04/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

BES – JITU ; Esensi AL Qur’an, Sholat dan Infaq (ASI)

PPMI CENTRE – BOGOR | Dalam Kajian Islam Sabtu (JITU) kali ini (25/04/2020), BES ingin menjelaskan mengenai esensi ajaran Islam di samping yang telah BES jelaskan dalam beberapa kajian sebelum ini, maka kali ini yang juga merupakan bagian dari esensi ajaran Islam adalah mengenai Al Quran, Sholat , Infak (ASI).
Adapun kajian ASI dalam Al Quran terdapat dalam QS Fatir ayat 29:
إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur’an) dan melaksanakan shalat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi,

Bahwa tidak bermaksud mendikte atau menggurui untuk khususnya para politikus secara kenegarawan sudi kiranya QS Fatir [35] ayat 29 tersebut, seharusnya dijadikan Visi dan Misi di dalam mengelola Negara besar yang berpenduduk sekitar 270 juta jiwa, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mengapa BES perlu menekankan ASI tersebut dijadikan visi dan misi bagi para politikus yang berjiwa kenegarawan itu, karena diawali dengan sumpah jabatan mereka, Presiden dan Wakil Presiden sebagaimana terdapat dalam Pasal 9 ayat 1 UUD 1945 yaitu :

Pasal 9 : (1) Sebelum memangku jabatannya, Presiden dan Wakil Presiden bersumpah menurut agama, atau berjanji dengan sungguh-sungguh di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat atau Dewan Perwakilan Rakyat sebagai berikut :

Sumpah Presiden (Wakil Presiden)
“Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa.”

Janji Presiden (Wakil Presiden):
“Saya berjanji dengan sungguh-sungguh akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa”. *)

Bahwa perlu ditegaskan di sini sumpah atau janji jabatan Presiden dan Wakil Presiden tersebut, tentu turunannya dalam kabinetnya yang terdiri para menteri dan kepala lembaga tinggi negara serta eksekutif lainnya, MPR RI, DPR RI, DPD RI yang bergerak dalam bidang legislatif dan juga tidak ketinggalan yang bergerak di bidang yudikatif seperti MA, MK, KY dan seluruh jajaran pengadilan juga Kejaksaan dan Kepolisian, walaupun Kejaksaan dan Kepolisian di bawah eksekutif, akan tetapi secara substansi pekerjaan mereka fokus kepada bidang yudikatif. Sumpah dan janji Demi Allah tersebut (Pasal 9 ayat 1 UUD 1945) tentunya wajib bagi para petinggi atau pejabat di RI ini yang beragama Islam. Adapun pejabat non muslim, tentu disumpah juga menurut keyakinan agamanya, yang pada pokoknya, mereka semua disumpah atas nama Tuhan Yang Maha Esa, dimana sudah dibahas pada kajian sebelumnya, Tuhan Yang Mahas Esa dimaksud adalah ALLAH . Kemudian kita semua mengerti, bahwa Allah mempunyai hukum yang disebut hukum Islam.

Mengenai ALLAH, dioperasionalisasikan dalam Sila Pertama Pancasila dan Pasal 29 ayat 1 dan 2 dalam UUD 1945. Dengan demikian, konsekuensi logis yuridisnya tidak ada pejabat apapun dan siapapun yang boleh bertentangan dengan ketentuan Pancasila dan UUD 1945 tersebut.

