06/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Surat Buat dr. Harun Albar, SP.A, M.Kes, Ketum DPW PPMI DKI Jakarta

PPMI CENTRE – Jakarta | Kami sungguh khawatir dengan COVID-19, “Covid-19 Awareness”

Inilah masa yang paling mengkhawatirkan dan kalau mau jujur, berat sekaligus menakutkan bagi seorang dokter dan tenaga kesehatan, apalagi yang berada ditengah daerah Pandemi dan menjadi RS rujukan. Saya sendiri sudah  lama menjadi dokter, tidak ada masa yang mengkhawatirkan selain masa sekarang.

Kita khawatir virus ini mengancam istri/ suami kita, keluarga kita, sahabat sahabat kita, kolega kita.

Kita khawatir dengan teman teman kita yang berada di emergency departement, yang menerima pasien langsung dengan risiko yang besar, akan terkena dan meninggal.

Kita khawatir jangan jangan kita terkena tetapi asimptomatik dan menularkan kepada orang lain.

Kita khawatir jangan jangan teman sekantor atau perawat kita terkena tapi tanpa gejala dan bisa menularkan ke kita.

Kita khawatir saat pulang jangan jangan badan dan semua yang kita bawa pulang tercemar virus COVID-19 dan bisa menularkan ke keluarga kita.

Kita khawatir karena saat menolong pasien kita sekaligus mempertaruhkan hidup kita sendiri.

Kita mendengar kemaren dokter A teman kita meninggal dunia.
Kita mendengar hari ini Prof B meninggal dunia.
Padahal beberapa hari yang lalu masih bersama kita.
Kita mendengar kemaren teman kita tenaga kesehatan suatu RS meninggal.

Kita mendengar hari ini ada perawat di RS yang meninggal.
Mungkin besok atau lusa salah satu diantara kita yang terkena COVID-19.
Kita masih mendengar dari seseorang si A meninggal karena Pneumoni bukan COVID19.
Masih mampu mereka menyampaikan itu ditengah kondisi begini dimana sebagian besar pneumoni itu karena COVID-19.
Tanpa perasaan bersalah lagi.
Tidak tahukah mereka bahwa ucapan mereka bisa menyebabkan orang lain tertular.

Kita masih mendengar bahwa si A belum pasti COVID 19 walaupun sudah jelas meninggal on ventilator di ICU.
Hanya karena hasil swab nya belum keluar.
Mau berapa hari menunggu SWAB keluar.

Satu hari, 3 hari atau seminggu.
Kenapa sih masih ada yang disembunyikan diantara kita.
Saya takut. Anak anak saya, adik adik saya generasi muda  calon calon dokter spesialis dan subspesialis.
Mereka berada di front terdepan menghadang virus corona.
Mereka mempertaruhkan hidup mereka.

Saya ingin mengingatkan sekali lagi kepada pemimpin pemimpin bangsa ini, pembuat Undang Undang, pembuat kebijakan nasional , bahwa sampai sekarang mereka tidak digaji dan tidak mendapat imbalan.
Mereka bekerja dengan upahnya ucapan terima kasih dan harapan akan menjadi spesialis. Jika terjadi sesuatu pada mereka , siapa yang akan membiayai anak istri mereka.
Sungguh kami merasa berdosa jika terjadi sesuatu pada mereka.
Kami sungguh khawatir.
Maafkan kami karena kami manusia juga.
Lawan yang kami hadapi tidak terlihat dan kasat mata.
Mungkin ada dihadapan kita.

Bisa juga di pakaian kita, tangan kita, stetoskop kita, rambut kita, ballpoin kita, sepatu kita dan ditempat yang tak kita duga .
Dan mereka membunuh.

Jakarta, 23 Maret 2020
Patrianef Darwis
Dokter & Dosen Fakultas Kedokteran.

About Post Author