26/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

BES – JININ (Kajian Islam Senin) ; Identifikasi Orang Musyrik, Munafiq, dan Murtad

PPMI CENTRE – BOGOR | Bahwa, dalam JININ kali ini ada penambahan istilah yang belum dibahas pada kajian Islam Ahad kemarin, yakni Musyrik. Adapun penjelasan mengenai Musyrik harus sangat hati-hati dikarenakan ada musyrik yang sifatnya terang-terangan maupun yang tersembunyi. Musyrik secara terang-terangan adalah mempersekutukan ALLAH SWT dengan terang benderang, dalam arti dapat diidentifikasikan kemusyrikannya secara kasat mata antara lain sebagaimana yang diterangkan oleh ALLAH Swt dalam QS 45 : 23-24 yang artinya :
”23) Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”;
“24) Dan mereka berkata: “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa”, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.”

Berdasarkan kedua ayat diatas dapat diidentifikasikan kemusyrikan secarang terang benderang dalam bentuk kajiannya secara ideologis. Mengenai QS 45:23 tersebut, dapat dikenali atau disebut dengan liberalis-kapitalisme. Penjelasannya diawali dari asal filosofis yang bersifat individualisme, kemudian individualisme dalam praktek politik menjadi liberal sementara dalam praktik ekonomi dalam kapitalisme. Namun akar atau basis filosofisnya sama yaitu aliran individualisme. Dalam pengertian individualisme itu mendasarinya kepada kepentingan-kepentingan individualnya tersebut yang lebih kepada egosentris yang kemudian berkecenderungan berprilaku selfish atau egois.

Sifat egois ini dapat dikenali berdasarkan QS 45:23 yaitu dari pemahaman menjadikan hawa nafsu sebagai tuhan. Dapat dimaknai hawa nafsu yang dijadikan tuhan ialah menempatkan sifat egoistisnya atau kepentingan pribadinya menjadi hal yang lebih diutamakan tanpa memikirkan atau sedikit memikirkan dataran sosialisme. Sehingga hawa nafsu yang berkecenderungan kepada perbuatan negative dan tercela lainnya akan sangat mendominasi dalam menjadi pola pikir, pola tindak-tanduk, dan kebijakan-kebijakan yang diambil manakala seseorang menjadi menjabat suatu jabatan strategis dalam posisi strategis apapun. Penjelasan lebih jauh, inti dari kemusyrikan ini bersifat sangat jelas yaitu menandingi atau mencintai dan menempatkan rasa takut atau tunduk patuhnya kepada selain ALLAH Swt. Hal ini dijelaskan dalam QS Al Baqarah(2) : 165 yang berarti : “Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orangorang yang beriman amat sangat besar cintanya kepada Allah”

Untuk lebih memahami, perhatikan beberapa contoh sebagai berikut :
1. Secara jelas dapat dilihat Ketika waktu sholat subuh. Dalam faktanya lebih banyak orang yang memilih tidur, atau memilih kepentingan nafsunya untuk tetap di rumah dan tidak sholat. Bahkan ada pepatah perjalanan terjauh adalah ke Masjid, bahkan lebih jauh dari ke luar negeri.
2. Dalam hal dua sejoli jatuh cinta. Fakta seringkali membuktikan bahwa pasangan satu sama lainnya jauh lebih dicintai lebih dari cintanya kepada ALLAH SWT. Bahkan pada banyak kasus banyak yang memutuskan untuk bunuh diri hanya karena pasangannya.
3. Dalam hal kebijakan para pemegang jabatan strategis, baik pimpinan perusahaan maupun negara yang diukur dari kebijakan yang diambil melalui membandingkan, mencintai, menakuti, dan ketundukpatuhannya kepada selain ALLAH SWT. Seperti misalnya kebijakan PHK bagi pekerja atau karyawan atau buruhnya yang amat sangat dzalim karena tidak memperhatikan rasa kemanusiaan sebagaimana yang diatur dalam Pancasila sila kedua KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB. Hal ini juga bahkan diatur dalam Al Quran Surat An Nahl(16) : 79 ; ”Dan Allah membuat (pula) perumpamaan: dua orang lelaki yang seorang bisu, tidak dapat berbuat sesuatupun dan dia menjadi beban atas penanggungnya, ke mana saja dia disuruh oleh penanggungnya itu, dia tidak dapat mendatangkan suatu kebajikanpun. Samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan dan dia berada pula di atas jalan yang lurus?”

