26/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

BES – JITU (Kajian Islam Sabtu) : Kontroversi Penutupan Masjid selama Covid 19

PPMI CENTRE – BOGOR | Kontorversi penutupan masjid selama menghadapi Wabah Covid 19 yang didukung oleh Fatwa MUI, Dalam hal ini sikap masyarakat islam indonesia terbelah yaitu ada yang setuju masjid ditutup dan banyak pula yang tidak setuju masjid ditutup.

Dalam menjawab pertanyaan ini, perlu didasari kepada sikap jatidiri orang-orang yang istiqomah, yaitu optimis, berani dan kini dlm pembahasan jiwa yang tenang. Berdasarkan BES theory,OST JUBEDIL sangat jelas dan terlihat bagaimana menempatkan orang-orang yang setuju penutupan masjid dan tempat-tempat ibadah lainnya, yaitu tentu mesti mendasari kepada ayat-ayat Al Quran dan Hadist Nabi Muhammad SAW yang memungkinkan menjawab hal itu atau pendapat jumhur ulama yang pernah ada dalam menghadapi masalah wabah seperti virus corona ini. Berdasarkan Al Quran ada disebutkan dalam QS Al Baqarah Ayat ; 114, 125,126 dan 130 ; Sebagai berikut Al-Baqarah ayat 114 – Dan siapakah yang lebih aniaya daripada orang yang menghalanghalangi menyebut nama Allah dalam mesjid-mesjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat.; 125 – Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”.; 126 – Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”. ; 130 – Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.

Jo QS At-Tawbah Ayat 18 – Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.
Jo QS Al-Jumu`ah Ayat 9 – Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
QS. Al-Fātiĥah ayat 5 – Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
Dari ke tujuh ayat tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut ;

1. Bahwa orang-orang yang melarang disebut nama Allah dalam masjid-mesjid yang ada atau menutupnya adalah perbuatan zalim. Diibaratkan oleh Allah sama dengan merobohkan masjid itu.
2. Bahwa rumah Allah Ka’ bah/masjid adalah tempat berkumpul, aman, tempat salat, tempat ruku & sujud, itikaf & tawaf.
3. Bahwa do’a Nabi Ibrahim as. yang telah dikabulkan oleh Allah SWT sampai detik ini, yaitu negeri Mekkah yang aman & berlimpah rezekinya, antara lain banyaknya buah-buahan, dimana dulunya daerah Mekkah merupakan daerah tandus, kering dan tidak ada air.
4. Bahwa bagi orang-orang yang membenci ajaran Ibrahim yang lurus itu, Allah menyebutnya sebagai orang-orang yg bodoh alias oon.
5. Bahwa berdasarkan QS At Taubah Ayat 18 – Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan salat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk. dan Alfatihah Ayat 5 jelas menempatkan Posisi Allah SWT sebagai satu-satunya tempat memohon segala pertolongan dan perlindungan.

Berdasarkan ketujuh ayat Alquran dan pertimbangan tersebut diatas, maka secara objektif dari berbagai sumber Hadist dan pandangan mazhab yang ada serta pendapat jumhur ulama, tidaklah boleh bertentangan dengan ayat-ayat Quran tersebut. Pertanyaan seriusnya, mengapa Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi DKI, Jabar, Jateng, Jatim dan provinsi lainnya, termasuk MUI melakukan karantina daerah dengan fokusnya menutup masjid dan musollaah.?. Apa dalilnya.?, di ayat berapa Qurannya.?, dimana hadistnya yang tegas-tegas membolehkan masjid dan mushollah ditutup .?

Baca QS.3. Ali Imran ayat 19 : “Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab, kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan-Nya.”

Bila TIDAK ADA dalil yang jelas di Quran dan hadist, lalu pertimbangan apa yang menjadi dalil untuk menutup Masjid dan Musollah tersebut. Padahal untuk dapat menjaga jarak aman untuk menghentikan mata rantai penyebaran COVID 19 bisa diatur sedemikian rupa mengikuti Protap Kemenkes dalam hal social distancing tanpa harus melakukan penutupan masjid.

