25/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

BES = KALBU (Kajian Islam Rabu) ; Berjihad Menurut Logika Al Quran

PPMI CENTRE – BOGOR | Berjihad merupakan konsekuensi logis dari kita sebagai orang beriman dan telah berupaya untuk hijrah atau setelah beriman untuk bisa hijrah mesti berjihad, sebagaiamana QS Al Baqarah ayat 218 yang artinya ; Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang yang telah dibahas kemarin.

Adapun pengertian jihad di sini sebenarnya secara personal sudah dibahas sebelumnya tetapi fokus pembahasannya kepada mujahid atau orang yang berjihad. Namun kali ini makna berjihad yang BES maksudkan adalah kajian terhadap istilah jihad bukan orang yang berjihad itu.

Dalam pandangan BES, Jihad adalah upaya kerja cerdas dan kerja keras, berjuang secara optimal melalui keilmuannya, kebendaannya, martabatnya, gengsi sosialnya, dan jiwa raganya untuk menggapai ridho ALLAH SUBHANNAHU WA TA’ ALA bahkan sampai mati dalam keadaan syahid.

Bahwa mendefinisikan Jihad sebagaimana tersebut merupakan rangkuman dari pemahaman Al Quran dengan ayat-ayatnya sebagai berikut, yaitu QS.9. At-Tawbah Ayat :105 – Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.; 111 – Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.

Jo QS.3. ‘Āli `Imrān Ayat : 142 – Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.; 146 – Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.

Jo QS.18. Al-Kahf Ayat : 28 – Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.; 29 – Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”. Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.; 39 – Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu “maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan,; 46 – Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.

Jo QS.61. Aş-Şaf Ayat : 2 – Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?; 3 – Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.; 4 – Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.

Jo QS.22. Al-Ĥaj : 3, 4, 8, 52, 53, 54, 77, dan 78. Yang artinya : 3 – Di antara manusia ada orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan dan mengikuti setiap syaitan yang jahat,; 4 – yang telah ditetapkan terhadap syaitan itu, bahwa barangsiapa yang berkawan dengan dia, tentu dia akan menyesatkannya, dan membawanya ke azab neraka.; 8 – Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu) yang bercahaya,; 52 – Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang rasulpun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syaitanpun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu, Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,; 53 – agar Dia menjadikan apa yang dimasukkan oleh syaitan itu, sebagai cobaan bagi orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan yang kasar hatinya. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu, benar-benar dalam permusuhan yang sangat,; 54 – dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al Quran itulah yang hak dari Tuhan-mu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.; 77 – Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.; 78 – Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

Berdasarkan definisi berjihad tersebut, maka dapatlah diambil intisarinya yaitu berjuang secara keilmuannya kemudian bekerja secara cerdas dan keras untuk menggapai ridho Allah dengan menemui-NYA dalam keadaan mati syahid. Definisi ini sangat penting untuk membuat batasan tentang makna Jihad secara intelektual dan terukur berdasarkan kemampuan diri sebagai manusia yang memang diperintahkan oleh ALLAH SUBHANNAHU WA TA’ ALA sebagaimana telah disebutkan setelah beriman, berhijrah, dan perintah berikutnya mesti berjihad.

Dalam perspektif esensi ajaran Islam ini, beriman saja tidaklah cukup bahkan dipertanyakan oleh Allah secara cerdas yaitu, apakah kamu mengira akan masuk surga sebelum nyata orang-orang yang berjihad dan sabar ?, yang dijelaskan dalam QS.3. ‘Āli `Imrān Ayat : 142 – Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.; 143 – Sesungguhnya kamu mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya; (sekarang) sungguh kamu telah melihatnya dan kamu menyaksikannya.