Selain itu, secara konkret dapat dilihat kebijakan politik atau pemerintahan yang amat jelas menipu rakyat dengan berbagai tipuannya. Ada begitu banyak contoh apabila disebutkan satu persatu. Jelasnya, begitulah gambaran pemimpin yang hanya mengutamakan egonya(selfish) sehingga mengorbankan nasib rakyat yang ditipunya. Hal ini dijelaskan oleh ALLAH SWT dalam QS 6 : 123 ; ”Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri penjahat-penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya.”

Sementara itu, QS 45:24 menerangkan pemahamannya dalam konteks ideologi ialah mengenai paham komunisme. Sebagaimana yang kita ketahui, akar filosofis dari komunisme berbasis materialisme kemudian menjadi ideologi sosialisme karena berbasis  commun atau kebersamaan orang banyak yang kemudian menjadi komunis. Basis materialisme mempercayai adanya proses waktu, tidak percaya adanya tuhan melainkan lebih mempercayai masa atau waktu seperti yang dijelaskan dalam QS 45:24. Untuk lebih memahami maksud dari mempercayai proses waktu ketimbang adanya tuhan (ALLAH), dapat diberikan contoh antara lain proses suatu makanan yang menjadi busuk atau basi akan dianggap oleh seorang yang materialis atau komunis hanyalah karena proses waktu. Pun demikian matinya manusia hanya karena proses waktu, bukan diatur oleh Tuhan. Padahal, konsep tentang waktu adalah eksistensi dari ALLAH itu sendiri, sebagai bukti bahwa ALLAH bersumpah demi masa (QS 103 : 1-3). ALLAH adalah tuhan yang menentukan segala perkara, sebagaimana yang dijelaskan dalam QS Ali Imran(3) : 26-27 sebagai berikut : ”26) Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu;  
27) Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)”.

Bahwa, pemahaman mengenai penjelasan kemusyrikan yang tersembunyi yaitu dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Riya’. Hal ini dijelaskan dalam QS Al Maun : 4-6 yang artinya : “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, yang berbuat karena riya”
  2. Sum’ah. Hal ini dijelaskan dalam QS Al Baqarah(2) : 264 yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya’ kepada manusia.”_ (Q. S. Al-Baqarah : 264)
  3. ‘Ujub. Ujub dalam islam diartikan sebagai perilaku atau sifat mengagumi diri sendiri dan senantiasa membanggakan dirinya sendiri. sifat ini bertentangan dengan ajaran Islam sebagaimana yang dijelaskan dalam QS Ali Imran(3) : 109 “Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allahlah dikembalikan segala urusan.”
  4. Takabbur. takabbur atau sombong merupakan sifat dari Syaitan dan kekafiran sebagaimana yang Allah terangkan dalam QS Shaad(38) : 73-74 yang artinya : “Lalu seluruh malaikat-malaikat itu bersujud semuanya, kecuali Iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir”

Penjelasan mengenai Munafik
Istilah Munafik sudah sangat populer di kalangan Muslimin. Dalam Al Quran orang-orang munafik disebutkan secara khusus dalam bentuk surat yakni surat ke 63 Al Munafiqun yang terdiri atas 11 ayat. Berdasarkan surat ke 63 ayat 1 yang ; mengatakan orang-orang munafiq itu adalah pendusta/pembohong. Di ayat ke-2 nya orang-orang munafiq itu menggampangkan sumpah dan menjadikannya sebagai perisai, perisai yang dimaksud disini adalah orang-orang munafiq itu bersumpah agar dilindungi baik dirinya maupun harta bendanya untuk tidak diambil menjadi ghanimah(harta rampasan perang). Sedangkan di ayat 4 nya, penampilan(performance) dari orang-orang munafik itu pada umumnya sangat mengagumkan. Jika berkata-kata, mereka seperti kayu yang tersandar yaitu untuk menjelaskan sifat mereka yang jelek meskipun tubuh mereka memiliki performance yang bagus dan cara bicara yang menarik bahkan mendatangkan rasa senang bagi yang mendengarkannya.