Alasan sebagian ulama untuk menghindari Fitnah..?? . Justru Fitnah semakin banyak bermunculan karena melakukan penutupan Masjid dan Mushollah..!!! sementara Pasar, Stasiun Kereta, Terminal dan tempat-tempat lainnya masih banyak dibuka untuk umum..?? manakah dibenci Allah Pasar atau Mesjid-mesjidnya..?

Mengapa tidak ditempuh satu kebijakan atau pendekatannya melalui IPTEK, khususnya di bidang kedokteran & ilmu medisnya untuk mengatasi virus corona tersebut, seperti cukup dengan memakai masker, cuci tangan, makan dan Minum vitamin untuk meningkatkan imunitas dalam tubuh kita kemudian sosialisasikan dengan baik Jaga Jarak antar jamaah yang memungkinkan ditambah dengan doa dan berdzikir kepada ALLAH SWT dengan dasar QS Al Baqarah ayat 186 ; “Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran.”tentunya Doa ini lebih mustajab dan makbul jika dilakukan dengan khusyu di Mekkah depan Kabah.!, Sudah Amat sangat jelas janji Allah SWT bahwa doa pasti dikabulkan oleh ALLAH dengan syarat beriman dan bertakwa, yaitu melaksanakan perintah ALLAH dan menjauhi larangan-Nya (Surat Al Baqarah ayat 186) Pertanyaannya, bagaimana dengan perintah ALLAH di ketujuh ayat yang telah disebutkan diatas. Mengapa tidak dijalankan perintah ALLAH tersebut ? Jika tidak dijalankan bagaimana kualitas Iman kita dan bagaimana mungkin doa dikabulkan karena tidak melaksanakan perintah ALLAH tersebut. Hal ini bertentangan dengan QS Al Fatihah ayat 5 : “hanya kepada engkaulah kami menyembah dan hanya kepada engkaulah kami meminta pertolongan”. yang pasti dibaca minimal 17 kali dalam sehari tetapi tidak diimplementasikan dalam kehidupan kita maka wajar ketika Allah Murka kepada kita semua dengan memberikan bencana dan malapetaka yang menimpa kita semua baik kepada hamba-hambanya yang soleh maupun dengan orang – orang kafir, munafik, fasik, dzolim dan pelaku maksiat lainnya semuanya terkena diseluruh dunia.

Oleh karena itu, sudah jelas dalam perspektif ajaran islam yang berfokus pada tauhidillah (beriman betul-betul hanya kepada Allah), kita mesti menjalankan perintah atau bertaqwa dulu kepada Allah SWT baru meminta pertolongannya. Terkait dengan corona, perintah ketujuh ayat tersebut tidak dijalankan lalu bagaimana kita meminta pertolongan kepada Allah SWT.?

Jadi secara OST-JUBEDIL (Obyektif , Sistematis, Toleran, JUjur, BEnar, aDIL) orang-orang yang MENUTUP Masjid melalui kebijakannya, baik lewat Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, MUI serta Tokoh-Tokoh yang dianggap ulama, bagaimana pertanggungjawabannya di akhirat.?, apa yang mau dijawab dihadapan Allah nanti di akherat.?, sementara pertanyaan di atas saja belum ada yang menjawab dengan kata lain, apa dalil-dalil ayat Quran dan hadistnya yang mendasari Penutupan Masjid..?

Sisi lain BES setuju dengan karantina daerah yang terbatas, ASALKAN JANGAN MENUTUP MASJID !!!. Jadi, keyakinan kita umat Islam yang benar-benar mau Istiqomah menjalankan ajaran islam untuk datang ke masjid, Sholat Jum’at beribadah TIDAK terganggu atau tidak dihalangi-halangi. Hal ini berpotensi melanggar HAM dan pelanggaran hukum itu sendiri, terutama Pasal 29 ayat 2 UUD 1945. Itulah sebabnya, jika ayat-ayat tersebut dijalankan, maka mendatangkan jiwa yang tenang atau muthmainnah.

Semoga Negara Republik Indonesia senantiasa diberikan Perlindungan dan Pertolongan dari Allah SWT,.. Aamiinn

Bogor, 18 April 2020
Salam Takziem
BES = Bang Eggi Sudjana.
Koresponden Tlp/WA : 0816 3121 959

About Post Author