29/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Eggi Sudjana : Jika diperkarakan LBP, saya siap membela Said Didu

PPMI CENTRE – Bogor| Sebagai Penasehat Paling Utama Presiden Jokowi sekaligus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia. Yang juga kami duga sebagai Koordinator TKA asal Cina yang masuk ke Indonesia, saat ini semua kebijakan presiden Jokowi hanya Menko Opung Luhut ini yang bisa memveto keputusan Presiden, secara defacto sudah hampir mendekati sebagai seorang Presiden.

Ketika sang opung merasa dihinakan dimedia social oleh Said Didu mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Asal mula tuntutan ini terjadi dari kanal YouTube Said Didu Muhammad Said Didu yang diwawancarai Hersubeno Arief berdurasi 22 menit beberapa waktu lalu. Dalam video tersebut, Said Didu menyoroti soal isu persiapan pemindahan ibu kota negara (IKN) baru yang masih terus berjalan di tengah usaha pemerintah dan semua pihak menangani wabah Covid-19. Said Didu mengatakan, hal tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak memprioritaskan masalah kesejahteraan rakyat umum dan hanya mementingkan legacy.

Said Didu menyebutkan bahwa Luhut ngotot agar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tidak “mengganggu” dana untuk pembangunan Ibukota Negara (IKN) Baru dan hal tersebut dapat menambah beban utang negara. “Kenapa itu dilakukan karena ada pihak yang ngotot untuk agar anggarannya tidak dipotong, dan saya pikir pimpro (pimpinan proyek) pemindahan ibu kota baru itu, Luhut Pandjaitan, itulah yang ngotot agar anggarannya tidak dipotong. Sehingga, Sri Mulyani punya ide untuk menaikkan jumlah utang,” ucap Said Didu dalam video tersebut. “Kalau Luhut kan kita sudah tahulah. Ya memang menurut saya di kepala beliau itu hanya uang, uang, dan uang. Saya tidak pernah melihat bagaimana dia mau berpikir membangun bangsa dan negara,” ujar Said Didu. Memang karakternya demikian, hanya uang, uang, dan uang. Saya berdoa mudah-mudahan terbersit kembali Sapta Marga yang pernah diucapkan oleh beliau sehingga berpikir untuk rakyat bangsa dan negara. Bukan uang, uang, dan uang,” kata dia lagi.

Jika Said Didu mantan Sekretaris Kementerian BUMN diperkarakan oleh Luhut Binsar Panjaitan yang sebagai MenKo Kemaritiman dan Investasi maka saya Dr. H. Eggi Sudjana, SH.MSi sebagai Ketua Dewan Pendiri PPMI dan Juga sebagai Advokat Profesional dengan sukarela akan melakukan Pembelaan atau menjadi  Penasehat Hukum kepada Sdr. Said Didu, karena kalo diamati situasi terkini semua menteri kabinet jokowi makruf sudah pusing menghadapi wabah Covid 19 ini yang suka ngeyel dan menganggap situasi RI baik-baik saja dengan wabah covid 19 dan masih saja terus menjadi beking TKA-TKA asal Cina yang  masuk terus ke Indonesia sampai saat ini, ya Si luhut inilah orangnya.. jangan-jangan mbahnya virus corona sebenarnya bagi NKRI ini adalah LBP, patut diduga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan misalnya kudeta karena situasi ekonomi, Sosial dan politik kacau balau karena virus corona bisa jadi LBP inilah yang mau menggantikan Jokowi sebagai Presiden RI.

Jadi apa yang dikatakan Said didu itu sudah tepat seluruh potensi dana yang dimiliki republik ini haruslah difokuskan dulu penggunaannya untuk mengatasi penyebaran Wabah Corona dan ketersediaan kelengkapan ADP para petugas-petugas medis kita yang menjadi garda terdepan di  Rumah Sakit – Rumah sakit seluruh Indonesia dalam mengatasi Covid 19 serta penanganan ketersediaan Kebutuhan Pokok Masyarakat khususnya Rakyat miskin dan Rakyat yang jatuh miskin karena Wabah corona Ini, urusan pindah Ibukota Negara baru nanti dululah, kita kesampingkan dulu proyek IKN Baru, kita konsentrasi penuh untuk selamatkan Rakyat dan Negara Indonesia dari Wabah Covid 19  

Bogor, 4 April 2020
Dr. H. Eggi Sudjana, SH.MS.i
Ketua Dewan Pendiri PPMI/ Advokat Senior

About Post Author