Dengan demikian, menjadi sangat penting posisi Jihad ini bila mengacu kepada pertanyaan ALLAH tersebut. Jadi, tidak ada alasan dengan sudah beriman tapi tidak berjihad dapat memasukkan dirinya dan keluarganya dan komunitas kelompoknya untuk sama-sama masuk surga tanpa melalui hijrah dan jihad, sebagaimana BES terangkan dalam kajian sebelumnya mengenai iman dan akal sehatnya serta posisi dirinya sebagai mujahid dan juga berupaya optimal melakukan hijrah untuk menjaga diri dan keluarganya dari siksa api neraka yang disampaikan oleh ALLAH dalam QS.66. At Tahrim Ayat : 6 – Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada ALLAH terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Dengan pemahaman sederhana tersebut, kaitannya dengan Jihad yang sedang dibahas merupakan satu persepsi yang dimengerti untuk kalangan umat Islam khususnya dan rakyat Indonesia pada umumnya sebagai pengetahuan. Kecenderungan selama ini, jika bicara tentang Jihad lebih terkesan atau bahkan sudah terbentuk persepsi, bahwa Jihad itu adalah Kekerasan, Perang, Tembak Menembak, Bom Bunuh Diri, atau bunuh membunuh antar sesama manusia yang menjadi lawannya, apakah dalam politik, ekonomi, hukum, dan lain sebagainya yang secara Objektif merupakan terjadi kekeliruan dan atau kesesatan dari makna JIHAD itu sendiri. Sebagai contoh konkret di tingkat internasional adanya gerakan jihad dengan nama ISIS (Islamic State of Iraq and Syiria) dan di Indonesia pernah ada gerakan Jihad dengan nama Komando Jihad. Begitu pula ada gerakan terorismenya dengan Bom Bunuh Diri yaitu Trgaedi Bom Bali 1 dan Bom Bali 2. Juga ada gerakan Jihad di Poso, Ambon, Tanjung Priok Jakarta, di Lampung, Bima NTB , dan di Papua yang seolah-olah semua itu merupakan wujud dari kekerasan yang diajarkan oleh ajaran Islam. Perlu ditegaskan di sini bahwa ajaran Islam tidak mengenal bentuk-bentuk terorisme seperti yang dikesankan atau digambarkan tersebut, sehingga membuat kesan Islam ini menjadi ajaran yang tidak bersahabat dan menentang peradaban.

Bahkan dalam konteks tertentu Islam ini disudutkan menjadi ajaran yang barbar dan mengerikan. Bahwa bagi kita yang punya kecerdasan, hal tersebut merupakan framing media untuk menggambarkan kesannya ajaran Islam ini buruk dan mesti ditinggalkan. Sama halnya mereka ini gerakannya seperti Gerakan Zionis Yahudi dan Nasrani yang memang sangat anti kepada Islam. Jadi, bisa kita identifikasi di seluruh dunia, apabila ada umat Islamnya di tempat itu yang minoritas dapat dipastikan umat Islam minoritas di daerah tersebut ditindas, dibunuh, bahkan dibantai dengan sekejam-kejamnya. Hal itu sudah kita saksikan di Bosnia Herzegovina, India, Myanmar, Uyghur Cina, dan terbaru, pembantaian umat Islam di dalam masjid sebagaimana terjadi di Selandia Baru, Bahkan tidak ketinggalan terjadi di beberapa tempat di Indonesia seperti di Ambon dan Papua, sehingga Indonesia perlu ada BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme)

Makna jihad dalam perspektif ajaran Islam, bila ditinjau secara BES Theory OST-JUBEDIL dapatlah dimengerti dengan sebaik-baiknya, yaitu tidak ada kesan buruk sebagaimana telah diterangkan di atas, karena ALLAH SUBHANNAHU WA TA’ ALA menghendaki kepada hambanya untuk menjadi hamba yang mengabdi dan berbakti serta beraktivitas dalam kehidupan ini dengan memakai istilah Jihad dengan pendekatan ilmu pendekatan dan teknologi (IPTEK). Artinya, pendekatan ajaran Islam dalam upaya memperjuangkan agama Islam yang sempurna itu bukanlah dengan kekerasan atau peperangan atau dengan segala gaya radikalisme-terorisme tersebut. Akan tetapi pendekatan yang Allah ajarkan, mengabdi kepada-NYA melalui pendekatan ilmu pengetahuan, bukan melalui pendekatan kekerasan dan kekuasaan yang dipegangnya atau yang menjadi amanatnya. Sebagai contoh konkret berdasarkan Al Quran QS.2. Al-Baqarah ayat 30 – Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