Jadi, sesungguhnya petinggi dan pejabat di RI ini berkewajiban menegakkan Syariat Islam. Tidak boleh ada alasan apapun karena non muslim misalnya. Oleh karena itu, lebih tajam lagi secara yuridis, Presiden dan DPR yang berwenang membuat dan menegakkan hukum sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 5 ayat 1 JO Pasal 20 – 21 UUD 1945, maka sesungguhnya tidak boleh ada produk hukum yang bertentangan dengan kehendak ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA dan Rasul-Nya Muhammad SAW. Apabila ada produk hukum yang berupa UU, Perpu, PP dan peraturan perundang-undangan lainnya sesuai dengan hierarki hukum, juga harus tunduk patuh kepada ketentuan syariat Islam. Penyimpangan dari ini adalah sesungguhnya bentuk makar dan pengkhianatan terhadap konstitusi Pancasila dan UUD 1945. Sehingga mereka harusnya menggunakan konsep Tahu Diri untuk mengundurkan diri sebagai petinggi dan pejabat di negara RI tercinta.

Lebih jauh lagi, secara filosofis, penyimpangan dari visi dan misi ini merupakan tindakan berfikir subversif, karena pandangannya atau pendapatnya bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. Justru pemikiran yang sejalan dengan Pancasila dan UUD 1945, itulah sesungguhnya penjaga konstitusional sejati, karena dia merupakan orang-orang yang mengerti ajaran Islam dengan konsep akidah, syariah, akhlaknya yang dikaji secara keilmuan ; ilmu tauhid, ilmu fikih, ilmu tasawuf yang akhirnya dilaksanakan atau diimplementasikan dalam keimanannya, penegakkan hukum Islamnya dan berlaku ikhsan (akhlakul karimah).

Di sisi lain, secara kenegarawanan orang-orang yang muslim sejati tersebut adalah orang-orang yang konsisten menjaga dan menegakkan Pancasila dan UUD 1945. Dalam konteks sejarah Indonesia, pengkhianatan terhadap UUD 1945 dilakukan oleh organisasi politik yaitu PKI dan ormas-ormas pendukung di bawahnya, serta otomatis mereka yang kafir, zalim, fasik, musyrik, munafik, dan murtad dari agama Islam.

Bahwa ASI dijadikan VISI dan MISI di dalam berbangsa dan bernegara di indonesia merupakan kewajiban sebagai orang beriman kepada Allah SWT dan sejalan dengan itu adalah kewajiban konstitusional NKRI yang dikenal menjadi Jihad Konstitusional.
Adapun VISI yang dimaksud adalah MENGUPAYAKAN INDONESIA BERTAQWA dengan
Commitment to The Goal :
اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ
(Asyhadu an-laa ilaaha illallaah)
Saya bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah

Qur’an Surat Muhammad ayat 19 :
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ
Maka ketahuilah, bahwa tidak ada Tuhan (yang patut disembah) selain ALLAH , dan mohonlah ampunan atas dosamu dan atas (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan ALLAH mengetahui tempat usaha dan tempat tinggalmu.

Barangsiapa yang bersikap untuk tetap menyatakan dalam sifat, fikiran, bicara dan tindakannya sehari- hari (laa ilaaha illallaah) maka manusia tersebut akan mendapatkan ampunan ALLAH, kesejahteraan, kebahagiaan lahir dan bathin di dunia dan di akhirat.

Sementara MISI nya adalah,
Comitment to The Strategy :
و اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ
(Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah)
dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul (utusan Allah).

Qur’an Surat Al Ahzab ayat 40 :
مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَٰكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا
Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Dan ALLAH Maha Mengetahui segala sesuatu.

Qur’an Surat Al Fath ayat 29 ;
مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu melihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya. Pada wajah mereka tampak tanda-tanda bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Taurat dan sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Injil, yaitu seperti benih yang mengeluarkan tunasnya, kemudian tunas itu semakin kuat, lalu menjadi besar dan tegak lurus di atas batangnya, tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). ALLAH menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan di antara mereka, ampunan dan pahala yang besar.

Mengacu pada pola hidup Rasulullah MUHAMMAD SAW. Yang menjadi teladan, maka :
1. PENDIDIKAN/ TEKNOLOGI
Negara harus hadir dalam mendidik rakyatnya dengan keterpaduan atau menyatunya kurikulum kemendiknas dan kemenag sehingga tidak secular. Oleh karenanya, Negara harus hadir dalam mengkondisikan rakyatnya menjadi taqwa, cerdas, terampil, inovatif, kreatif dan produktif.

