30/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

BES – JIMAT (Kajian Islam Jum’at) ; Mujahid inheren dengan Ketaqwaan

PPMI CENTRE – BOGOR | Bismillahirrahmanirrahiim, Pada Kajian Islam Jum’at hari ini akan mengkaji perihal taqwa yang sudah populer di Indonesia bahkan di dunia kaum muslimin.
Dalam kajian kemarin telah disampaikan mengenai istilah Mujahid. Adapun kaitan antara Mujahid dan Taqwa adalah inheren (melekat, tak dapat dipisahkan).
Maksudnya adalah orang-orang yang mujahid sudah pasti merupakan orang-orang yang bertaqwa kepada Allah SWT. Dengan kata lain, mujahid itu merupakan wujud dari salah satu bentuk ketaqwaan kpd Allah SWT. Jadi orang yamg bertakwa sejalan dengan orang-orang yang berjihad fii sabililah atau dikenal dengan menjadi mujahid untuk mengikuti perintah Allah dalam peperangan menghadapi orang-orang kafir, dzalim, musyrik, munafik dan murtad.
Bahkan menjadi mujahid itu bukanlah sebuah pilihan tetapi konsekwensi logis dari beriman dan bertakwa orang tersebut kepada Allah SWT, yang sering kita sebut sami’na wato’na, kami dengar dan kami taat.


Lebih jauh lagi dalam pemahaman sebagai seorang mujahid yang inheren adanya ketakwaan dalam dirinya tersebut maka tidak dibenarkan adanya perdebatan di kalangan kaum muslimin dan juga para ahli kitab yang beriman kepada kitab-kitab sebelumnya seperti Zabur, Taurat dan Injil, baca QS Ali Imran 65, 66, 78, & 79 ;
QS.3. Āli ‘Imrān Ayat – 65 Wahai Ahli Kitab! Mengapa kamu berbantah-bantahan tentang Ibrahim, padahal Taurat dan Injil diturunkan setelah dia (Ibrahim)? Apakah kamu tidak mengerti?; 66 – Begitulah kamu! Kamu berbantah-bantahan tentang apa yang kamu ketahui, tetapi mengapa kamu berbantah-bantahan juga tentang apa yang tidak kamu ketahui? Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui. ;78 – Sesungguhnya diantara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: “Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah”, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui.;79 – Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: “Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah”. Akan tetapi (dia berkata): “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.
Jo QS Al-Mā’idah Ayat 15 – Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan.;16 – Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.
Jo QS. An-Nisā’ Ayat 174 – Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Quran).

terhadap pokok-pokok dasar dari ajaran Islam ini karena di samping adanya larangan dari Allah SWT juga akan membuat lemahnya kekuatan umat Islam dalam persaudaraan dan persatuan untuk menegakkan hokum-hukum Islam dimanapun umat Islam itu berada secara istiqomah atau konsisten, memegang teguh komitmennya kpd Allah SWT sebagaimana yang diatur dlm QS Ali Imran Ayat 102 ; Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.

Bahwa ironisnya orang-orang yang punya kapasitas sebagai pendeta atau ulama lebih kepada ketidakpeduliannya atau cicing wae (diam saja) tidak peduli, terhadap segala macam perbuatan kekejian dan kemungkaran dari zaman dahulu khususnya bagi pendeta-pendeta terhadap kaum yahudi dan ulama-ulama setelah zaman Nabi Muhammad SAW dengan memperhatikan kondisi terkini umat Islam zaman milenial saat ini. Hal ini sebagaimana QS Al Maidah Ayat 62 : Dan kamu akan melihat banyak di antara mereka (orang Yahudi) berlomba dalam berbuat dosa, permusuhan, dan memakan yang haram. Sungguh, sangat buruk apa yang mereka perbuat.; 63 – Mengapa para ulama dan para pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sungguh, sangat buruk apa yang mereka perbuat.