yang pada intinya Allah menceritakan kepada para malaikat untuk menciptakan khalifah di muka bumi, kemudian dari para malaikat mempertanyakan, untuk apa menciptakan manusia yang pada akhirnya membuat kekacauan, kerusakan, dan membunuh ? ALLAH menjelaskan bahwa kalian tidak mengetahui, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Keterangan itu menunjukkan bahwa ALLAH tidak menggunakan kekuasaannya yang Absolut, Distinct dan Unik, tetapi ALLAH menggunakan pendekatan ilmu pengetahuan yang belum diketahui oleh para malaikatnya. Oleh karena itu, di dalam konteks gerakan jihad yang secara keilmuan mestilah lebih dahulu diutamakan karena untuk memperjuangkan ajaran Islam yang mulia ini harus berdasarkan IPTEK yang bisa dijadikan dasar untuk tumbuh berkembangnya, bahkan tegaknya syariat Islam di Indonesia. Oleh karena itu, menjadi tidak relevan untuk mengkondisikan satu program yang ada dengan deradikalisasi dengan budget yang banyak hingga Trilyunan rupiah demi menghantam ajaran Islam dan umatnya. Hal itu menjadi proyek dengan “menternak terorisme”. Dengan kata lain, para teroris diternak, dididik, didesain, dikondisikan untuk menghantam ajaran Islam dan umatnya. Tidak bermaksud menuduh atau menyalahi pihak manapun, tetapi ALLAH SUBHANNAHU WA TA’ ALLAH telah menyatakan dalam QS.2. Albaqarah Ayat ; 120 – Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya).” Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.

Di sisi lain, secara normatif dan fakta sejarah dijelaskan, yaitu kisah dua anak Nabi Adam Habil dan Khobil, dimana kita semuanya sudah paham akan cerita itu. Khobil yang membunuh Habil karena iri hati dan dengki kepada Habil. Kemudian setelah Khobil membunuh Habil, saudara Khobil kebingungan bagaimana menutupi atau mengubur supaya tidak diketahui adanya pembunuhan tersebut. Kemudian ALLAH SUBHANNAHU WA TA’ ALA mengajarkan Khobil melalui burung gagak yang mengorek-ngorek tanah sebagai tanda untuk bagaimana caranya mengubur mayat dari Habil. Yang dikisahkan dalam QS.5. Al-Mā’idah Ayat 30 sd 36, yang artinya : 30 – Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi.; 31 – Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil: “Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal.; 32 – Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.; 33 – Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar,; 34 – kecuali orang-orang yang taubat (di antara mereka) sebelum kamu dapat menguasai (menangkap) mereka; maka ketahuilah bahwasanya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.; 35 – Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.; 36 – Sesungguhnya orang-orang yang kafir sekiranya mereka mempunyai apa yang dibumi ini seluruhnya dan mempunyai yang sebanyak itu (pula) untuk menebusi diri mereka dengan itu dari azab hari kiamat, niscaya (tebusan itu) tidak akan diterima dari mereka, dan mereka beroleh azab yang pedih.

Hal tersebut menunjukkan pekerjaan intelektual bukan pekerjaan penguasa, terlebih penguasa yang zalim kepada rakyatnya. Sebagaimana kita ketahui Allah itu penguasa mutlak jagad raya alam semesta ini, tetapi pendekatannya bukan kekuasaannya namun pendekatan intelektual ilmiah yaitu melalui IPTEK. Bahwa kaitannya dengan ajaran Islam yang dibahas, mendatangkan satu pemahaman secara cerdas bagi kita semua untuk belajar dan terus belajar mendapatkan ilmu pengetahuan yang memadai juga teknologi yang memungkinkan untuk menyelesaikan berbagai persoalannya. Bahkan sejak awal ALLAH SUBHANNAHU WA TA’ ALA menurunkan wahyunya / Al Quran-NYA dengan perintah Iqra, Iqra, Iqra atau bacalah, bacalah, bacalah.

Tentunya dengan perkembangan zaman hingga hari ini, bagaimana kita membaca dan mengkaji ayat-ayat Al Quran itu sendiri dan ilmu-ilmu lainnya yang dianggap penting kemudian membina diri untuk menjaga dengan shalatnya, serta kemudian berinfak baik terang-terangan maupun tersembunyi, sebagaimana firman ALLAH Ta’ala dalam QS.29. Ayat 29 – Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi,

Melalui pendekatan QS Fatir : 29 tersebut tentunya ALLAH menghendaki hambanya menjadi hamba-hamba yang beriman, berilmu, dan beramal saleh. Tentunya yang dikehendaki oleh Allah adalah mukmin yang kuat atau dengan kata lain mukmin yang berkualitas dan membanggakan sebagai umat yang terbaik dibandingkan umat lainnya. Dijelaskan dalam QS.3. ‘Āli `Imrān ayat 110 – Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.

