04/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

BES = Kajian Islam ARBA’A (JI-ARB) ; Ikhlas dipastikan melahirkan Istiqomah

PPMI CENTRE – BOGOR | Lanjutan dari pembahasan mengenai Ikhlas, kini secara objektif  dan sistematis, setelah ikhlas dibahas mengenai ISTIQOMAH.
Penjelasannya, bahwa Istiqomah secara umum dapat diartikan atau dimengerti dengan istilah konsisten atau teguh pendiriannya, kuat dalam memegang prinsip. Lebih tepatnya orang-orang  yang istiqomah itu kebalikannya dari orang-orang  yang munafik sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya.

Secara Ost-jubedil, orang-orang yang ikhlas dapat dipastikan melahirkan orang-orang  yang istiqomah. Dengan kata lain tidak mungkin orang itu istiqomah jika tidak didasari keihklasan dalam bertauhid kepada  Allah SWT. Lebih rinci lagi kita mengidentifikasikan orang-orang istiqomah tersebut dengan 3 faktor,  yaitu :
1. Optimismenya,
2. Keberaniannya,
3. Ketenangan Jiwanya.

Ad. 1. Optimismenya, dapat dimaknai dengan tidak pernahnya merasa putus asa atau putus harapan dari rahmat Allah, sehingga dia selalu percaya  dan  yakin akan akan bantuan, pertolongan dan pembelaan dari Allah SWT dalam segala urusannya, karena orang istiqomah itu sudah ikhlas menjadikan Allah & Rasul-Nya yang mengatur cara atau gaya hidupnya. Bahkan orang istiqomah itu berkomitmen, raditubillahirobba wabil islami diina, wabi muhammad Rasulullah Saw wanabiya (aku ikhlas, Tuhanku adalah ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA, aku ikhlas ajaran islam yang mengatur hidupku, dan aku ikhlas Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dan tuntunan hidupku). silahkan baca QS An Nisa: 174-175; QS Ali Imran 3 : 31 jo Al Baqarah 110 & 112. Dari sikapnya yang istiqomah itulah menjadikan dia orang-orang tawakal penuh kepada Allah SWT.

Ad. 2. Keberaniannya dari orang-orang istiqomah tersebut, suatu konsekuensi, psikologisnya dengan dia secara sungguh-sungguh  ikhlas  dan tawakal kepada Allah SWT, dia hanya takut kepada Allah dan dia harapannya  serta ketergantungan hidupnya hanya kepada Allah dan menempatkan Allah di atas segalanya, juga sekaligus pada saat yang sama mengikuti contoh atau kegiatan hidup secara prinsip yang dijalankan oleh Rasulullah Nabi Muhammad SAW. Bahkan keberaniannya tersebut  sebagai orang-orang yang istiqomah, patuh kepada perintah Allah yang diperintahkan kepada nabi-Nya, seperti perintah Allah menyatakan perang kepada siapapun yang melawan Allah dan rasulnya (QS Ali Imran 142  & 146). Namun perlu disadari bahwa sikap keberaniannya tersebut  tidaklah diikuti dengan pendekatan nekad, sebab nekad cenderung nengabaikan strategi atau taktik, cenderung emosional saja sedangkan keberanian satu sikap yang penuh daya juangnya untuk melawan dan  atau memperjuangkan yang diyakininya tersebut untuk mendapatkan keridoan Allah SWT. QS.2. Al-Baqarah ayat 207 ; “Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya untuk mencari keridaan Allah. Dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya”.

Oleh karena itu, dalam pendekatan secara OST-JUBEDIL , keberanian tidak sama dengan nekad, apalagi menempuh dengan cara-cara terorisme, karena sudah dapat dipastikan cara-cara terorisme itu diharamkan dalam ajaran islam atau setidaknya tidak dibenarkan menempuh dengan cara nekad dan terorisme, karena hal itu bertentangan dengan Al Quran dan contoh sunnah Nabi Muhamnad SAW.

Salah satu ayat Al Qurannya adalah QS.3. ‘Āli `Imrān ayat 159 – Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.
Jelas inti dari ayat tersebut adalah setiap urusan mestilah dimusyawarahkan terlebih dahulu, dengan sikap lemah lembut  dan tidak berhati kasar. Sebab, jika berhati kasar mereka lari meninggalkannya. Hal itu merupakan bimbingan dari Allah melalui rahmat-Nya. Jadi bukan pendekatan nekad  dan cara-cara terorisme. Yang benar adalah bertekad bukan nekad. Bahkan bersedia memaafkan kesalahan dan memohonkan ampunannya kpd Allah SWT. 

