25/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

BES Tausiah Kamis ; Pengertian Mujahid dalam perspektif Logika Alquran

PPMI CENTRE – BOGOR | Banyaknya masukan/saran, maka mulai hari ini  istilah kajian diubah men jadi Tausiah kita akomodir sebagai bentuk implementasi Toleran BES kepada para pembaca dan kita semua mencoma memahami Logika Alquran yang maha dahsyat dan Agung ini

Bahwa dalam kajian kemarin, telah dijelaskan mengenai Ikhlas dan Istiqomah yang merupakan satu pemikiran yang bersifat OST-JUBEDIL, yaitu orang-orang yang ikhlas dapat dipastikan menjadi orang-orang yang istiqomah. Selanjutnya, dapat pula dipastikan menjadi orang-orang yang semangat berjuang di jalan Allah atau dengan istilah Mujahid. Adapun pengertian dari kata Mujahid, secara umum yaitu orang-orang yang berjuang di jalan Allah dengan mempersiapkan, melatih diri, mengajak yang lainnya untuk dilatih dan kemudian membangun kekuatan seoptimal mungkin dalam berjihad fii sabilillah. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam QS.8. Al Anfal ayat 60 : Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah, musuh kalian, dan orang-orang selain mereka yang kalian tidak mengetahuinya; sedangkan Allah mengetahuinya.  Apa saja yang kalian nafkahkan pada jalan Allah, niscaya akan dibalasi dengan cukup kepada kalian dan kalian tidak akan dianiaya.

Dalam upaya untuk memenuhi apa yang diperintahkan Allah sebagaimana QS. 8. Al Anfal ayat 60 diatas, maka perlu diutarakan di sini apa yang telah disampaikan Mas Imbang Djaya (salah seorang pendiri PPMI/Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia), dimana Mas Imbang memposting satu WhatssAp yang isinya sebagai berikut. (sekaligus saya tampilkan juga jawaban dari saya):

Berikut masukan dari Mas Imbang : 

  • Wasilah 334
  • Ciri Orang yang Rajin Baca Al Quran Tapi Tidak Diridhoi Allah
  • Membaca dan memahami Al-Quran adalah kebaikan.
  • Tapi menurut ustadz Adi Hidayat tidak semua orang yang baca dan hafal Al-Quran mendapat ridho dari Allah Swt.
  •  Tidak ada kebaikan yang mengalir dalam dirinya.
  • Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, keberhasilan orang membaca, menghafal, dan memahami Al-Quran adalah adab.
  •  Semakin adab dan prilakunya baik, maka tandanya kebaikan Al-Quran mengalir dalam dirinya.
  • Dalam Surat Fatir Ayat 32 sudah Ustadz Adi menjelaskan bahwa Allah mewariskan Al Quran kepada orang-orang yang dipilih.
  •  Ini artinya kata dia, ridho Allah tidak semua mengalir kepada orang yang baca Al Quran.
  • “Ada yang rajin baca satu hari satu jus, satu hari satu surat. Ada yang rajin menelaah, tiap hari buka tafsir ini itu, dan rajin menghafalkan.
  • Tapi Masya Allah apakah semua orang itu dianggap benar ketika berinteraksi dengan allah.
  • Tidak!” ujar ustadz Adi ,
  • Menurut Ustadz Adi, ada orang yang senang baca Al Quran masih berprilaku dholim.
  • “Dia rajin baca Al-Quran tapi tidak mampu menempatkan ayat Al-Quran  bukan pada tempatnya.
  • Dholim itu menempatkan sesuatu bukan pada tempatnya,” jelasnya.
  • “Ini penghapus, digunakan untuk menghapus papan tulis misalnya, tapi dipakai untuk melempar.
  •  Gelas fungsinya menampung air untuk minum, gayung fungsinya menampung air untuk mandi.
  •  Kalau ada orang minum pakai gayung, mandi pakai gelas itu dholim namanya,” tambahnya.
  • “Ada orang sering ngaji baca qul huwallahu aḥad. Katanlah bahwa Dialah Allah yang Maha Esa. Hafal ayatnya tahu makanya tapi masih mengatakan semua agama sama itu dholim namanya,” jelas ustadz Adi.
  • Sebab itu, ustazd Adi menyatakan bahwa orang yang hafal dan sering baca Al Quran tidak menjamin dirinya mendapat Ridho Allah.
  • Karena dalam kehidupan sehari-hari banyak orang yang rajin ibadah, tapi tidak dibarengi dengan prilaku atau adab yang baik.
  • “Jadi ciri orang yang berhasil dengan Al Qurannya kata Allah adalah adab,” tandasnya.
  • Jadi jangan bangga kalau ada anak anda hafal Al Quran 30 jus tapi tidak merubah prilakunya.
  • Berarti ada yang salah dalam hafalannya,” tambahnya.
  • Menurut ustadz Adi
  • orang yang sudah dekat dengan Al Quran hatinya. maka pasti dia akan berperilaku baik. Karena isinya semuanya kebaikan.
  • Maka secara otomatis dorongan kebaikan setiap harinya selalu muncul.