Tetapi sebenarnya otak mereka kosong alias “oon” dalam arti tidak dapat memahami kebenaran dan keadilan juga pasti mereka adalah orang-orang yang tidak jujur.Di ayat 5 nya, orang-orang munafik memiliki sifat sombong, sama dengan orang-orang musyrik tersembunyi yang telah BES jelaskan sebelumnya diatas.  Hal yang sama juga diterangkan di ayat 6 nya. Kemudian orang Munafiq juga tidak suka bersedekah (baca : pelit) seperti yang dijelaskan dalam ayat 7 nya. Kemudian, orang munafik juga selalu mendukung kekuasaan yang kuat dan berkuasa mesikpun dzalim (lihat ayat 8 nya JO QS 5 : 51-52 : (51) – Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (52) – Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana”. Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.)

Bahkan, di akhirat pun orang munafik itu meski menyatakan menyesak dan meminta kpd ALLAH untuk dikembalikan ke dunia agar bisa bersedekah (lihat ayat 10 nya). Selanjutnya performance orang munafik diformulasikan dalam hadits yang populer yang mengatakan, ada 3 ciri orang munafik; jika berbicara ia berbohong, jika berjanji ia inkar, jika bersumpah ia khianat. Dalam keterangan lainnya, orang munafik itu, memiliki kesukaan untuk berdebat dan tidak mau mengalah dalam perdebatannya tersebut walaupun argumentasinya tidak dapat dipertanggung jawabkan secara intelektual ilmiah alias intoleran.

Penjelasan Mengenai Orang-Orang yang Murtad
Menyebut kata murtad di kalangan umum dan masyarakat biasanya dipahami sebagai orang-orang yang keluar dari agama Islam atau sudah berpindah agama. Sehingga setelah murtad mereka akan masuk kategori kafir dengan segala turunannya sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya. Bahwa, berdasarkan QS 5:54 yang menyatakan sebagai berikut : “Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.”

Berdasarkan pemahaman dari ayat AL Quran tersebut dan dilihat secara BES Theory OST-Jubedil, maka, orang-orang murtad itu “tidak harus dinyatakan telah keluar dari agama Islam atau tidak harus dinyatakan telah pindah agamanya kepada selain Islam”.

