06/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Imbang Jaya : Cara Mendapat Pinjaman Besar untuk Negara Tanpa Melanggar Undang-Undang

PPMI CENTRE | Jika Amerika Serikat  menggelontorkan US$2 Trilyun dan Uni Eropa menyiapkan €821 milyar euro stimulus utk mengatasi kerusakan berbagai bidang akibat covid 19, maka Indonesia baru dapat pinjaman kurang dari $1 milyar. Dampak covid 19 di Indonesia yg sudah menyerbu 27 provinsi mungkin akan lebih dahsyat daripada yg menimpa negara-negara adidaya, karena rakyat kita tidak bisa di-lockdown.

Demikian usulan, renungan dan masukan dari mantan aktivis ITB yang juga salah satu Pendiri PPMI (Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia)  Ir. Imbang Jaya, yang cukup lama menjadi eksekutif korporasi minyak ARCO di Amerika Serikat.

Menurut alumnus ITB dan AS  (65 tahun) yang prihatin dengan kondisi bangsa kita  itu, rakyat kita harus makan, sedangkan pemerintah tidak bisa memberi mereka makan, mana mau orang yg tidak diurus mengikuti perintah orang yg tidak mampu mengurusnya. ‘’Jadi segalak apapun TNI dan POLRI, saya pesimis rakyat mau nurut mereka utk tinggal dirumah saja TANPA ADA BANTUAN APA-APA,’’kata Imbang.

Solusi yang MUNGKIN bisa dilakukan pemerintah adalah sbb:

‘’Semua BUMN dan ANGGOTA KADIN diperalat oleh pemerintah utk pinjam dana totalnya minimum $500B. Colateralnya pakai milik para pihak yang ingin bantu rakyat, dan saya kenal dg beberapa yg punya collateral lebih dari $1Trilyun dan siap meminjamkannya utk kepentingan rakyat (bukan untuk pejabat),’’ kata Imbang.

‘’Sumber Dana CASHnya salah satunya dari National Standard Finance (NSF), prosesnya sekitar 21 hari. Saya bisa bantu mengakses ke NSF dan pemilik collateral, jadi tinggal pihak BUMN dan KADIN memilih perusahaan perusahaan yg mau jadi alat pemerintah dalam mendapatkan pinjaman NSF,’’imbuhnya

Menurut Imbang Jaya, jika kita pinjam sampai US$2Trilyun maka kita bisa mengatasi semua masalah SEKALIGUS. ‘’Agar semua ini terealisir segera, maka pemerintah secepatnya memilih perusahaan perusahaan yg akan dijadikan ALAT UNTUK DAPAT PINJAMAN TANPA MELANGGAR UNDANG-UNDANG atau Konstitusi,’’katanya.

‘’Saat ini NSF sudah saya lobby, mereka siap mendanai sampai US$2 Trilyun, untuk tahap pertama $800milyar. Jadi jika kita pakai 150 BUMN dan 150 Anggota KADIN, maka kita punya 300 Perusahaan yang pinjam ke NSF dan bank bank besar dunia. Proyeknya bisa dipakai untuk proyek yang sudah ada atau berjalan dan bisa juga minta pada BAPPENAS, sedangkan collateralnya saya yang bicara dengan para pemiliknya,’’ imbuh Imbang Jaya.

‘’Kesepakatannya adalah DANA TERSEBUT BENAR-BENAR DIGUNAKAN UNTUK RAKYAT dan diawasi oleh Tim Pengawas independen yang dipilih oleh pemilik collateral,’’ujarnya.

‘’Insya Allah dengan cara seperti ini para Pemerintah tenang, rakyat jadi selamat dan sejahtera, para pengusaha bisa bernapas lega dan para pahlawan kesehatan tidak terancam lagi nyawanya”, katanya. Demikian usulan, renungan dan masukan dari mantan aktivis ITB sekaligus salah satu Pendiri PPMI Ir. Imbang Jaya, yang cukup lama menjadi eksekutif korporasi minyak ARCO di Amerika Serikat.

About Post Author