04/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

PPMI CENTRE – KARAWANG, JABAR | Kami mendukung 101% Surat Edaran Pemerintah dan Himbauan dari Presiden, Menkes, Gubernur, Bupati s/d Pa RT terkait pemutusan rantai Covid-19 untuk disiplin dirumah saja atau bekerja dirumah saja,tetapi sebaliknya mohon memberi dukungan juga untuk memenuhi Proses Kedisiplinan tersebut dengan pemenuhan kebutuhan hidup cukup, tidak usah layak dalam masa-masa seperti ini bagi yang tidak berpenghasilan tetap dan bagi karyawan/buruh tetap Upahnya tetap harus dibayarkan.

Karena sesuai tujuan STAY AT HOME atau Work From Home (WFH) adalah bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19 dengan tujuan meminimalisir mobilisasi orang. Dan fakta dilapangan pemicu mobilisasi ini adalah faktor ekonomi, jadi sangatlah salah untuk perusahaan yang memberlakukan WFH tetapi melakukan pemotongan upah. Padahal WFH jelas tetap melaksanakan pekerjaan hanya saja tempat bekerjanya di rumah artinya pekerja tetap melakukan pekerjaan, jadi upah tetap harus dibayarkan.

Namun jika Himbauan WFH diberlakukan dengan memotong upah artinya tujuan dari WFH tersebut tidak tercapai karena dengan berkurangnya upah yang biasa diterima setiap bulan, sehingga otomatis karyawan akan mencari tambahan pemasukan dengan cara keluar dari rumah dengan kesana kemari mencari pinjaman atau kerja sampingan ojek online/off line untuk menutupi kebutuhan sehari-hari sesuai pendapatan bulanan yang selama ini.

Pada akhirnya program atau himbauan pemerintah terkait WFH tersebut justru gagal total sesuai tujuannya, malah menciptakan Masalah baru yang memaksa warga melakukan aktivitas baru yang berujung adanya mobilisasi bagi pelaku WFH yang berpotensi menyebabkan peningkatan penularan wabah covid-19 untuk rakyat dan menimbulkan permasalahan hukum baru sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, karena status WFH upah tetap harus dibayarkan, jelas Asep Hidayah Sekum DPW PPMI Jawa barat

About Post Author