04/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

BES : Jadikan Mesjid sebagai Benteng Utama Umat Islam dalam menghadapi Covid 19

PPMI CENTRE – Bogor | Komisi fatwa boleh saja memfatwakan tidak wajibnya shalat Jumat disebabkan ketakutan terhadap wabah, Namun tidak boleh memfatwakan larangan shalat Jumat dan shalat jamaah di Masjid-masjid. Itu berarti larangan untuk menyambut perintah Al-Qur’an :
إذا نودي للصلاة من يوم الجمعة فاسعوا إلى ذكر الله
“Apabila dikumandangkan panggilan shalat pada Hari Jumat maka bergegaslah menuju zikrullah.”

Fatwa yang melarangan Sholat Jum’at dan Menutup sementara aktivitas Masjid-Masjid merupakan ciri-ciri Penyakit Wahn (Cinta Dunia dan Takut Mati) seperti yang digambarkan Nabi Muhammad SAW kondisi Umat Islam di Akhir Zaman.

Jika kita berhadapan dengan Virus Corona yang tidak terlihat oleh kasat mata kita dan diduga belum ada obat anti virusnya, maka sudah seharusnya dan sewajarnya kita meminta pertolongan kepada Allah yang Maha segala-galanya dengan mengikuti perintahnya dalam Alqur’an melalui Nabi Muhammad SAW (The Walking Qur’an) dengan meramaikan dan memakmurkan masjid-masjid. Dengan memperbanyak berwudhu dan rajin mencuci tangan memakai sabun atau zat disinfektan secara proporsional tidak berlebihan karena jika terlalu banyak juga akan mematikan bakteri-bakteri yang baik bagi tubuh kita serta berbagai cara lainnya dalam menjaga kebersihan kita dalam mematikan dan menghentikan penyebaran virus corona. Sangat dianjurkan makanlah makanan yang memiliki kandungan anti bodi yang tinggi karena virus tidak dapat dihindari selain itu  juga Seorang muslim harus selalu berdzikir pagi dan sore kalo perlu setiap Sholat Fardhu di rakaat terakhir dibacakan Qunut Nadzila sesuai tuntunan Rasulullah serta melaksanakan sholat malam sebagai bentuk Ikhtiar kita, Insyaa Allah kita semua tidak akan takut dengan virus ini karena kita percaya dan ikhtiar yang maksimal (tidak berlebih-lebihan) serta bertawakkal kepada Allah, Insyaa Allah dengan memohon do’a kepada Allah SWT negeri ini akan diselamatkan oleh do’a – do’a kita melalui masjid-masjid, sekali lagi ini bukan berbantah-bantahan tetapi ini masalah Tauhid dan Akidah Umat Islam di akhir zaman ini perlu kita perkuat agar bantuan dan pertolongan Allah melalui rahmat dan ridho-Nya mampu menyelesaikan semua permasalahan yang kita hadapi saat ini. Akibat Seruan MUI banyak daerah yang masih zona biru sudah menutup masjid-mesjid karena masyarakat panik akibat himbauan dan media sosial yang begitu menakutkan tentang Virus Corona padahal sejatinya kita hanya Takut Kepada Allah SWT. Dajjal Al Masih aja tidak bisa masuk ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi apalagi Virus Corona..?? kenapa kita ragu dengan Jaminan Allah SWT yang telah menjamin keamanan masjid-masjid, Dzat yang tidak pernah mengingkari Janjinya, Ya Allah berikanlah kekuatan Iman kepada Rakyat Indonesia jangan karena Panik hadapi Virus Corona mereka jadi berkurang imannya kepadamu ya Allah..

Semoga Allah selalu menjaga kita dari keburukan-keburukan dan penyakit – penyakit yang ada di dunia ini, mengenai wabah penyakit yang sedang mendunia yaitu Virus Corona yang membuat gaduh seluruh dunia dan virus ini penyebarannya begitu cepat dan aneh di seluruh dunia sampai sebagian orang takut secara berlebihan, kita orang muslim harusnya berbeda dengan yang lain karena umat muslim punya keyakinan kepada Allah karena dijelaskan dalam Surah 64 At-Taghābun ayat 11 berbunyi : Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, dijelaskan juga dalam Surah 57 Al-Hadid Ayat 22. berbunyi Tiada bencana yang menimpa manusia di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan hal itu telah ditetapkan di dalam Lauḥul Maḥfuẓ sebelum Kami menciptakannya, sesungguhnya hal itu mudah bagi Allah.

Seorang muslim dalam setiap keluar dari rumahnya selalu berdo’a “BISMILLAHI TAWAKKALTU ’ALALLAHI LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH artinya Dengan nama Allah Aku bertawakkal kepada Allah Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah” dibaca 3 kali dan nabi mengatakan dia tidak akan terkena bahaya.