Bahwa cara-cara yang diajarkan oleh Allah SWT melalui wahyunya tersebut, amat penting untuk dijadikan pegangan/pedoman/petunjuk dalam menghadapi setiap persoalan kehidupan. Terutama kehidupan di dalam ber Islam, Ormas, Serikat Pekerja, Partai Politik dan hal-hal lainnya yang sering membuktikan umat islam gampang sekali di pecah belah atau di provokasi menjadi pecah belah dengan cara di adu domba oleh orang-orang yang pasti kafir, zalim, fasik,  musyrik, munafik dan murtad.

Bahkan lebih jauh dari itu, dapat kita saksikan secara internasional  maupun nasional yaitu adanya ISIS secara internasionalnya dengan cara-cara terorismenya serta komando “Jihad”, stigma radikal, stigma ekstrem, stigma intoleran  dan berbagai stigma lainnya yang bersifat negatif kepada ajaran Islam dan  Umatnya. Apa yang dilakukan dengan ISIS itu jelas bertentangan dengan Alqur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW.

BES yakin bahwa, gerakan-gerakan tersebut merupakan satu design atau dirancang dengan sengaja atau direkayasa secara jahat oleh orang-orang yang berjiwa kotor sehingga otaknya pun menjadi kotor dan  seburuk-buruknya makhluk (baca QS Al Anfal  : 22 , 55 & 56).

Tindakan terorisme ini merupakan tindakan kejahatan yang terorganisir, sistematis dan massif yang secara jahat memfitnah ajaran islam dan umatnya, sehingga menjadikan Islam dan penganutnya tersudut / terpojok, yang menjadikan ajaran islam dan umatnya tersebut anti kepada kemanusiaan, kesejahteraan dan anti kepada cara-cara hidup yang beradab dan berperikemanusiaan.

Padahal sesungguhnya ajaran islam yang dipraktekkan oleh Nabi Muhammad SAW, sebagai contoh teladan yang terbaik bahkan dapat julukan the walking quran (quran yg berjalan) serta pengakuan dari Dunia Internasional sebagai Manusia yang paling berpengaruh di Muka bumi Allah ini.

Sebagai Contoh kecil dari Nabi Muhammad SAW yaitu memindahkan duri atau benda lainnya yang dianggap membahayakan ke pinggir jalan atau ke tempat lainnya yang membuat orang aman dari jalan yang dilaluinya adalah perintah & contoh yang dilakuan oleh Nabi Muhammad SAW, menyediakan hidangan dalam menyambut tamunya atau setidaknya bersikap ramah dengan senyum, semua itu dianggap ibadah dalam ajaran islam, bahkan QS. Al Maidah ayat 32 ; “bahwa barang siapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia”. Bahkan petikan ayat tersebut di negara Belanda dijadikan poster di berbagai halte bus. Oleh karena itu, bagaimana mungkin secara objektif  dan sistematis bahwa dalam ajaran islam dan contoh dari Nabi Muhammad SAW adalah ajaran terorisme, radikalisme, ekstremisme dan lain sebagainya yang berstigma negatif kpd Islam dan umatnya.

Sekali lagi patut ditekankan bahwa terorisme, radikalisme, ekstremisme, serta stigma buruk lainnya yang menghujat atau mendeskreditkan Islam & umatnya pastilah itu bukanlah ajaran islam. Namun herannya sudah seperti menjadi musuh bersama kepada ajaran Islam & umatnya yang membuat program atau agenda deradikalisasi  dan pembantaian terhadap terorisme difokuskan kepada umat Islam, contoh terbaru dan masih aktual adalah di Papua, gerakan bersenjata (OPM) oleh orang-orang Papua, bahkan jelas-jelas minta merdeka atau setidaknya minta memisahkan diri dari NKRI, namun tak satupun gerakan tersebut distigmakan sebagai gerakan radikal, ekstrim dan terorisme.

Bahkan yang membakar masjid disanapun diundang ke istana dan lebih anehnya lang yang membantai umat Islam di Wamena sampai hari tidak jelas tindakan dari pemerintah pusat kepada mereka. Juga tidak ada serbuan balik atas perintah TNI/POLRI kepada mereka yang meminta merdeka yang telah membunuh aparat TNI/POLRI sendiri oleh gerakan separatis tersebut.

