06/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Membangun Kekuatan Politik Alternatif dari Kaum Tertindas Menjadi Keharusan

PPMI CENTRE – Jakarta| Diatas kertas seharusnya dengan jumlah 136 juta pekerja di indonesia Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Senin (6/5/2019), angkatan kerja pada Februari 2019 sebanyak 136,18 juta orang, naik 2,24 juta orang dibandingkan Februari 2018. Sejalan dengan naiknya jumlah angkatan kerja.

Seharusnya jika seluruh pekerja Indonesia menyadari betul kekuatan politik yang mereka miliki maka 75% Parlemen di Indonesia (DPR RI) diiisi oleh para perwakilan pekerja (benar-benar atas pilihan pekerja) yang dicalonkan dari berbagai Serikat pekerja atau serikat buruh yang ada di Indonesia tapi faktanya tidaklah demikian, ada apa dengan pekerja Indonesia yang setiap pemilu hanya dijadikan sebagai lumbung suara para Parpol-parpol melalui Caleg-caleg utusan pemodal yang saat Pileg bertopeng menjadi pembela Buruh/Pekerja..?? sadarkah kita semua dengan situasi demikian dimana nalar logika sehat kita ataukah memang kaum buruh Indonesia begitu bodohnya sehingga mudah sekali diperalat oleh politikus yang ada saat ini..?? dimana kesadaran para Aktivis dan demonstran-demonstran kaum buruh yang ratusan ribu turun kejalan setiap merayakan Hari buruh Internasional 1 Mei bukankah secara esensi gerakan serikat pekerja  dapat kita simpulkan mereka semua itu telah sadar sesadar-sadarnya atas kepentingan kelasnya sebagai kelas pekerja/kaum mustadh’afin (kaum tertindas) atau aksi-aksi mayday itu hanya seremonial belaka yang tidak pernah memberikan kecerdasan politik bagi kaum buruh/pekerja Indonesia..??. berkacalah dengan kaca yang lebar lihat hari ini wahai kaum pekerja/buruh Indonesia lihat disana nasibmu digantung oleh borjuis-borjuis parlemen senayan ciptaan kaum pemodal yang sudah pasti menghamba kepada kapitalisme, sedang asik banget mempermainkan nasib hidupmu, keluargamu dan anak keturunanmu dimasa yang akan datang..?? lihat betapa pongah mereka main main ketuk palu saja disaat kita semua sedang berjibaku dipabrik-pabrik, dijalan-jalan menafkahi keluarga yang belum makan karena wabah covid 19 yang sedang melanda seluruh dunia, masihkah kita semua membohongi dan membodohi diri kita sendiri jika kekuatan politik kaum tertindas ini kita bangun sendiri untuk membela kaum kita sendiri yaitu kaum pekerja, kaum buruh, kaum proletar, kaum mustadh’afin, kaum yang teraniaya nyaris tidak dianggap direpublik ini hanya dianggap sebagai penyebar virus corona oleh pejabat sontoloyo itu.

Wabah Covid 19 ini berikut dengan segala akibat yang ditimbulkannya harusnya menjadi pembelajaran kita bersama yang dapat memupuk kesadaran dan solidaritas kita bersama bahwa faktanya kaum pemodal tidak pernah mau peduli dengan nasib kesejahteraan kita kaum pekerja/buruh di Indonesia, kita hanya diberikan sedikit kesejahteraan untuk dapat bertahan hidup dan kerja – kerja dan kerja demi meningkatkan kapitalisasi kepemilikan modal dari serahkahnya kaum kapitalis yang memang sudah terformat secara sistematis yang tugasnya hanya menggerogoti semua sumber daya alam dan sumber daya manusia untuk mengeyangkan perut-perut mereka dan koleganya saja emang dari sononya sudah rakus bin maruk para pemodal yang bermazhab sistem ekonomi Kapitalis itu. Sudah seharusnya kita mulai membangun kekuatan politik mandiri kaum buruh/pekerja Indonesia yang sejak dari dulu tidak pernah tuntas karena ketinggian ego dan nafsu tapi tenaga kurang dari kaum kita sendiri yang seharusnya mengedepankan Objektifitas, Sistematis dan Toleran sehingga lahirlah konsep tahu diri dan sadar diri, sehingga terciptalah dengan jujur, benar dan adil Gerakan politik mandiri Serikat Pekerja semuanya siap memimpin dan dipimpin oleh para Aktivis-aktivis buruh se Indonesia. Semuanya sudah tahu kalaulah kita semua sudah muak dengan kondisi hari ini solusinya hanya dengan membangun kekuatan politik kaum buruh yang mandiri menuju buruh yang maju sejahtera dan diridhoi oleh Allah SWT bisa mewujudkan semua cita-cita kaum tertindas hari ini untuk meraih kemerdekaan 100% di NKRI.