Qur’an Surat Ali Imron ayat 79 : Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah ALLAH”. Akan tetapi (dia berkata): “hendaklah kamu menjadi orang-orang yang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.

2. BUDAYA DAN HUKUM
Negara bebas KKN dan penegakan hukum yang tidak tebang pilih. Rasa persatuan bangsa yang diwujudkan bukan ke Bhinekaan, ras dan in-.toleran, daya rekatnya adalah Sumpah Pemuda. Satu Nusa, Satu Bangsa dan, Satu Bahasa, dibingkai dengan ketauhidan. Negara dalam hal ini pemerintah Indonesia tidak mengajarkan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan). Kita harus bersatu, karena suku, agama dan ras adalah anugerah atau given dari Allah SWT. Bukan untuk dipertentangkan dengan metode manajemen konflik, maka yang harus ditekankan adalah kecerdasan bangsa yang berangkat dari nilai kejujuran hati, kebenaran dan keadilan. Ini merupakan nilai UNIVERSAL di seluruh dunia sejak Nabi Adam sampai hari Kiamat yang terus menerus berlaku sampai akhir zaman. Oleh karena itu, kita mesti menyadari dalam upaya menempuh strategi berbangsa dan bernegara, kita “Telah Salah Jalan” yaitu menempuh jalan Konsep SARA sebagai permainan bahkan didesain dan dijadikan konflik manajemen. Padahal kita semua mengetahui dan menyadari yang namanya konflik, baik antar masyarakat maupun masyarakat dengan pemerintah, bahwa konflik itu disebabkan oleh perilaku TIDAK JUJUR, TIDAK BENAR, dan TIDAK ADIL.

Qur’an Surat Al Maidah ayat 44 : Sesungguhnya kami telah menurunkan Kitab Taurat didalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan kitab itu diputuskan perkara orang-orang yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab ALLAH dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu jual ayat-ayat Ku dengan harga murah. Barangsiapa tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan ALLAH , maka mereka itulah orang-orang yang kafir

Qur’an Surat Maidah ayat 45 : Dan kami telah tetapkan terhadap mereka didalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi dan luka-luka (pun) ada qisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.

Qur’an Surat Maidah ayat 47 : Dan hendaklah orang-orang pengikut injil memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan ALLAH didalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan ALLAH , maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.

3. EKONOMI DAN SOSIAL
Negara harus selalu hadir didalam mensejahterahkan rakyatnya, serta memelihara fakir miskin dan anak-anak terlantar, juga termasuk menghilangkan daerah-daerah atau kawasan kumuh dan atau kawasan yang tidak sedap dipandang mata.

Qur’an Surat Al Mauun ayat 1-7 : Tahukan kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka celakalah bagi orang-orang yang sholat, yaitu orang-orang yang lalai dalam sholatnya, orang-orang yang berbuat riya dan enggan (menolong dengan) barang berguna.

4. POLITIK
Negara harus hadir dalam keamanan dan ketentraman baik dalam negeri maupun luar negeri, dan tentunya yang terpenting negara harus menjaga rakyatnya terbebas dari rasa takut (demokratisasi) dan terbebas dari rasa lapar (terciptanya kesejahteraan).

Qur’an Surat Ali Imron ayat 97 : Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (diantaranya) maqom ibarahim barangsiapa memasukinya (baitulloh itu) menjadi amanlah dia, mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap ALLAH, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke baitulloh. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam

Negeri harus hadir untuk mempunyai posisi tawar yang tinggi dalam hubungan internasional, dan mengkondisikan politik bebas aktif dalam hal menghapus penjajahan di muka bumi serta meningkatkan wibawa Indonesia di mata internasional.

