25/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Imbang Jaya : Himbau Dan Ajak Para Tokoh Nasional, Bangkitkan Kembali Ekonomi Indonesia Hadapi Covid 19

PPMI CENTRE | Mantan aktivis ITB yang juga salah satu Pendiri PPMI Ir Imbang Djaja (65) menghimbau dan mengajak serta meminta dukungan penuh para tokoh nasional yakni Dr Rizal Ramli, dr. Hariman Siregar, DR Kwik Kian Gie, Prabowo,, juga akademisi Rhenald Kasali, Chatib Basri, teknolog  Ilham Habibie dan para  tokoh lainnya yang perduli dan komit untuk mensejahterakan dan mengadil-makmurkan bangsa Indonesia, untuk gotong royong menyiapkan Indonesia yang lebih baik, maju dan berkeadaban. ‘’Kita harus gotong royong membangun bangsa dan negara,  saling mendukung untuk mencari solusi terbaik tanpa kebencian,’’ kata Imbang Djaja, jebolan ITB dan AS itu. Caranya?

‘’Ini ada dana National Standard Finance (NSF) USA yang sudah saya lobi.  Saya tahu para tokoh nasional itu populer, hebat-hebat dan komit pada bangsa dan negara, namun tidak punya modal seperti James Riyadi, Anthony Salim, Haliman, Tommy Winata, Aguan, Hartono, Sembilan Naga/Tujuh Samurai dan para Taipan lain  yang semuanya bisa mendatangkan uang/modal untuk proyek mereka. Mungkin hanya Luhut B Panjaitan yang mampu datangkan uang/modal dari China.  Tapi, jangan lupa,  semua taipan dan pengusaha/pejabat  itu  kan mendapat fasilitas/dana negara sejak Orde Baru Pak Harto.  Namun situasi galau  era reformasi  membuat para Taipan itu begitu dominan karena nyata punya uang dan proyek, sebab mereka sudah diuntungkan dengan fasilitas Negara Orde Baru Pak Harto sejak dulu, ’’ kata Imbang Djaja, alumnus ITB dan AS yang lama sbg eksekutif Korporasi ARCO di AS itu.

‘’Jangan semuanya membiarkan Sri Mulyani jalan sendirian dengan IMF/ World Bank dan Neoliberal-nya karena Sri Mulyani juga butuh kritik, bantuan, koreksi dan dukungan semua pihak yang perduli dan komit,’’kata Imbang.

Rakyat  mungkin ingin RR, KKG, Hariman, Prabowo,  juga  Rhenald Kasali, Chatib Basri,  dan tokoh-tokoh lain bisa mendapat modal uang membangun bangsa, agar bangsa kita tidak  dikuasai  9 Naga semata yang memiliki modal dan backing pejabat.  ‘’Para pebisnis yg masuk DPR lebih kuat drpd politikus yg menghabiskan uang rakyat saja, maka wajar jika para pebisnis jadi politikus, dan tidak ada politikus besar yang jadi pebisnis besar karena bisanya  baru  omong doang, omdo saja,’’kata Imbang.

Dalam hal ini, ada Empat Program yang Imbang Djaja tekankan dan fokuskan  yaitu :

1. Program Kemanusiaan /penyelamatan nyawa manusia Indonesia dan penghancuran/pembasmian virus Corona/Covid-19 sehingga Indonesia tidak perlu Lockdown. Tim kecil Imbang Djaja sedang bekerja untuk program kemanusiaan mengatasi pandemi Corona ini.

2. Program Kebangkitan Ekonomi Nasional dimana timnya sudah menyiapkan dana bagi ekonmi Indonesia melalui pinjaman  ke National Standard Finance (NSF) USA. Colateralnya pakai milik para pihak yang komit bantu rakyat, dan saya sudah berbicara dengan mereka dengan komitmen collateral dari mereka lebih dari US$2 Trilyun dan siap menggunakan colateral (agunan) itu utk rakyat Indonesia (bukan utk pejabat/oknum elite penguasa ). Dan  prosesnya sekitar 21 -31 hari. ‘’Kami  sudah mengakses ke NSF dan pemilik collateral itu siap sedia, jadi tinggal pihak BUMN dan KADIN memilih perusahaan perusahaan yg mau jadi  instrumen pemerintah dalam mendapatkan pinjaman NSF US$500 Milyar-US$1 Trilyun  demi kebutuhan  rakyat secara nasional.’’ Kata Imbang dikawal tim kecilnya.

3. Program Land Reform total/Reformasi Agraria total dan kembali kepada UUD45 untuk bangsa Indonesia, agar kadilan dan kesejahteraan sesuai cita-cita Proklamasi 1945/Founding Fathers dan Trisakti bisa diwujudkan dan sekaligus membasmi korupsi, keserakahan dan penindasan ekonomi-politik oleh pihak-pihak yang tamak.