Bahkan lebih spesifik dalam konteks keilmuan ini yang dikaitkan dengan perjuangan, Allah sangat menekankan melalui pengajaran Al Qur’an-NYA untuk benar-benar mendapatkan suatu pengetahuan itu dengan serius. Selanjutnya melalui riset atau penelitian, karena kita sebagai umat Islam dilarang oleh Allah untuk mengikuti sesuatu yang tidak kita ketahui atau tidak ada ilmunya. Di samping itu, sebagai orang yang beriman ALLAH menekankan janganlah mengatakan sesuatu yang tidak dikerjakannya, karena hal itu amat dibenci-Nya, yang dijelaskan dalam QS.61 Al-Jumu`ah Ayat 2 – Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat – ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,; 3 – dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Selanjutnya pengajaran keilmuan ALLAH lebih banyak mengajarkan dalam bentuk perumpamaan sebagaimana diterangkan dari rangkaian ayat-ayat Quran yang disampaikan di sini, yaitu QS.17. Al-‘Isrā’ Ayat 36 ; Memperjalankan di waktu malam (Al-‘Isrā’):36 – Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.

Jo QS.61. Al-Jumu`ah Ayat 2 – Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,; 3 – dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Jo QS.3. ‘Āli `Imrān : 44, 45, 47, 48, 49, 52 yang artinya : 44 – Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu (ya Muhammad); padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa.; 45 – (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),; 47 – Maryam berkata: “Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun”. Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia.; 48 – Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil.; 49 – Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.; 52 – Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.

Jo QS.19. Maryam yang artinya : 20 – Maryam berkata: “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina!”; 21 – Jibril berkata: “Demikianlah”. Tuhanmu berfirman: “Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan”.; 22 – Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.

Jo QS.43. Az-Zukhruf Ayat 63 – Dan tatkala Isa datang membawa keterangan dia berkata: “Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmat dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada)ku”.

Jo QS.22. Al-Ĥajj ayat 73 – Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah oleh mu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah….. mengenai LALAT ! .

Semua penjelasan ayat-ayat tersebut Allah mengatakan bisa menjadi hikmah bagi kita orang-orang yang berakal. Sebagai satu contoh Allah mencontohkan tentang kejadian Nabi Isa as. putra Maryam bisa lahir tanpa Bapak. Sampai Bunda Maryam bertanya kepada Allah, bagaimana mungkin aku bisa hamil, manakala tidak ada laki-laki menyentuhku. Kemudian Allah menjawab, kun fayakun, jadi maka jadilah.

Bahwa hal ini, dalam kurun waktu di zaman modern tahun 2020 ini sudah kita kenal ada kemajuan IPTEK khususnya di bidang Kedokteran mengenai adanya bayi tabung dan juga adanya kloning, serta berbagai riset lainnya yang menghasilkan keajaiban-keajaiban yang tidak terbayangkan sebelumnya. Kesemua itu diajarkan oleh ALLAH SUBHANNAHU WA TA’ ALA.

Begitu pula mengenai peristiwa Habil dan Khobil, dalam bagaimana mengubur mayat Habil yang diceritakan dalam QS.5. Al-Mā’idah ayat 27 sd 31 yang artinya 27 – Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!”. Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa”,; 28 – “Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam”.; 29 – “Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim”.; 30 – Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah, maka jadilah ia seorang diantara orang-orang yang merugi.; 31 – Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya. Berkata Qabil: “Aduhai celaka aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Karena itu jadilah dia seorang diantara orang-orang yang menyesal.

Oleh karena itu dalam dimensi hari ini mestilah kita mewajibkan diri atau setidaknya mau belajar menuntut ilmu sebaik-baiknya, setidaknya berkaitan dengan ilmu filsafat, matematika, ilmu mantik, ilmu tauhid, ilmu sejarah, sosiologi, psikologi, kedokteran, dan semua jurusan MIPA serta segala jurusan ilmu teknik dan ilmu lainnya yang dimungkinkan atau dianggap perlu. Namun penekanan BES dalam kesempatan ini, setidaknya kita memahami persoalan ilmu politik, ilmu ekeonomi, dan ilmu hukum. Hal ini disebabkan ketiga ilmu tersebut sangat berpengaruh terhadap kestabilan satu negara dimanapun, karena ini bersifat objektif bukan subjektif yaitu misalnya di suatu negara pertumbuhan ekonominya rendah dan bahkan terus menerus dari periode ke periode utang negaranya terus bertambah banyak maka dapat dipastikan bisa terjadi kerusuhan. Dalam konteks ilmu politik bila terjadi kecurangan-kecurangan dalam pemilunya dan perkembangan yang tidak kondusif untuk kehidupan berbangsa dan bernegara karena dipimpin dengan cara-cara diktator dan tidak intelektual, maka juga dapat dimungkinkan pergolakan sampai dengan proses kudeta. Di sisi lain, bila hukum tidak ditegakkan dengan keadilan tetapi diskriminatif di semua sektor maka dapat dipastikan cepat atau lambat akan ada gerakan rakyat untuk menuntut keadilan tersebut. Apalagi mehurut UUD 1945, tugas pokok presiden adalah :
1. Mencerdaskan kehdupan bangsa
2. Mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia
3. Menjaga tumpah darah rakyat Indonesia dimanapun berada.