Akan tetapi kemurtadan orang tersebut dapat dijelaskan dengan kajiannya secara terbalik yaitu:
1. Orang-orang yang tidak mencintai ALLAH sehingga ALLAH pun tidak mencintainya
2. Orang-orang yang tidak berlaku lemah lembut terhadap sesama muslim atau orang beriman bahkan seringkali faktanya kita melihat baik di media sosial maupun pers ada seseorang muslim yang bahkan menggunakan sorban tapi memaki sesama Muslim demi membela tuannya yang dzalim, sebagaimana yang diterangkan tentang dzalim
3. Orang-orang Murtad itu justru berkasih sayang dengan orang-orang kafir,dzalim, fasiq, musyrik, dan munafiq. Dengan kata lain, tidak mampu / tidak mau bersikap keras, tegas terhadap orang-orang kafir  tersebut.
4. Tidak mau berjihad di Jalan Allah, bahkan justru orang-orang yang murtad berjihad di jalan Thaghut, artinya membantu bahkan Bersatu padu menjadi suatu koalisi untuk tolong menolong diantara mereka dan sesungguhnya mereka itu sama dengan orang-orang kafir tersebut, sebagaimana yang diterangkan dalam QS Al Maidah(5) : 51-52 karena di hatinya ada penyakit, yaitu penyakit orang-orang munafiq. Lebih spesifik lagi Allah SWT menerangkan dalam QS 7 :176 bahwa orang-orang murtad disamakan dengan anjing yang mampu menggigit atau setidaknya menggonggong (mengganggu) kaum muslimin dengan berbagai cara mereka untuk memerangi orang-orang beriman, kaum muslimin dan Muslimat.
5. Orang murtad tersebut amat sangat takut dicela, atau istilah hari ini “dibully” melalui berbagai media baik online seperti WhatsApp, Instagram, facebook, twitter dsb, maupun secara langsung. kemudian yang dipentingkan bagi orang murtad adalah pencitraan, nama baik, dan pujian-pujian yang diharapkannya. Berbeda jauh dengan secara terbalik kaum muslimin atau yang beriman kepada Allah yaitu tidak takut dicela dan atau tidak takut “dibully” dengan stigma sesat lainnya seperti radikal, ekstremis, intoleran, bahkan spesifik di Indonesia sering disebutkan dengan stigma “anti-Pancasila”. Kaum Muslimin tidak akan pernah takut dibully atau dicela karena meyakini kebenaran Alqur’an yang tidak akan dapat dibantah oleh siapapun di Dunia ini secara objektif dan Ilmiah, itulah salah satu kedahsyatan kekuatan kaum muslimin ketika mereka berpegang teguh hanya kepada Alqur’an dan Sunnah Rosulullah Nabi Muhammad SAW.  

Bahwa, kita semua menjadi saksi dengan melihat, mendengar dan mengetahui siapa-siapa yang masuk kategori murtad tersebut. juga intrsopeksi untuk diri kita masing-masing, apakah kita sesungguhnya telah murtad walaupun secara administrasi masih ber KTP Islam dan secara status sosial masih dikenal sebagai orang Islam, namun jangan-jangan kita termasuk murtad seperti yang dijelaskan diatas.

Bahwa, percayalah untuk saudara-saudaraku yang terkategori telah murtad secara substansi nya maka BES menyarankan untuk segera taubatan nasuha yang proses taubat nya tersebut menurut QS Al An’am (6) : 54 ; ” Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: “Salaamun alaikum. Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
JO An Nisa(4) : 17-19 ;
QS.4. An-Nisā’ Ayat 17 – Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
QS.4. An-Nisā’ Ayat 18 – Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang”. Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran.
QS.4. An-Nisā’ Ayat 19 – Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.

Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.harus dilakukan melalui 5 tahap :
1. Sadari dulu bahwa kejahatan yang dilakukannya.
2. Kejahatan yang dilakukan tersebut, karena dilakukan dengan adanya unsur ketidaktahuan atau kebodohannya atau dengan kata lain tidak mengerti kejahatan yang dilakukanny;
3. Menyatakan menyesal dengan taubatnya;
4. Memperbaiki diri, mengganti kejahatan yang telah dilakukannya denga berbagai amal saleh atau kebaikan-keaikan lainnya
5. In shaa Allah taubatnya tersebut akan diterima oleh Allah, karena Allah maha pengampun lagi Maha Penyayang

Oleh karena itu, masih ada waktu atau kesempatan untuk bertaubat bagi kita semua yang telah merasakan bahwa sesungguhnya diri kita telah murtad. tetapi taubatnya tersebut mestilah memenuhi ke-5 syarat diatas. Selanjutnya, perlu diketahui bagi yang belum mengetahui – bagi yang sudah tau Alhamdulillah – bahwa ada jenis taubat yang tidak diterima oleh Allah, yakni ada dua ciri :
1. Kejahatan yang dilakukannya telah dimengertinya tetapi sengaja melakukan kejahatan tersebut;
2. Melalaikan waktu berlalu begitu saja hingga menjelang ajalnya baru menyatakan taubatnya. Hal ini jelas sangat tidak diterima oleh Allah Swt.