4. Membangun industrialisasi sektor pertanian, energi, teknologi, kelautan, pendidikan dan SDM (Sumber Daya Manusia)  dengan Pelestarian Lingkungan (Pembangunan berwawasan Lingkungan) agar sandang papan pangan dan lapangan pekerjaan murah dan melimpah.

Maka dari itu mari kita mulailah kerjasama antara pemerintah, swasta dan masyarakat kita semua yang sangat signifikan untuk menyelamatkan NKRI. Semua BUMN dan ANGGOTA KADIN harus kita berdaya gunakan/manfaatkan oleh negara/pemerintah untuk pinjam dana totalnya minimum US$500 milyar. Colateralnya pakai milik para pihak yang ingin bantu rakyat dan saya kenal dengan beberapa kalangan yg punya collateral lebih dari US$2Trilyun dan siap meminjamkannya utk kepentingan rakyat Indonesia (bukan utk pejabat/oknum elite penguasa ). Sumber Dana CASH-nya salah satunya dari National Standard Finance (NSF) USA, prosesnya sekitar 21 hari – 30 hari. Saya bisa bantu mengakses ke NSF dan pemilik collateral, jadi tinggal pihak BUMN, KADIN dan Pengusaha memilih perusahaan-perusahaan mana yang mau jadi  instrumen pemerintah dalam mendapatkan pinjaman NSF,’’imbuh Imbang

‘’Filipina, Malaysia, dan Brunei sudah mengajukan pinjaman ke NSF sampai US$500 milyar untuk kepentingan nasional hadapi Corona dan krisis global, sedangkan Indonesia  belum ajukan pinjaman ke NSF, masih tidak mau melakukan ntah dengan dasar apa padahal situasi Negara sudah semakin genting gara-gara Covid 19 ini. Padahal kami siap membantu pemerintah dan rakyat untuk mengupayakan pinjaman US$500 milyar/US$1 Trilyun dari NSF  dan kami siapkan colateralnya US$1-2 trilyun dari berbagai kalangan/pihak yang perduli,  demi  menyelamatkan bangsa dan negara dari krisis ekonomi dan pandemi Corona,’’kata Imbang Djaya dikawal tim kecilnya.

Sekali lagi, Pendiri PPMI sekaligus mantan aktivis ITB yang mengaku sebagai insan biasa,  Ir Imbang Djaya menghimbau dan mengajak serta memohon dukungan penuh para tokoh nasional yakni Dr Rizal Ramli, dr. Hariman Siregar, DR Kwik Kian Gie, Prabowo, Dr Ilham Habibie dan para  tokoh lainnya yang perduli dan komit untuk mensejahterakan dan mengadil-makmurkan bangsa Indonesia, untuk gotong royong menyiapkan Indonesia yang lebih baik, maju dan berkeadaban. ‘’Bisa saja Dr Rizal Ramli, dr. Hariman Siregar, DR Kwik Kian Gie, Prabowo Subianto, Dr Ilham Habibie melaporkan ke Pak Jokowi dan menyatakan siap bantu bangkitkan kembali ekonomi RI  dengan  dana dari NSF US$500 Milyar yang  sudah saya lobi dan akses agar Indonesia mendapat dana minimal US$500 milyar sampai US$1 Trilyun, mengapa tidak?  Utk BUMN dan KADIN kita pinjam $500 milyar juga. Jadi totalnya US$1 Triyun untuk bangsa dan negara yang melibatkan kerjasama negara, Swasta dan masyarakat madani (civil society),’’imbuh Imbang

‘’Rakyat sudah muak dg pertikaian politik yang kampungan. Kita semua mengaku intelektual, tapi kelakuan seperti orang orang idiot,’’ujar Imbang. ‘’Ini ada uang NSF, ayo yang ngaku jago ekonomi, teknologi dan sosial, pakai masing masing  US$10 milyar. Kita pinjam $500 milyar. Jadi kita pilih 50 tokoh nasional yg selama ini  dianggap omong doang (omdo) saja utk mengelola US$10milyar karena memang selama ini mereka tidak ada modal  uang. Nanti akan kelihatan mana yg emas mana yg loyang, mana yg berlian mana yg kwarsa, mana yg bisa kerja mana yg omdo, fair saja,’’ kata Imbang.    

‘Intinya, mari  ikhtiar, bekerja sama dan saling mendukung, dana NSF sudah siap.Ini saatnya berbuat nyata, kompak dan bersama membantu rakyat,’’ kata Imbang Djaja didampingi tim kecilnya.   Mungkinkah himbauan dan semangat  Imbang Djaja itu ditanggapi atau malah dicaci-maki dan disalahpahami  seperti yang dialami Dr Rizal Ramli? Sejarah sedang akan mencatatat dan menanti. Kang Imbang, percayalah,  engkau tidak sendiri, meski  seperti RR, sangat mungkin dibuly dan disalahpahami,” bisik KH Dang Faturrahman MA.

About Post Author