Bahkan, bom-bom meledak di tempat lain sepeti surabaya, poso, ambon bahkan jakarta adalah tuduhan dilakukan oleh umat Islam. Inilah kejahatan yang amat keji, memfitnah ajaran Islam dan umatnya.

Namun sedihnya, semuanya terjadi di negara Republik Indonesia tercinta, MENGAPA YA ?

Ad. 3 Jiwa yang tenang. Hal ini pun merupakan turunan logis dari sikap hidup yang sebelumnya sudah diterangkan yaitu optimisme dan keberaniannya yang sesuai dengan ajaran Islam. Maka, suasana hati dan pikiran dari  orang-orang  yang istiqomah itu pasti mendatangkan jiwa yang tenang dan tidak takut kepada apapun dan siapapun.

Contoh konkretnya dan terbaru, terjadi di seputar kita yaitu dalam menghadapi virus corona yang terjadi di seluruh dunia termasuk di indonesia khususnya wilayah Jabodetabek. Pertanyaannya, bagaimana sikap kita dan umat islam serta pemerintahannya dalam menghadapi musibah virus corona tersebut.

Dalam hal ini sikap masyarakat islam indonesia terbelah yaitu ada yang setuju masjid ditutup  dan  banyak pula yang tidak setuju masjid ditutup.
Dalam menjawab pertanyaan ini, perlu didasari kepada sikap jatidiri orang-orang yang istiqomah, yaitu optimis, berani dan kini dlm pembahasan jiwa yang tenang. Berdasarkan BES theory,OST JUBEDIL  sangat jelas dan terlihat bagaimana menempatkan orang-orang  yang setuju penutupan masjid  dan  tempat-tempat ibadah lainnya, yaitu tentu mesti mendasari kepada ayat-ayat Al Quran dan hadist yang memungkinkan menjawab hal itu atau pendapat jumhur ulama yang pernah ada dalam menghadapi masalah wabah seperti virus corona ini. Berdasarkan Al Quran ada disebutkan dlm QS Al Baqarah : 114, 125,126, & 130 QS2. Al-Baqarah ayat 114 – Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalanghalangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.; 125 – Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”.; 126 – Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”. ; 130 – Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.

jo QS At-Tawbah Ayat 18 – Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.

QS Al-Jumu`ah Ayat 9 – Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

QS. Al-Fātiĥah ayat 5 – Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.

Dari keenam ayat tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut ;
Pertama, orang-orang yang melarang disebut nama Allah dalam masjid-mesjid yang ada atau menutupnya adalah perbuatan zalim. Diibaratkan oleh Allah sama dengan merobohkan masjid itu.
Kedua, rumah Allah Ka’ bah/masjid adalah tempat berkumpul, aman, tempat salat, tempat ruku & sujud, itikaf & tawaf.
Ketiga, doa Nabi Ibrahim as. yang telah dikabulkan oleh Allah SWT sampai detik ini, yaitu negeri  Mekkah yang aman & berlimpah rezekinya, antara lain banyaknya buah-buahan, dimana dulunya daerah Mekkah merupakan daerah tandus, kering dan tidak ada air.
Keempat, bagi orang-orang yang membenci ajaran Ibrahim yang lurus itu, Allah menyebutnya sebagai orang-orang yg bodoh alias oon.
Kelima, berdasarkan QS At Taubah Ayat 18 – Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk. dan Alfatihah Ayat 5 jelas menempatkan Posisi Allah SWT sebagai satu-satunya tempat memohon segala pertolongan dan perlindungan.

Berdasarkan keenam ayat tersebut dari berbagai pandangan mazhab yg ada, tidaklah boleh bertentangan dengan ayat-ayat Quran tersebut. Pertanyaan seriusnya, mengapa Pemerintah Pusat,  Pemerintah Provinsi DKI, Jabar, Jateng, Jatim dan provinsi lainnya, termasuk MUI melakukan karantina daerah dengan fokusnya menutup masjid dan musollaah.?. Apa dalilnya.?, di ayat berapa Qurannya.?, dimana hadisnya  yang tegas  membolehkan masjid dan mushollah  ditutup .?
QS.3. Ali Imran ayat 19 : “Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab, kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan-Nya.”

Bila TIDAK ADA dalil yang jelas di Quran & hadis, lalu pertimbangan apa yang menjadi dalil untuk menutup masjid dan musollah tersebut. Padahal bisa diatur sedemikian rupa mengikuti Protap Kemenkes dalam hal social distancing tanpa harus melakukan penutupan masjid justru alasan sebagian ulama untuk menghindari Fitnah..?? . Justru Fitnah semakin banyak bermunculan karena melakukan penutupan Masjid dan Mushollah..!!!