Kiranya tugas pokok presiden RI tersebut dapat berjalan dengan baik, manakala Presiden RI tersebut presiden yang benar-benar beriman, takwa kepada Allah dan cerdas serta pemberani dan tidak mencla mencle.

Bahwa kualitas pemimpin atau presiden sangat menentukan perjalanan bangsa yang maju, bermartabat, dan sejahtera bagi seluruh rakyatnya. Oleh karena tugas pokok presiden tersebut benar-benar dijalankan sebagai amant dari UUD 1945. Hal ini penting, diingatkan oleh Allah dalam QS.6. Al An’am ayat 123 : Dan demikianlah pada setiap negeri Kami jadikan pembesar-pembesar yang jahat agar melakukan tipu daya di negeri itu. Tapi mereka hanya menipu diri sendiri tanpa menyadarinya.

Sangat jelas di dalam ayat tersebut banyak sekali di dunia ini PEMBESAR – PEMBESAR yang JAHAT, karena si Pembesar tersebut menipu rakyat atau dengan kata lain dengan mudah sering berdusta kepada rakyatnya. Lebih teknis lagi dalam kepemimpinan yang tidak mendatangkan maslahat bagi rakyatnya maka terjadilah kebodohan dan kemiskinan yang terus merajalela dengan konsep liberalisme dan kapitalisme. Bahkan tingkat kriminalitas di negara tersebut itu amat memprihatinkan. Seperti kasus Narkoba menurut keterangan BNN setiap hari ada 50 orang yang mati karena narkoba. Kemudian tingkat pencurian sangat masif di seluruh Indonesia, bahkan pernah beberapa tahun lain BES mengadakan penelitian, terjadi kurang lebih 2 menit sekali terjadi pencurian. Adapun perkosaan terjadi kurang lebih dalam kurun waktu 4 jam sekali terjadi perkosaan pada wanita, yang bertepatan hari ini dalam memperingati hari Kartini, kita tidak bisa melihat dalam faktanya ada peningkatan kesejahteraan buat para wanita dan kebahagiannya karena tingkat perceraiannya sangat tinggi terutama di Kab. Bogor banyak sekali yang bercerai. Pertanyaan seriusnya , bagaimana kebahagiaan itu ??..,.. Belum lagi meningkatnya jumlah kriminalitas dan pembegalan yang terjadi beberapa waktu belakangan ini.

Bahwa kebodohan, kemiskinan, kriminalitas, dengan segala bentuknya mari kita analisis mengapa itu terjadi Juga dalam kontek politik, mengapa terjadi proses pendustaan pada rakyat dan juga sila demi sila dalam Pancasila tidak berjalan atau tidak tegak sebagaimana mestinya. Yang ada justru, Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, namun faktanya tidak diberlakukan hukum-hukum Tuhan Yang Maha Esa, yaitu ALLAH SWT lengkapnya tidak diberlakukannya Syariat Islam.

Sila ke-4 Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Sila ke-4 ini sejak bergulirnya reformasi 1998 justru TIDAK berlaku. Yang berlaku adalah liberalis kapitalis dengan model Pemilu melalui suara terbanyak. Padahal perintah Pancasila dengan cara-cara musyawarah dan melalui hikmah kebijaksanaan dalam menentukan kebijakannya, sebagaimana yang diajarkan dalam ajaran Islam.

Oleh karena itu, hal tersebut semua menjadi tanggung jawab para intelektual dan atau mereka yang mempunyai akal sehat untuk memperbaiki keadaan bangsa dan negara RI menuju Indonesia Bertakwa kepada ALLAH SUBHANNAHU WA TA’ ALA.

Bogor – Rabu, 22 April 2020
Salam Takziem
BES = Bang Eggi Sudjana.
Koresponden Tlp/WA : 0816 3121 959

About Post Author