Dijelaskan selanjutnya dalam Surah 64 At-Taghābun 12 : Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya, jika kamu berpaling sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang. 13 : (Dialah) Allah tidak ada Tuhan selain Dia. Dan hendaklah orang-orang mukmin bertawakkal kepada Allah saja.

Jangan Tinggalkan Masjid karena Masjid adalah Tempat Ibadah yang sudah dijamin keamanannya oleh Allah SWT.  Janganlah kalian mengabaikan perintah Allah Subhannahu Wa Ta’ala Surah 9 At Taubah Ayat 18 : Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.

Apalagi memperbolehkan Mesjid sementara ditutup untuk Sholat Jum’at dalam situasi takut terpapar COVID – 19, tentu hal ini tidak boleh mengalahkan ketentuan ALLAH SUBHANNAHU WA TA ALA, yang telah ditetapkan dalam Al Quran Yaitu Surah Ke 2 Al Baqarah Ayat 114 : Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.

Pada era pemerintahan Umar bin Khattab, telah terjadi wabah Thaun di Syam. Namun tidak ada riwayat bahwa para ulama dan pejabat meliburkan shalat Jumat dan shalat jamaah, atau melarang pelaksanaannya di masjid-masjid. Bahkan juga tidak ada larangan shalat jenazah. Padahal hukum shalat jenazah fardhu kifayah.

Sepanjang sejarah kaum muslimin tidak diketahui adanya larangan bid’ah seperti ini, meskipun Wabah Penyakit Thaun jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan Korona. Kematian dalam wabah Thaun kongkrit. Beda dengan wabah Korona yang persentase kematiannya 2%. Ini menampik anggapan bahwa ia merupakan penyakit berbahaya yang bisa dijadikan sebagai alasan untuk menonaktifkan fungsi masjid, melarang shalat Jumat dan jamaah bagi orang-orang yang sehat. Jutaan kaum muslimin seharusnya tidak dilarang ke masjid untuk melaksanakan amalan fardhu dan syiar agama semata-mata karena ada seratus atau dua ratus orang sakit. Bagaimana boleh begitu, sedangkan shalat adalah tiang agama Islam ?

Aneh juga rasanya mendengarkan himbauan larangan sholat jumat dan sholat fardhu berjamaah di masjid-masjid sementara Pasar – Pasar sebagai Pusat Perdagangan, Bandar Udara, Pelabuhan dan Terminal Penumpang yang merupakan tempat orang-orang berkumpul belum ditutup aktivitasnya, kenapa justru rumah Allah yaitu Masjid yang harus ditutup duluan, ini aneh dan menggelikan..??

Padahal Allah juga menjelaskan dalam Surah Al-Baqarah
Ayat 125 : Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”.
Ayat 126 : Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”.

Nabi Muhammad SAW bersabda tentang kemuliaan masjid dan keburukan pasar. Salah satu hadits yang sering dikutip adalah sebagai berikut: عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «أَحَبُّ الْبِلَادِ إِلَى اللهِ مَسَاجِدُهَا، وَأَبْغَضُ الْبِلَادِ إِلَى اللهِ أَسْوَاقُهَا» Artinya, “Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Nabi bersabda, ‘Negeri (tempat) yang paling dicintai Allah adalah pada masjid-masjidnya, dan tempat yang paling dimurkai Allah adalah pasar-pasarnya,’” (HR Muslim).

Pemerintah dalam kondisi darurat boleh melarang masyarakat berjalan-jalan (Sosial Distancing) sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku tanpa harus menyentuh amalan-amalan yang tergolong hurumat dan qath’iyat dengan menggunakan fatwa-fatwa politis sampai harus menutup Mesjid yang merupakan Benteng Utama Umat Islam. Insyaa Allah di Indonesia masih banyak Ulama yang LURUS tanpa motif apa pun kecuali mardhotillah.

Ingat Didalam iman yang sehat terdapat Jiwa yang sehat, didalam Jiwa yang sehat terdapat Tubuh yang sehat, Jadikan Mesjid sebagai Benteng Utama Umat Islam dalam menghadapi Covid 19 mari kita Umat Islam Indonesia Makmurkanlah Masjid-masjid di lingkungan kita semoga Allah SWT melindungi dan menolong kita semua, Aaamiinn.

Sumber : 
https://islam.nu.or.id/post/read/99953/ini-alasan-allah-mencintai-masjid-dan-membenci-pasar

https://youtu.be/GKOJxsvSjyA Tausiah Syekh Dr. dr. Yusri Rusydi Sayyid Gabr | Tips dan Hal Penting Tentang Corona yang Wajib Kita Ketahui

About Post Author