Qur’an Surat Muhammad 35 : Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang diatas dan Allah pun bersamamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi pahala amal-amalmu.

5. PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM (SDA) DAN SUMBERDAYA MANUSIA (SDM)
Dalam pengelolaan sumber daya alam mesti di dasari dengan pasal 33 ayat 3 UUD 1945 : ”Bumi air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.”

Pengelolaan sumberdaya alam (SDA) mesti di dasari dengan pasal tersebut. Oleh karena itu, presiden dan wapres beserta kabinetnya harus mampu merumuskan dan merancang pengelolaan SDA dikaitkan dengan sila ke-5 Pancasila, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Sehingga SDA yang ada di seluruh Indonesia benar-benar dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Sebagai contoh, pengelolaan SDA oleh Freefort di Papua sampai detik ini kemanfaatannya untuk Indonesia sangat kecil di banding Freeport yang berasal dari Amerika tersebut. Begitu pula, secara hukum SDA tidak di kuasai oleh negara tapi swasta atau bahkan negara lain. Begitu pun tidak digunakan untuk semakmur-makmurnya rakyat (terutama Papua) karena Indonesia hanya kebagian 9,36%. Sampai berakhirnya periode pertama dan kelanjutannya sampai saat ini pemerintahan Jokowi dalam pencapaian penghasilan hasil masih jauh dari signifikan untuk kemakmuran rakyat. Sementara pemerintahan Jokowi hari ini sedang menghadapi masalah Pandemi Covid 19 di Indonesia yang tentu saja akan berdampak kepada Ekonomi, Sosial, Politik, Hankam negara kita saat ini.

Oleh karena itu, kondisional objektif ini harus di sadari bahwa pengelolaan SDA oleh Freeport tersebut bertentangan dengan UUD 1945 pasal 33 ayat 3. Bahkan, di sisi lain, seharusnya DPR melakukan fungsi pengawasannya kepada Pemerintah. Sampai bila perlu tegas pada proses impeachment jika presiden telah melanggar UUD 1945. Selanjutnya dapat dirumuskan model pengelolaan dan kemanfaatan SDA lain seperti minyak, batu bara, kelapa sawit, hasil hutan, hasil laut, perkebunan, perikanan, peternakan, dan sektor jasa keuangan yang tidak diatur menurut sistem Pancasila dan UUD 1945, tapi diatur menurut sistem liberalis-kapitalis.

Selain bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945, juga bertentangan dengan Hadist Nabi MUHAMMAD SAW. Tanah, Air, udara dan api itu mesti dikelola oleh negara tidak boleh diserahkan kepada swasta. Oleh karena itu, sekaligus dalam pengertian pengelolaan SDM nya mesti lah SDM di Republik Indonesia dipersiapkan dan di rancang, diajarkan dan di didik untuk dapat mengelola SDA yang baik. Di samping itu, perlu adanya kemampuan presiden dan wapres serta kabinetnya membuat kebijaka-kebijakan bersama seluruh Perguruan Tinggi negeri yang dianggap kredibel untuk secara ilmu dan teknologi dan juga LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) didayagunakan semaksimal mungkin dan bersinergi yang outputnya untuk kesejahteraan rakyat.
Oleh karena itu, negara harus hadir di dalam membagi secara adil dan merata dalam pengelolaan Sumber Daya Alam ( SDA ) dan Sumber Daya Manusia ( SDM ) di dalam membagi secara adil dan merata.

Qur’an Surat Ar’ad ayat 3-4 : Dan Dialah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya, dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, ALLAH menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran ALLAH) bagi kaum yang memikirkan.; Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman- tanaman dan pohon kurma yang bercabang dan tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanaman-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran ALLAH) bagi kaum yang berfikir.

Bahwa dengan kekuatan (QS. Ar-Ra’d 13:3-4) maka begitu banyak SDA yang telah ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA berikan kepada bangsa Indonesia. Oleh karena itu, patut pula dilahirkan kemampuan SDM untuk mengelolanya, sehingga tercipta negeri yang Baldatun Toyyibatun Wa rabun Ghafur.