Oleh karena itu, kualitas umat beragama pada umumnya baik Islam maupun non muslim persis seperti yang digambarkan dalam QS Al Maidah tersebut, tidak berani untuk berkata jujur, benar dan adil. Dengan kata lain tidak ada dakwah mereka mengingatkan akan kekuasaan itu kecuali sedikit dalam kalangan ulama dan pendeta.
Dalam konteks kekinian atau zaman milenial saat ini, BES tidak melihat, mendengar dan menyaksikan dari kalangan pendeta yang berani melakukan perlawanan, setidaknya mengingatkan pemerintah yang banyak kekeliruannya dan kebohongannya. Begitu pula dari kalangan ulama, kebanyakan maunya sejalan dengan selera penguasa, kecuali sedikit kita melihat dari kalangan ulama yang menentang dari kezaliman yang ada saat ini.
Bahkan lebih jauh dari penjelasan QS.5. Al Maidah : 64 dijelaskan bahwa dari kalangan kaum yahudi mengatakan tangan Allah terbelenggu. Maksud penjelasannya adalah Allah itu kikir. Padahal sesungguhnya tangan merekalah yang dibelenggu dan dilaknat dari sebab apa yg mereka katakan.

Justru Allah SWT memberikan rezekinya kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Di sisi lain ayat-ayat Al Quran yang diturunkan justru menambah kedurhakaan dan kekafiran dari mereka. Oleh karena itu, muncullah permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat, dikarenakan mereka selalu menyalakan api peperangan. Sementara Allah lah yang akan memadamkannya. Begitupun mereka selalu berusaha menimbulkan kerusakan di muka bumi. Sementara Allah sangat tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

Selanjutnya dengan gambaran yang relatif lengkap tersebut dapatlah BES memaknai istilah Taqwa tersebut adalah kemampuan jiwa yang taat kepada Allah untuk membuka pintu atau peluang kepada segala macam kebaikan dan menutup pintu atau peluang pada kekejian, kemungkaran dan kemaksiatan kemudian terus membangun menciptakan kondisional objektif untuk berperang melawan orang-orang yang kafir, dzalim, musyrik, munafik dan murtad dari ajaran islam.
Baca QS.66 At-Taĥrīm Ayat 9 – Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah jahannam dan itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali.
jo QS. 5 Al-Mā’idah Ayat 72-82 ; Ayat 72 – Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.; 73 – Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.; 74 – Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya?. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.; 75 – Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).; 76 – Katakanlah: “Mengapa kamu menyembah selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudharat kepadamu dan tidak (pula) memberi manfaat?” Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.; 77 – Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus”.; 78 – Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.; 79 – Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.; 80 – Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan.; 81 – Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.; 82 – Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya kami ini orang Nasrani”. Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menymbongkan diri.
jo QS.3. ‘Āli `Imrān Ayat 166 – Dan apa yang menimpa kamu pada hari bertemunya dua pasukan, maka (kekalahan) itu adalah dengan izin (takdir) Allah, dan agar Allah mengetahui siapa orang-orang yang beriman.; 167 – Dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik. Kepada mereka dikatakan: “Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu)”. Mereka berkata: “Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti kamu”. Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran dari pada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.

Selanjutnya orang-orang yang bertakwa itu adalah sangat takjim bahkan bangga terhadap nilai-nilai Al Quran yang jujur, benar dan adil, Baca QS.3. ‘Āli `Imrān):175 – Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.
Jo QS.9. At-Tawbah Ayat 7 – Bagaimana bisa ada perjanjian (aman) dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin, kecuali orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidil haraam? maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.; 8 – Bagaimana bisa (ada perjanjian dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin), padahal jika mereka memperoleh kemenangan terhadap kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (tidak menepati perjanjian).; 9 – Mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka kerjakan itu.; 10 – Mereka tidak memelihara (hubungan) kerabat terhadap orang-orang mukmin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.; 11 – Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.; 12 – Jika mereka merusak sumpah (janji)nya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya, agar supaya mereka berhenti.; 13 – Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya), padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama mulai memerangi kamu? Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman.

Jo QS.14.’Ibrāhīm Ayat 18 – Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh. 19 – Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan hak? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kamu dan mengganti(mu) dengan makhluk yang baru,; 20 – dan yang demikian itu sekali-kali tidak sukar bagi Allah.

Bahkan orang-orang yang bertakwa itu sampai mencucurkan air matanya ketika mendengarkan ayat-ayat Al Quran sebagaimana QS.5. Al-Mā’idah Ayat 83 – Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad SAW).