Kita semua mengetahui bahwa kaum pekerja memiliki kekuatan massa yang luar biasa jika ditata dengan baik dan benar. Dengan membangun kekuatan politik kaum buruh indonesia yang merupakan sebuah gerakan yang dibuat dari buruh untuk buruh Indonesia sendiri secara mandiri sehingga dapat melakukan terobosan dalam menyelesaikan banyak permasalahan ketenagakerjaan yang terus bertambah tanpa mendapatkan penyelesaian yang bermartabat dan berkeadilan dari Negara, jika dibiarkan maka Hal ini sangat berpotensi menciptakan Disharmonisasi hubungan Industrial yang dapat merugikan semua pihak. Lemahnya Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif dalam penyelesaian PHK, Upah, Status Hubungan Kerja, Keselamatan Kerja, Jaminan Sosial, Jaminan Kesehatan, diskriminasi, persekusi dan kriminalisasi menambah panjang daftar penderitaan Rakyat yang sudah menjadi konsumsi kita setiap hari. Belum lagi persoalan ekonomi, kesehatan dan pendidikan yang dialami rakyat dengan Mahalnya harga sembako, harga BBM/LPG yang mahal, harga listrik mahal, Biaya sekolah mahal, biaya pengobatan mahal, Biaya obat mahal dll sbgnya. Sehingga jumlah pengangguran bertambah dan lapangan kerja yang tercipta dari investor asing ternyata sebagian besar untuk pekerja asing pula yang dibawa dari Negara para Investor itu, belum lagi persoalan PP78/2015 ditambah ganasnya draft RUU Omnibuslaw yang ngotot akan dibahas di Baleg oleh DPR RI memang menyebalkan, Ironis dan menyedihkan nasib menjadi Pribumi di Indonesia sebagai Pemilik negeri ini dibuat secara sistematis menjadi Tamu di Negeri Sendiri oleh ulah sekelompok Kaum Pemodal dan antek-anteknya. Itulah fakta yang kita hadapi hari ini secara politik dan ekonomi Kaum Pekerja Indonesia sudah kalah telak.., tetapi bukan berarti tidak bisa bangkit dan menang, kemenangan hanya akan diraih dengan meningkatkan kesadaran politik pekerja itu sendiri hilangkan pameo “kita mah apa atuh hanya krupuk dicaian..??” atau “yang penting sudah bisa kerja dan makan cukuplah kita bersyukur dan bersabar..??”kalo hanya sekedar kerja, Kera juga kerja kata Buya Hamka, kalo kerja budak juga kerja di zaman fir’aun cukup dikasih makan hanya untuk bisa bertahan hidup tapi setiap hari mereka dipaksa kerja-kerja-kerja bahkan dicambuk oleh centeng-centeng fir’aun.. emangnya kita mau seperti itu..??

Kaum buruh harus mulai bergerak membangun kekuatan politik yang sudah telat ini bukan hanya berpikir Penyelesaian Kasus ketenagakerjaan saja dengan miminjam tangan Pemerintahan dalam hal ini Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif. walaupun dengan berbagai macam kendala, dalih dan dalih terbukti mereka tidak mampu menyelesaikan permasalahan inti dalam penanganan hak-hak kaum pekerja dan Rakyat Indonesia. Ketidakadilan dan Penindasan menjadi pemandangan kami setiap hari menyaksikan laporan-laporan yang masuk di meja Advokasi Serikat Pekerja. Tumpang Tindih regulasi Isu RUU Omnibuslaw makin Nampak bahwa yang pemerintah buat hanya untuk kepentingan kaum pemodal dan penguasa itu semua membuat kami gerah, entah sudah berapa ratus dan ribu kali kami melakukan aksi-aksi unjuk rasa di jalanan dengan berbagai cara bahkan banyak rekan-rekan kami (Para Aktivis, Ulama dan Tokoh Nasional) dikriminalisasi dan ditahan pihak berwajib karna melakukan tindakan-tindakan yang dianggap melanggar aturan unjuk rasa padahal Penguasa tidak pernah melihat sumber masalah yang dihadapi kaum pekerja dan rakyat hari ini betapa kami merasakan betul ketidakadilan yang menerpa dan penindasan yang terjadi terus-menerus nyaris tanpa henti diseluruh wilayah NKRI.