6. Bagi rakyat Indonesia yang non muslim tetap akan mendapatkan rasa kasih sayang, aman, keadilan, HAM dan nilai-nilai demokrasinya
dijelaskan dalam Qur’an Surat Al Maidah ayat 8 :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada ALLAH, sungguh, ALLAH Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

Qur’an Surat An Nisa ayat 135 :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ ۚ إِنْ يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقِيرًا فَاللَّهُ أَوْلَىٰ بِهِمَا ۖ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوَىٰ أَنْ تَعْدِلُوا ۚ وَإِنْ تَلْوُوا أَوْ تُعْرِضُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا
Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang terdakwa) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah ALLAH Mahateliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan.

Bahwa, kajian Islam hari Sabtu ini tetap konsiten berdasarkan BES Theory, yaitu OST-JUBEDIL dengan pendekatan logika Al Quran. Untuk keperluan tersebut, sudi kiranya dalam kajian Islam ini berkesempatan dengan Bulan Suci Ramadan yang pada biasanya melakukan tadarus Al Quran, adapun ayat-ayat Al Quran yang kiranya perlu dipelajari, dihayati, diamalkan seoptimal mungkin melalui integritas, kapasitas, dan otoritas yang inheren dalam diri kita masing-masing demi tegaknya Islam Fungsional yaitu secara berurutan sistematisnya dimulai dari QS 4 : 82, QS 5 : 16; QS 7 : 204; QS 9 : 111; QS 10 : 15, 37; QS 11 : 13 dan 14; QS 12 : 3; QS 15 : 87,91; QS 16 : 98; QS 17 : 41,45,46,60, 82, 88, 89; QS 18 : 54; QS 20 : 2 dan 114; QS 25 : 4, 6, 30, 32; QS 27 : 1, 6, 76, 92; QS 28 : 85; QS 30 : 58; QS 34 : 31; QS 36 : 2; QS 38 : 1; QS 39 : 27; QS 41 : 26, 44; QS 42 : 7; QS 43 : 31; QS 46 : 12, 29; QS 47 : 24; QS 50 : 1, 45; QS 54 : 22, 32, 40; QS 55 : 2; QS 59 : 21; QS 73 : 4, 20; QS 76 : 23; QS 84 : 21.; *Note Mohon baca ayat di Al quran dan terjemahannya

Berdasarkan rangkaian dan rangkuman dari ayat-ayat yang telah disebutkan, khusus menjelaskan mengenai Al Quran yang berkaitan dengan sejumlah informasi, hal tentang bagaimana mendidik, bagaimana memerintahkan untuk orang-orang yang beriman dan bertakwa, kemudian mengatur segala hal tentang kehidupan, tentang syariat Islam, mengenai kejadian alam semesta dan manusia, mengenai petunjuk dan pembeda hak dan batil, tentang bagaimana peribadatan, dan berbagai perumpamaan yang mencakup totalitas alam semesta dan kehidupan manusia.

Oleh karena itu, dari rangkuman itu semua kiranya pelu dibuatkan definisi apa dan bagaimaa Al Quran itu sendiri. Al Quran adalah wahyu Allah yang disampikan oleh Jibril kepada Muhammad SAW yang pada inti dari isinya mengenai informasi tentang mendidik, tentang memerintahkan beriman dan bertakwa kepada Allah, mengatur tatanan seluruh sendi kehidupan melalui syariat Islam agar terkondisi suasana kehidupan totalitas alam semesta dan manusia yang berhubungan dengan ibadahnya menjadikan terciptanya rahmatan lil alamin sehingga terang benderang perbedaan nyata antara hak dan batil.

