha pindah dari takdir Allah SWT yang satu kepada takdir yang lain di luar takdir yang sudah qadi’.

Saat Baginda Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wassalam di berikan hadiah makanan berupa daging kambing muda oleh perempuan Yahudi, riwayat menyatakan daging kambing  itu yang berbicara bahwa dia telah di taburi racun. Targetnya “Operasi Pembunuhan System”  melalui icon Muhammad Al- Amin. Hal itu di ketahui langsung saat racun di suguhkan pada makananan namun “dihadang” oleh Jibril Alaihissalam. Tapi efeknya hingga akhir hayat racun itu terasa. Lain lagi dengan kejadian yang menimpa cucu Baginda Husein RA beliau di undang lalu benar benar terjadi pembunuhan.

Al Quran sebagai Kitab Suci Petunjuk bagi seluruh Manusia. Pilihannya siapa yang mau menjadikannya petunjuk dan siapa yang tidak mau menjadikannnya petunjuk. Segala peristiwa terungkap secara tersirat dan tersurat. Kejadian yang telah lalu agar dijadikan pelajaran.

Soal Covid 19 ada baiknya kita memandang dari perspektif (bukan spekulasi) dengan begitu kita bisa bersikap adil juga menempatkan masalah ini dalam perspektif kemaslahatan. Kita tengah berada pada kelelahan secara psikologis atas virus Corona. Bagi kaum muslimin sudah jelas panduan dan petunjuknya dan sudah banyak dibahas diberbagai tempat. Tugas kita laksanakan. Terutama penerapan qaidah ushul fiqih. Hanya catatan penting secara prinsip aqidah bahwa kita di minta waspada, bukan disuruh takut apalagi phobia. Kenapa ? Ya jelas alasan dan prinsip IMAN.  Kesempurnaanya Islam kita selalu teruji.

Dalam dimensi kewaspadaan itu sebagai anak bangsa saya membuat catatan ini agar kita semua warga negara yang mengklaim cinta NKRI itu sedikit banyak mencerna tulisan ini sebagai tanda aplikasi perintah kewaspadaan itu.

QS SURAH Al-Munāfiqūn : 4
“Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?

Ayat ini tentu tidak bahas covid 19 tetapi kontekstualnya akan tetap sama walau pada kasus yang berbeda.

Yang kita pahami bahwa perang yang tak akan berakhir selama manusia hidup adalah iblis dan turunannya akan terus menjadikan manusia untuk saling “membunuh”.

Cara dan metodeloginya berbeda beda. Dalam catatan saya selama masuk di majelis majelis ilmu ada cara yang Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam melakukan analisa potensi serangan musuh ini diluar wahyu sebagai bentuk kewaspadaan itu. Seperti mengenal dari arah mana dan jenis apa dan berapa banyak bahkan telah melewati jalur mana musuh. Beliau cukup menganalisa dari jenis kotoran unta dan jejak telapak. Cerdass. Karena dari biji unta itu beliau sangat mengenal daerah asal musuhnya.

Di dalam perang modern keberhasilan perang, penaklukan jajahan baru bergantung hampir 100 persen dari Operasi Intelejen. Termasuk perang dagang maka sekarang dikenal juga business intelejen.

Tentang Covid 19 sebagai bentuk kewaspadaan yang harus kita analisa juga adalah apakah ada kepentingan dibalik covid 19 seperti halnya kasus Flu Burung yang menjadikan Menteri Kesehatan Era SBY menjadi “tumbal” ? Wallahu,alam.

Sebagai orang dibekali akal pikiran kita wajar berpikir ke arah itu. Apa sumber data “Intelejennya” ? Perang dagang Amerika dan China seringkali menjadi sumber analisa dan bukan rahasia umum. Dalam perspektif “analisa contra intelejen” setidak-tidaknya yang bisa menjawab karena ada operasi intelejen ada kegiatan contra intelejen data informasi pasti berbeda. Ketakutan berantai yang melanda dunia saat ini setidaknya menunjukan operasi intelejen yang kejam sedang berlangsung. Bagi saya sudah sampai kedalam masjid. Seperti isu Kolor Ijo era Orde Baru.

Kembali, kita coba mengenang kasus tragedy 911 WTC di New York AS. Agar independen dan berdasarkan analisa berbasis fakta maka silahkan telusuri kasus WTC 911 itu. Cukup itu sebagai salah satu jawaban paling valid. Ada beberapa logika waras untuk membantu mempercepat menyimpulkan apa yang dilakukan Bush.

Pertama silahkan tonton ledakan menara WTC efek dari hantaman pesawat itu dan lihat ledakan ledakan lain digedung sebelah atau menara lainnya.  Seperti ledakan kembang api saat hajatan ala Betawi kan?

Para ahli Bom telah menyimpulkan, sesungguhmya Bom sudah disebar dan ditanam alias disiapkan matang di gedung lain yang tersambung satu sama lain.

Kedua target operasi Bush adalah Irak dan Saddam Husein itu yang terlihat. Yang tak terlihat? Tentu antara lain minyak. Caranya ? Korbankan sebagian rakyat sendiri. Jadilah mayat bergelimpangan di area WTC tanggal 9 September (911). Justifikasi di kantong, Bom itu sadis tunggu seranganku padahal itu cara maling teriak maling. Tidak lama berselang mulailah pengerahan pasukan ke Irak.

Ketiga sejarah dan  peneliti di Amerika dan tempat lain telah mencibir bahkan dunia mencibir tindakan konyol nan sadis  Bush yang menggunakan cara mengorbankan rakyat sendiri untuk mengkambing hitamkan Irak at least Islam.

