25/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Syaiful ; Cari Solusi atau terkubur bersama Covid 19

PPMI CENTRE – SUMSEL |  Wabah Corona yang terus meningkatkan jumlah terjangkitnya menimbulkan beragam kekhawatiran. Negara melalui Pemerintah Provinsi, Pemkab dan Pemkotnya sepertinya dihadapkan situasi yang cukup dilematis antara perlindungan warga, kelangsungan ekonomi dan kondisi perekonomian warganya.
Kebijakan proteksi untuk keberlanjutan hidup warganya melalui pemberlakuan berjarak sosial (social distancing) dan isolasi mandiri berimbas ke penurunan (slow down) aktifitas ekonomi/produksi. Di sisi lain, produktifitas kerja harus tetap terus terjaga guna memelihara stabilitas ekonomi dan kehidupan.

Mengacu pada UU No.24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, ada hak dan kewajiban warga negara serta lembaga usaha. Pada pasal 26-27 dan pasal 28-29 telah mengatur soal warga negara dan lembaga usaha tersebut dan UU No. 6 Tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan Pasal 55 Ayat 1 dan PP No. 21 Tahun 2020 tentang PSBB

Untuk itu kepada warga Negara memiliki hak dan kewajibannya. Soal hak rakyat utamanya, hak atas perlindungan sosial dan rasa aman khususnya bagi warga masyarakat rentan bencana. Bagi yang terkena bencana, juga berhak atas bantuan pemenuhan kebutuhan dasar nantinya. Untuk hal kewajiban, warga negara harus menjaga kehidupan sosialnya secara harmonis, turut-serta dalam penanggulangan bencana dan juga memberikan informasi yang benar tentunya.

Menurut Saiful ; Pemrov dan Pemkot/Kab di Sumatera Selatan, jujur harus saya katakan sebagai warga Negara yang baik dan mencintai Sumsel bahwa pergerakan Pemerintah sudah sangat lamban dan sangat terlambat memberlakukan PSBB untuk memproteksi penyebaran wabah Covid 19 ini, kurang sigap membuat kebijakan untuk memproteksi warga sumsel dari wabah covid 19 ini belum lagi bagaimana membuat kebijakan untuk tetap menggerakkan perekonomian di Sumsel dan memastikan kebutuhan pokok rakyat sumsel selama wabah covid 19 ini berlangsung, semuanya masih terlihat biasa-biasa saja..

Pertanyaan seriusnya adalah apakah mereka paham tentang Protap kekarantinaan Kesehatan..? atau memang Para Pemangku kebijakan di Sumsel ini tidak mengerti apa-apa..? ataukah hanya sekedar menggugurkan kewajiban terhadap rakyat agar terlihat peduli rakyat tapi faktanya jauh dari substansi penyelesaian masalah..??.
Tentunya ini perlu kajian dan diskusi yang intensif, progresif dan implementatif dengan melibatkan semua pihak baik legislative, yudikatif, eksekutif, Tokoh masyarakat, Ormas-ormas, serikat pekerja dan LSM untuk mencari solusi yang pas demi kepentingan ketahanan masyarakat Sumsel dengan tetap menghormati dan menghargai ke arifan local dengan tidak melanggar perundang-undangan yang berlaku, dalam penanganan menghadapi wabah Covid 19 saat ini yang sudah semakin mengkhawatirkan dan wilayah sumsel telah menjadi zona merah.

Begitu banyak potensi yang bisa diberdayakan contohnya gerakan-gerakan peduli kemanusiaan yang sudah diinisiasi oleh DPW PPMI Sumsel dan DPC-DPC PPMI serta jajaran pengurusnya, ini perlu dikembangkan lebih massif lagi dengan dorongan regulasi dan pendanaan yang dikelola secara transparan dan akuntable, kami Ingatkan Pesan KPK bahwa bagi yang menyalahgunakan Dana Bantuan selama Covid 19, ancamannya adalah Hukuman Mati maka dari itu waspadalah, mari kita semua perbaiki dan luruskan niat benar-benar untuk kepentingan masyarakat Sumsel.

Jadi untuk itu payoo kito kumpul galo cari solusi yang tepat untuk menyelamatkan Sumatera Selatan ini dari Wabah Covid 19 jika dibiarkan terus kelambanan dan keterlambatan serta kesiapan aparatur Pemerintah Provinsi/Kab/Kota, yang terlihat terlalu lambat bergerak bahkan terkesan ogah-ogahan dan tarik ulur kebijakan maka akan menimbulkan konflik sosial dan ekonomi di tengah-tengah masyarakat yang berpotensi dapat merusak seluruh tatanan yang sudah ada di sumsel hari ini, persatuan dan kesatuan semua pemangku kebijakan dan kepentingan bersama seluruh elemen masyarakat sudah menjadi keniscayaan untuk bersatu padu melawan Wabah COVID 19. untuk itu Ayo kito galo cari solusi atau terkubur bersama Covid 19… Allahu Akbar.. Merdeka..!!!

Palembang, 18 April 2020

Syaiful
Aktivis PPMI, Pemerhati Sosial dan Media Sosial

About Post Author