Oleh karena itu, orang-orang yang bertakwa kepada Allah orang yang siap menjadi mujahid & mujahidah sampai dengan mati syahid. Apabila mereka dalam perjalanan hidupnya ditakut-takuti/ diprovokasi/distigma dgn yg julukan mengerikan seperti terorisme, intoleran, radikalisme, Anti NKRI dan lain sebagainya, maka sikap mereka tidak ciut atau takut atau tak berdaya. Justru sikap orang-orang yg bertakwa itu, semakin ditakut-takuti semakin berani untuk melawannya, sebagaimana QS.3 ‘Āli `Imrān Ayat 168-173; 168 – Orang-orang yang mengatakan kepada saudara-saudaranya dan mereka tidak turut pergi berperang: “Sekiranya mereka mengikuti kita, tentulah mereka tidak terbunuh”. Katakanlah: “Tolaklah kematian itu dari dirimu, jika kamu orang-orang yang benar”.; 169 – Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.; 170 – Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.; 171 – Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.; 172 – (Yaitu) orang-orang yang mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uhud). Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan diantara mereka dan yang bertakwa ada pahala yang besar.; 173 – (Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”.

Sesungguhnya orang-orang bertaqwa ini mencari dan mencintai kematian yang husnul khotimah, seperti layaknya orang-orang kafir, dzalim, musyrik, munafik dan Murtad yang mencintai kehidupan dan kesenangan di dunia.
Akhirnya orang-orang yang bertakwa itu menyerahkan sepenuh hidupnya kepada Allah SWT dan mengabdinya secara tulus ikhlas sebagaimana yang telah diterangkan sebelumnya tentang ikhlas. Karena sikap itu bisa terjadi, yaitu orang-orang yang bertaqwa tadi orientasi hidupnya berkorban, mau rela berkorban untuk menggapai ridho Allah SWT, dijelaskan dalam QS.2. Al-Baqarah Ayat 207 – Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.

Selanjutnya untuk mengidentifikasi orang-orang taqwa adalah mereka yang telah berdamai hidupnya dengan dirinya sendiri dan tentunya dengan orang lain, orientasi hidupnya mengharapkan ridho Allah SWT. Untuk itulah dia berkorban atas segala apa yang dimilikinya termasuk nyawanya sendiri
QS.42. Ash-Shūraá ayat 11-15 yaitu 11 – (Dia) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.; 12 – Kepunyaan-Nya-lah perbendaharaan langit dan bumi; Dia melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan(nya). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.; 13 – Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).; 14 – Dan mereka (ahli kitab) tidak berpecah belah, kecuali setelah datang pada mereka ilmu pengetahuan, karena kedengkian di antara mereka. Kalau tidaklah karena sesuatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulunya (untuk menangguhkan azab) sampai kepada waktu yang ditentukan, pastilah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang diwariskan kepada mereka Al-Kitab (Taurat dan Injil) sesudah mereka, benar-benar berada dalam keraguan yang menggoncangkan tentang kitab itu.; 15 – Maka karena itu serulah (mereka kepada agama ini) dan tetaplah sebagai mana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah: “Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil diantara kamu. Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nya-lah kembali (kita)”.
jo QS.3. ‘Āli `Imrān Ayat 156 – Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu seperti orang-orang kafir (orang-orang munafik) itu, yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka apabila mereka mengadakan perjalanan di muka bumi atau mereka berperang: “Kalau mereka tetap bersama-sama kita tentulah mereka tidak mati dan tidak dibunuh”. Akibat (dari perkataan dan keyakinan mereka) yang demikian itu, Allah menimbulkan rasa penyesalan yang sangat di dalam hati mereka. Allah menghidupkan dan mematikan. Dan Allah melihat apa yang kamu kerjakan.; 157 – Dan sungguh kalau kamu gugur di jalan Allah atau meninggal, tentulah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) dari harta rampasan yang mereka kumpulkan.

Orang-orang yang bertaqwa, diharapkan oleh Allah SWT untuk tidak menuju kepada kematiannya kecuali sebelum merubah keadaan terutama sistem kehidupan dimana dia berada agar tunduk patuh / sujud hanya kepada Allah SWT saja.
Untuk itulah orang-orang bertakwa layak dijamu oleh Allah di surganya (QS Al Kahfi Ayat 30 – Sesunggunya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan yang baik.; 31 – Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga ‘Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang mas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah;
Jo QS.4 An-Nisā’ Ayat 175 – Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya.

Bogor, 17 April 2020
Salam Takziem
BES = Bang Eggi Sudjana.
Koresponden Tlp/WA : 0816 3121 959

About Post Author