Mengapa tidak ditempuh satu kebijakan atau pendekatannya melalui IPTEK, khususnya di bidang kedokteran & ilmu medisnya untuk mengatasi virus corona tersebut, seperti cukup dengan memakai masker, cuci tangan, makan dan Minum  vitamin untuk meningkatkan imunitas dalam tubuh kita  kemudian sosialisasikan dengan baik Jaga Jarak antar jamaah yang memungkinkan ditambah dengan doa kepada  ALLAH SWT dengan dasar QS Al Baqarah ayat 186 ; “Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran.”tentunya Doa ini lebih mustajab dan makbul jika dilakukan dengan khusyu di Mekkah depan Kabah !

Amat sangat jelas, doa pasti dikabulkan oleh ALLAH dengan syarat beriman dan bertakwa, yaitu melaksanakan perintah ALLAH dan menjauhi larangan-Nya (Surat Al Baqarah ayat 186) Pertanyaannya,  bagaimana dengan  perintah ALLAH di keenam ayat yang telah disebutkan diatas. Mengapa tidak dijalankan perintah ALLAH tsb ? Jika tidak dijalankan bagaimana kualitas Iman kita dan bagaimana mungkin doa dikabulkan karena tidak melaksanakan perintah ALLAH tersebut.

Hal ini bertentangan dengan QS Al Fatihah ayat 5 : “hanya kepada engkaulah kami menyembah dan hanya kepada engkaulah kami meminta pertolongan”. yang pasti dibaca minimal 17 kali dalam sehari tetapi tidak diimplementasikan dalam kehidupan kita maka wajar ketika Allah Murka kepada kita semua.

Oleh karena itu, sudah jelas dalam perspektif ajaran islam yang berfokus pada tauhidillah (beriman betul-betul  hanya kepada Allah), kita mesti menjalankan perintah atau bertakwa dulu kepada Allah SWT baru meminta pertolongannya. Terkait dengan corona, perintah keenam ayat tersebut  tidak dijalankan lalu bagaimana kita meminta pertolongan kepada Allah SWT ?

Jadi secara OST-JUBEDIL (Obyektif , Sistematis, Toleran  – JUjur,BEnar, aDIL) orang-orang yang MENUTUP  Masjid melalui kebijakannya, baik lewat Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, MUI serta Tokoh-Tokoh yang dianggap ulama, bagaimana pertanggungjawabannya di akhirat.?, apa yang mau dijawab dihadapan Allah nanti di akherat.?, sementara pertanyaan di atas saja belum ada yang menjawab  dengan kata lain, apa dalil-dalil ayat Quran dan hadisnya. Selanjutnya, pertanyaan seriusnya, mengapa tempat-tempat umum dimana orang banyak berkumpul  dan juga tidak mungkin menjaga jarak seperti di Stasiun, Bandara, Terminal, Pasar dan tempat lainnya yang masih berseliweran banyak  orang kok tidak ditutup ? Hal ini menambah pertanyaan, adanya kebijakan diskriminatif yang berimplikasi menjadi  kebijakan dzalim, karena di sisi lain Masjid banyak yang ditutup.?. Sisi lain, BES setuju dengan karantina daerah yang terbatas, ASALKAN JANGAN MENUTUP MASJID !!!. Jadi, keyakinan kita umat Islam yang benar-benar mau Istiqomah menjalankan ajaran islam untuk datang ke masjid, shalat jum’at beribadah TIDAK terganggu  atau tidak dihalangi-halangi. Hal ini berpotensi melanggar HAM & pelanggaran hukum itu sendiri, terutama Pasal 29 ayat 2 UUD 1945.

Pertanyaan serius lainnya, apakah ada hidden agenda (agenda tersembunyi dari situasi ini, bisa antara AS – Inggris vs Cina-Rusia Vs Timur Tengah, atau karena pengaruh globalisasi kekuatan lainnya yang benar-benar secara ideologi mereka itu semua ANTI  ISLAM , sebagaimana kita tahu, salah satu pokok dasar ajaran Islam menolak social distanching, justru ajaran Islam mengajarkan dekat dengan Masyarakat, bersalaman bisa menghapus Dosa di antara kedua orang tersebut. Namun itu semua sirna atau kalah total dengan gerakan ideologi global yang membenci Islam, seperti yang pernah diterangkan dalam kajian islam sebelumnya, yaitu liberalis-kapitalis  & sosialis- komunis, sebagaimana QS .Al-Jāthiyah Ayat 23 – Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?; 24 – Dan mereka berkata: “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa”, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.