Sementara itu, berikut  jawaban dari saya (BES=Bang Eggi Sudjana) ;
Setuju.., sisi lain menurut saya orang yang baca Al Qur’an kemudian memahaminya dan mengamalkannya disamping sebagai “Adab” tapi juga merubah cara BERFIKIRNYA  menjadi OST-JUBEDIL (Obyektif  Sistimatis , Toleran – Jujur , Benar , Adil ). sehingga ISLAM ITU FUNGSIONAL
Dengan tegaknya atau berjalannya Islam Fungsional itu maka itulah wujud kongkrit dan ilmiah ISLAM RAHMATAN LIL ALAMIN serta bila difokuskan di suatu negeri seperti Indonesia akan terasa dengan sesungguhnya yaitu BALDATUN TOYIBATUN WAROBUN GHOFUR  Suatu Negeri yang aman dan damai dalam Ampunan ALLAH SUBHANNA WA TA ALA) Untuk itulah ISLAM perlu BERKUASA atau MENJADI PEMIMPIN Sebab bila tidak maka 70% Ayat-ayat Quran yang sudah ada atau sudah di hafal TIDAK MUNGKIN DITERAPKAN, seperti Hukum Pidana, Hukum Tata Negara, Mencerdaskan kehidupan Bangsanya, Mensejahterakan dan Melindungi Tumpah Darah Rakyatnya, Harta Bendanya dan Keluarganya dari gangguan negara lain berupa PERANG atau Korban Konspirasi Globalisasi atau skala sempitnya TERLINDUNGI dari segala bentuk kriminalitas dan KeDzoliman dari antar Warganya atau Rakyat lainnya, dalam posisi ini tidak kurangi hormat saya dengan Ustadz Adi ADA DIMANA ? DAKWAHNYA TIDAK PERNAH BERANI MENYENTUH  KEKUASAAN YANG DIA PAHAMI BETUL SEBAGAI PENGUASA YANG DZOLIM, TIDAK PERNAH KITA DENGAR DIA BERJUANG UNTUK TEGAKNYA HUKUM ISLAM BAHKAN BELUM PERNAH DI PENJARA UNTUK ITU ??? Bisakah Ustadz Adi disebut TIDAK PUNYA ADAB atau Dzolim juga dalam hal Tersebut ???
Kiranya kita kembali kepada cara berfikir OST JUBEDIL untuk tidak Dzolim yang di ukur dari INTEGRITAS, KAPASITAS dan OTORITAS yang melekat pada Diri seseorang, tidak bisa kita sama ratakan begitu saja seperti contoh-contoh  yang diutarakan Ustad Adi diatas, tapi satu point saja intinya “JANGAN KITA BICARA YANG TIDAK KITA LAKUKAN , ITU PERBUATAN YANG AMAT ALLAH BENCI “, dasar saya berpendapat itu ada dijelaskan dalam Al Quran QS.61 Aş-Şaf Ayat 2 – Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?; 3 – Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.; 4 – Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.

Untuk itu mari kita sama sama berjuang di jalan sesuai dengan kemampuan yang kita miliki masing-masing seperti Mas Imbang dengan upaya cari Dana  buat membangun ekonomi kerakyatan, saya upayakan mencerdaskan kehidupan bangsa dan kemudian membangun suatu KEBERSAMAAN UMAT ISLAM seperti BANGUNAN YANG KOKOH , untuk itu mari kita siapkan KEKUATAN OPTIMAL untuk menghadapi musuh ALLAH , RASULNYA dan Musuh Kita seperti yang dijelaskan dalam QS. 8 Al-‘Anfāl Ayat 60 – Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).

Bahwa dengan pemaparan postingan dialog antara BES dan Mas Imbang di atas, kiranya patut dijadikan input atau masukan berpikir untuk kita kaum muslimin dan muslimat yang levelnya Insya ALLAH kategori orang-orang yang Ikhlas dan Istiqomah, terlebih untuk para Da’i & para Ulama, untuk bisa diambil sebagai ibroh/pelajarannya. Oleh karena ALLAH SUBHANNAHU WA TA ALA  sangat menekankan kepada semua orang yang beriman & bertakwa untuk menjalankan QS.2. Al-Baqarah Ayat 214 – Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.; 216 – Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.; 218 – Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Jo QS.3 ‘Āli `Imrān Ayat 142 – Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.; 146 – Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.

Jo QS.5. Al-Mā’idah Ayat 41 – Hari Rasul, janganlah hendaknya kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera (memperlihatkan) kekafirannya, yaitu diantara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka: “Kami telah beriman”, padahal hati mereka belum beriman; dan (juga) di antara orang-orang Yahudi. (Orang-orang Yahudi itu) amat suka mendengar (berita-berita) bohong dan amat suka mendengar perkataan-perkataan orang lain yang belum pernah datang kepadamu; mereka merubah perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka mengatakan: “Jika diberikan ini (yang sudah di rubah-rubah oleh mereka) kepada kamu, maka terimalah, dan jika kamu diberi yang bukan ini maka hati-hatilah”. Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatupun (yang datang) daripada Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.

Jo QS. 9. At-Tawbah Ayat 95 – Kelak mereka akan bersumpah kepadamu dengan nama Allah, apabila kamu kembali kepada mereka, supaya kamu berpaling dari mereka. Maka berpalinglah dari mereka; karena sesungguhnya mereka itu adalah najis dan tempat mereka jahannam; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.; 105 – Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.; 111 – Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.

SEHINGGA KITA SEMUA MENJADI MUJAHID FISABILILLAH…
Demikianlah Taushiah hari ini, insya ALLAH besok taushiah Jum’at akan disampaikan. Semoga bermanfaat bagi kita semua demi menebarkan pemahaman Logika Alqur’an yang maha dahsyat dan agung ini, Aamiinn

Bogor, 16 April 2020
Salam Ta’ziem
Bang Eggi Sudjana
Koresponden Tlp/WA : 0816 3121 959

About Post Author