Bahwa, penjelasan tentang kedua ciri tersebut diterangkan dalam QS At Taubah(9) ayat 83 sd 93 ;
QS.9. At-Tawbah Ayat : 83 – Maka jika Allah mengembalikanmu kepada suatu golongan dari mereka, kemudian mereka minta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang), maka Katakanlah: “Kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi berperang kali yang pertama. Karena itu duduklah bersama orang-orang yang tidak ikut berperang”.
QS.9. At-Tawbah Ayat : 84 – Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.
QS.9. At-Tawbah Ayat : 85 – Dan janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki akan mengazab mereka di dunia dengan harta dan anak-anak itu dan agar melayang nyawa mereka, dalam keadaan kafir.
QS.9. At-Tawbah Ayat : 86 – Dan apabila diturunkan suatu surat (yang memerintahkan kepada orang munafik itu): “Berimanlah kamu kepada Allah dan berjihadlah beserta Rasul-Nya”, niscaya orang-orang yang sanggup di antara mereka meminta izin kepadamu (untuk tidak berjihad) dan mereka berkata: “Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk”.
QS.9. At-Tawbah Ayat : 87 – Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak berperang, dan hati mereka telah dikunci mati maka mereka tidak mengetahui (kebahagiaan beriman dan berjihad).
QS.9. At-Tawbah Ayat : 88 – Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
QS.9. At-Tawbah Ayat : 89 – Allah telah menyediakan bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.
QS.9. At-Tawbah Ayat : 90 – Dan datang (kepada Nabi) orang-orang yang mengemukakan ‘uzur, yaitu orang-orang Arab Baswi agar diberi izin bagi mereka (untuk tidak berjihad), sedang orang-orang yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya, duduk berdiam diri saja. Kelak orang-orang yang kafir di antara mereka itu akan ditimpa azab yang pedih.
QS.9. At-Tawbah Ayat : 91 – Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,
QS.9. At-Tawbah Ayat : 92 – dan tiada (pula) berdosa atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: “Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu”. lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan.
QS.9. At-Tawbah Ayat : 93 – Sesungguhnya jalan (untuk menyalahkan) hanyalah terhadap orang-orang yang meminta izin kepadamu, padahal mereka itu orang-orang kaya. Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak ikut berperang dan Allah telah mengunci mati hati mereka, maka mereka tidak mengetahui (akibat perbuatan mereka).

JO QS An Nisa(4) ayat 16-18 ;
QS.4. An-Nisā’ Ayat 16 – Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya, kemudian jika keduanya bertaubat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
QS.4. An-Nisā’ Ayat 17 – Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
QS.4. An-Nisā’ Ayat 18 – Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang”. Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.

JO QS At Taubah(9) ayat 95, 96, 98 ;
QS.9. At-Tawbah Ayat : 95 – Kelak mereka akan bersumpah kepadamu dengan nama Allah, apabila kamu kembali kepada mereka, supaya kamu berpaling dari mereka. Maka berpalinglah dari mereka; karena sesungguhnya mereka itu adalah najis dan tempat mereka jahannam; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.
QS.9. At-Tawbah Ayat : 96 – Mereka akan bersumpah kepadamu, agar kamu ridha kepada mereka. Tetapi jika sekiranya kamu ridha kepada mereka, sesungguhnya Allah tidak ridha kepada orang-orang yang fasik itu.
QS.9. At-Tawbah Ayat : 98 – Di antara orang-orang Arab Badwi itu ada orang yang memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah), sebagi suatu kerugian, dan dia menanti-nanti marabahaya menimpamu, merekalah yang akan ditimpa marabahaya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Sungguh sudikiranya perhatikanlah tiap-tiap ayat Al Quran yang BES sampaikan ini amat menentukan nasib kita hari ini dan kedepannya bahkan di akhirat nanti agar Allah menerima taubat kita. Aamin ya rabbal ‘alamiin.

Bagi saudara saudariku yang memiliki request atau permintaan untuk membahas suatu topik tertentu, dapat disampaikan, Kajian selanjutnya pada hari selasa (JISEL) in shaa Allah akan disampaikan.

Bogor, 12 April 2020
Salam Takziem
BES = Bang Eggi Sudjana.
Koresponden Tlp/WA : 0816 3121 959

About Post Author