Lebih fokus lagi Kita mengerti ajaran komunis yang menolak adanya Tuhan didalam manifestonya, sebagaimana virus corona berasal dari Wuhan China yang berideologi komunis. Jangan hanya dilihat peristiwa medis semata. Apalagi kita menyaksikan, berbondong-bondong orang Cina yang berlabel Tenaga Kerja Asing  masuk ke Indonesia di berbagai daerah, relatif mudah masuknya karena diizinkan oleh Pemerintah Pusat dan aparat tidak bisa ngapa-ngapain menghadapi ini. Bahwa untuk itu diperlukan analisis secara Qurani terkait hidden agenda, sudi kiranya kita jalankan perintah ALLAH dalam Q.S. Al Baqarah ayat 120, 135, 140, 170, 171, 174, 175, 208, 209, 214, 216, & 218 sebagai berikut QS.2. Al-Baqarah Ayat 120 – Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.; 135 – Dan mereka berkata: “Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk”. Katakanlah: “Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik”.; 140 – ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?” Katakanlah: “Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah yang ada padanya?” Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan.; 170 – Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab: “(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”. “(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?”.; 171 – Dan perumpamaan (orang-orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu dan buta, maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti.; 174 – Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih.; 175 – Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksa dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka!; 208 – Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.; 209 – Tetapi jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran, maka ketahuilah, bahwasanya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.; 214 – Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.; 216 – Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Jo QS Ali Imran : 65,66, 78, 149, 150, 152 sebagai berikut QS.3. ‘Āli `Imrān Ayat 65 – Hai Ahli Kitab, mengapa kamu bantah membantah tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir?; 66 – Beginilah kamu, kamu ini (sewajarnya) bantah membantah tentang hal yang kamu ketahui, maka kenapa kamu bantah membantah tentang hal yang tidak kamu ketahui? Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.; 78 – Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: “Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah”, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui.; 149 – Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi.; 150 – Tetapi (ikutilah Allah), Allahlah Pelindungmu, dan Dialah sebaik-baik Penolong.; 152 – Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mendurhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. Di antaramu ada orang yang menghendaki dunia dan diantara kamu ada orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk menguji kamu, dan sesunguhnya Allah telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang orang yang beriman.

Jo QS 9 At-Tawbah Ayat 111 – Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa “Islam itu tinggi dan tidak ada yang mengalahkan ketinggiannya.” Bahwa saksikanlah ya Allah sangat menyedihkan di negeri Republik Indonesia tercinta saat ini banyak tokoh-tokoh dari kalangan muslim sendiri terkesan  dan terlihat,  tidak atau sekurang-kurangnya tidak peduli dengan dalil-dalil dari ayat-ayat Al Quran yang BES sampaikan tersebut.

Oleh karena itu, bagi orang-orang yang istikomah, teguh memegang prinsip-prinsip yang diyakininya, tentu akan berupaya maksimal untuk menjalankan tegaknya syariat islam dan berharap kepada ALLAH melalui iman & takwanya, dengan penuh ikhlas, tunduk, taat patuh hanya kepada ALLAH dan tawakkal kepada-NYA , sebagaimana dijelaskan dengan terang benderang dalam QS 2 :  2-5 Al-Baqarah Ayat 2 – Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,; 3 – (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.; 4 – dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.; 5 – Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.

jo QS 9 At-Tawbah Ayat 105 – Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. ; 111 – Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.

Jo QS 3. ‘Āli `Imrān ayat 142 – Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.; 146 – Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.

jo QS 59. Al-Ĥashr Ayat 18 – Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.; 19 – Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.; 20 – Tidaklah sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni jannah; penghuni-penghuni jannah itulah orang-orang yang beruntung.; 21 – Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.; 22 – Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.; 23 – Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.; 24 – Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepada-Nya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Itulah sebabnya, jika ayat-ayat tersebut dijalankan, maka mendatangkan jiwa yang tenang atau muthmainnah. semoga Negara Republik Indonesia senantiasa diberikan Perlindungan dan Pertolongan dari Allah SWT,.. Aamiinn

Bogor, 15 April 2020
Salam Takziem
BES = Bang Eggi Sudjana.
Koresponden Tlp/WA : 0816 3121 959

About Post Author