Maka Serikat Pekerja bersama gerakan pro-rakyat lainnya saat ini menyatukan gerakan, visi dan misi untuk memulai sebuah gerakan jalanan menuju parlemen dan merebut kekuasaan untuk dapat memperbaiki kondisi nasib kaum pekerja melalui pembuatan regulasi yang pro kepada pekerja dan rakyat Indonesia secara konstitusional, Gerakan SP/SB Menuju Parlemen adalah salah satu solusi dari sekian banyak solusi yang menurut kami realistis dan konstitusional yang paling mungkin dilaksanakan Insya Allah tepat sasaran. Tugas Serikat Pekerja mempersiapkan kader-kader terbaik mereka untuk maju menjadi Anggota Legislatif sebagai Perwakilan Daerah, Pusat, Provinsi dan Kab/Kota untuk menjawab kebuntuan regulasi, pengawasan dan penindakan yang selama ini hambar kami rasakan, tentunya langkah Gerakan Serikat Pekerja menuju Parlemen perlu sokongan dan dukungan dari seluruh Anggota Serikat pekerja dan Keluarganya lintas Wilayah, Federasi dan Konfederasi untuk menjadikan Kader-kader terbaik SP/SB untuk duduk di Parlemen. Tahun 2024 adalah tahun klimaks perjuangan Serikat Buruh dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki untuk masuk ke Parlemen memperjuangkan hak-hak kaum pekerja dan Rakyat Indonesia yang telah dikebiri, dimasgulkan dan diniscayakan oleh Kaum Pemodal dan Antek-anteknya yang menguasai Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif sehingga Kaum Pekerja dan Rakyat makin tidak berdaya atas nama hukum dan keadilan yang telah mereka ciptakan sendiri untuk membungkam suara rakyat. Kaum Pekerja dan Rakyat harus bangkit dari keterpurukan politik, ekonomi, hukum dan sosial inilah momentum tepat untuk memperbaiki kondisi Nasib hidup kita. Kesadaran Politik harus terus dibangun berikan kepercayaan kepada kader-kader SP/SB untuk dapat menjadi pemenang di Pemilihan Legislatif Tahun 2024 agar mereka dapat membuat Undang-undang yang pro Pekerja, Pro Rakyat dan Pro Umat. Semua pihak oposisi hari ini harus menyatukan gerakan, berikan kecerdasan politik kepada Rakyat Pekerja, siapapun mereka selama memiliki visi dan misi yang sama dengan kita adalah menjadi sahabat kita, bangun aliansi-aliansi strategis dan taktis untuk memajukan dan membangun kekuatan rakyat untuk dapat menguasai Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif yang selama ini tumpul jika berhadap-hadapkan dengan kekuasaan.

Jangan salahkan dan bersangka buruk kepada Allah SWT kenapa kita tertindas terus dan diam saja, tapi salahkan kebodohan dari pribadi para pekerja kita yang malas membaca, malas menulis, malas berdiskusi maunya kasusnya tahu beres dan enak saja, sehingga lupa membangun sebuah kekuatan pekerja dengan persatuan dan kesatuan para pekerja itu sendiri, hari ini kita harus satukan hati kita untuk memikirkan bagaimana caranya meningkatkan kesadaran politik kaum pekerja dari sabang sampai marauke untuk berkuasanya kaum mustadh’afin, Kelas pekerja demi kejayaan NKRI

Ayoo semua kaum oposisi rakyat yang melawan hari ini, bangkitlah dan bersatulah bangun kekuatan politik alternative dari kelas pekerja untuk rakyat indonesia..

Bangun kekuatan-kekuatan politik rakyat;
Penuhi Warkop-warkop untuk membangun kesadaran politik rakyat;
Bangun tempat diskusi di rumah-rumah kita masing-masing;
Perbanyak forum – forum diskusi dan ceramah-ceramah di Majelis Taklim sebagai ajang pembelajaran politik umat;

Jadikan Mesjid-mesjid sebagai benteng utama umat Islam, Bangun terus semangat sholat subuh atau sholat 5 waktu berjamaah penuhi masjid-masjid, musollah dan langgar-langgar menjadi ajang pertemuan umat untuk saling berbagi informasi dan perkembangan situasi politik terupdate di Tanah Air.

Jadikan kantor-kantor serikat pekerja sebagai pusat diskusi dan informasi dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran politik para pekerja di Indonesia

Ajak Umat dan Ulama untuk membangun kesadaran Politik Rakyat untuk memenangkan Perwakilan-perwakilan Rakyat yang benar-benar Pro Rakyat.

Buat tulisan-tulisan dan selebaran-selebaran  dengan penyebaran informasi logis, actual, terpercaya yang  objektif, terstruktur, sistematis dan massif diseluruh media-media social, cetak dan elektronik untuk memberikan pemahaman dan kesadaran politik kepada Rakyat agar menjadi toleran dan berkepribadian

Bentuk relawan-relawan yang siap mengawal gerakan politik ini, bangun aliansi-aliansi sinergis, strategis dan taktis sampai ketingkat RT/RW/DUSUN/DESA.

“Membangun Kekuatan Politik Alternatif dari Kaum Tertindas hari ini menjadi Keharusan, diibaratkan telah menjadi syarat mutlak bagi kaum tertindas hari ini jika ingin Bangkit dari Ketertindasannya”

Semoga Allah SWT meridhoi perjuangan kita sehingga semua usaha-usaha yang kita laksanakan dimudahkan dan dimenangkan oleh Allah SWT.. Aamiiiinn

Allahu Akbar.. Allahu Akbar..!!!!
Jakarta, 7 April 2020
Daeng Wahidin
Presiden PPMI Periode 2017 – 2022

About Post Author