Ulasan-ulasan media saat itu begitu valid dan enak diterima logika. At the end, dunia mencatat itu tindakan brutal nan ambisius Bush. Senjata pemusnah itu isapan jempol. Saddam Huesin dan Minyak targetnya.

Covid 19 pertama kali muncul di Wuhan. Kita menduga-duga,  lalu  hanya menyatakan kok mirip mirip yah. Lalu sekarang orang mulai mengingat kembali film yang di buat tahun 2011 berjudul Contigion. Dari sini sudah ada clue ?

Anda tentu lebih cerdas dari saya menggunakan template modus operandi Bush dengan apa yang terjadi sekarang. Semoga hanya kebetulan mirip. Bush menggunakan hard attack maka mudah dia kendalikan dan sekaligus mudah dibaca juga oleh pengamat intelejen. Main fisik. Bom !. Dan di lokalisir di area WTC, tapi proses ledakan itu yang membumi hanguskan skenario Bush bahwa semua itu sebuah grand design untuk menjustifikasi penjajahannya terhadap negara lain.

Soal Covid 19, seandainya kita menduga sebagai sebuah operasi intelejen China untuk negera calon koloni barunya maka dugaan ini wajar. Dengan cara yang soft attack melalui covid 19 namun kita boleh menduga pula, operasi ini gagal di lokalisir seperti halnya Bush menghususkan area WTC. Tapi sayang soft attack ini menjadi liar.

Mengukur dugaan ini saya berpatokan pada sikap negara negara di luar sekutu China. Jika asumsi Covid 19 grand design dengan menggunakan migrasi virus pada negara target maka dugaan kita, Wuhan adalah “Pilot Project”.  Logika ini dalam pandangan kontra intelejen sah dengan menggunakan data-data sebaliknya. Dengan siapa China saat ini mesrah? Apa tujuannya ? Project Ambisius apa sebagai indicator yang ingin di amankan? Apa bukti intervensinya. Siapa dan Apa Terget Samping Ideloginya ? Dimana kebijakan negera koloninya yang sejalan dengan grand dsign ini?

Sebagai muslim saya menduga target halus yang paling kita khawatirkan adalah idelogi. Dan dahsyat. Masjid masjid di beberapa titik sepi. Bahkan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi pun demikian sampai-sampai Imam Mesjid Nabawi pun menangis saat mengimami Sholat JUm’at yang hanya diikuti oleh beberapa orang karena pintu Masjid ditutup atas perintah Raja Salman.

Silahkan terjemahkan lebih dalam oleh Anda Semua. Saya sebagai warga negara hanya menduga duga karena sebagai anak bangsa masih peduli pada NKRI ini. Catatan kecil ini tentu besifat dugaan, referensi modus yang di muculkan adalah wajar dengan demikian saya mengajak kita semua waspada.

Sekaligus saya sebagai da’i saya ingin mengurangi polemic antara ummat Islam bahwa ikrarmu Kulinnassolati manusuki wamahyaya wamamaati lillahi rabbilaalamin adalah sakral.

Saya perjelas , ditengah situasi dimana saat ini anda tidak bisa percaya pada sumber informasi yang baik maka berserah dirilah pada Allah SWT jika pun takdir menjemput maka ada pahala syahid. “Bagi Anda yang Muslim Masjid itu Ibarat Ikan dan Kolam, jika dia di luar kolam maka tunggu kematian dan bangkainya akan dikerubut semut”.

Saya bukan tidak taat pada fatwa Ulama Tetapi Fatwa Yang Berbasis Contra Intelejen itu saya belum dapat dan belum dengar. Salah satu iktiar negara seharusnya ada fatwa yang membatasi dan mengunci orang masuk dan keluar di wilayah NKRI, kata tukang parkir disebuah restoran kemarin lockdown.

Yes at any cost, at any risk ! Karena fatwa soal yang ini jauh lebih menggigit sebagai penerapan kaidah ushul fiqih. Sebagai penggemar dan pengamat kegiatan “intelejen” saya ingin mengatakan : Salah satu keberhasilan operasi intelejen adalah ketika mampu menciptakan ketakutan berantai pada daerah target operasi, sebelum mereka melakukan serangan penaklukan.

Hegemoni Amerika di Asia termasuk Indonesia ingin dan sedang di geser oleh Tirai Bambu. Akhirnya kita mengenang kematian yang di alami oleh Agen Inteljen Rusia yang di makamkan di Inggris itu adalah puzzle puzzle kerja intelejen yang coba kita susun untuk bahan kajian masa kini.

Dalil dan dalih Tulisan ini semoga membuka cara pandang kita sehingga kita tidak terlalu menderita menghadapi keadaan ini dengan tulisan ringan ini kita juga bisa memutuskan untuk terus berjalan kendati di depan kita ada singa karena kita sudah tahu singa itu siapa yang menyimpan, posisi lehernya  ternyata terikat oleh sebuah chip yang dikendalikan remote. Lalu kita serius dalam berdoa wahai seluruh warga Negara Indonesia agar Allah SWT senantiasa membantu dan melindungi Indonesia yang kita cintai dan Al Quran juga sudah mengingatkan kita dalam Surah Ali Imran Ayat 54 : Orang-orang kafir itu membuat tipu daya dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.

HASBUNALLAH WANIKMAL WAQIIL.
Salam Hangat NKRI
Salam Fastabiqul Khairaat
Semoga NKRIku baik baik saja

Bekasi, 23 Maret 2020
Dr. Salahudiin Gaffar, SH.MH
Ketua Tim Advokasi Masjid dan Mushalla Bekasi Raya

About Post Author