Adapun bila disimpulkan dari definisi tersebut, bahwa Al Quran adalah :

1. Merupakan wahyu Allah yang wajib diimani oleh seluruh manusia.
2. Sistem pembeda/furqan terhadap hak dan batil, juga terhadap kewajiban asasi dan hak asasi manusia yang tersusun secara lengkap, dapat dijadikan pandangan hidup dan pedomannya (ideologi) bagi hidup dan kehidupan seluruh manusia terutama yang beriman dan bertakwa kepada-NYA.
3. Sesungguhnya Al Quran nilai-nilai yang agung, akurat, dan terpercaya serta mendatangkan kebahagiaan lahir dan batin bila diyakini dan diamalkan sehingga pantaslah untuk dihargai di surganya, dan bagi yang menetangnya pantas pula ditempatkan di neraka-NYA.

Bahwa berdasarkan definisi dan kesimpulan yang diambil secara BES Theory – OST JUBEDIL dengan pendekatan deduktif ke arah induktif agar jelas pemahamannya untuk bisa memahami, menghayati, menyadari, dan mengamalkannya nilai-nilai Al Quran yang mulia dan agung tersebut membumi terjadi konkret dalam tatanan kehidupan kita di seluruh dunia, sehingga patut dikatakan Al Quran ini merupakan mukzizat besar dan agung serta mulia yang Allah berikan dengan ilmu dan kasih sayangnya bagi totalitas alam semesta dan diri kita semua terutama yang mengaku beriman dan bertakwa kepada ALLAH SWT.

Sisi lain dengan hadirnya Al Quran sangat terasa dan dapat dipertanggungjawabkan secara intelektual ilmiah tatanan kehidupan di dunia ini menjadi tertib, terprogram masa jalannya hidup kemanusiaan mendatangkan pula secara sosiologis, struktur masyarakat yang memiliki identitas dan jati diri yang akurat yaitu orang-orang yang beriman, bertakwa, mukhlisin, mujahid, orang-orang yang bersabar, orang-orang yang menjaga diri tidak melakukan kekejian dan kemungkaran, dapat dirasakan ukuran kejujuran, kebenaran, dan keadilan-NYA secara universal berlaku untuk siapa saja tanpa diskriminatif.

Oleh karena itu, banggalah kita sebagai kaum muslimin dan muslimat yang dengan penuh kesadarannya menyatakan diri beriman, berislam, dan berikhsan untuk menggapai ridho Allah, sehingga patut diingat pesan akhir dari Rasulullah SAW meningglkan dua pusaka, yaitu: Al Quran dan Hadis. Hal itu semua menunjukkan harta kekayaan intelektual ilmiah yang tak dapat dikalahkan oleh sistem nilai / ideologi manapun di dunia ini.

Sekali lagi, berbahagialah kaum muslimin dan muslimat yang memiliki AL-QURAN juga sebagai Orang2 beriman dan bertakwa serta ikhlas, sabar, namun tidak melupakan militansinya untuk berjihad fii sabilillah. Inilah sosok SDM yang pasti dapat dikatakan SDM yang patut dibanggakan, menjadi contoh teladan dalam setiap event kehidupan dan akhirnya dengan mengikuti Al Quran sebagai sentral keimanan kita, maka tatanan masyarakat Islam adalah masyarakat yang intelektual ilmiah dan beradab serta mampu mengayomi masyarakat lain yang non muslim secara damai dan penuh toleransi sesuai yang ALLAH sampaikan dalam Q.S. Al kafirun , “BAGIMU AGAMAMU ,BAGIKU AGAMAKU” Inilah Tingkat Toleransi tertinggi dala m pergaulan Dunia .

Bahwa selanjutnya mengenai kajian tentang esensi Sholat dan Infak sebagaimana disebutkan dalam kajian Judul ini yaitu ASI (Al Quran, Sholat, dan Infak) IN SHAA ALLAH besok dibahas dalam Kajian Islam Ahad besok.

Bogor – Sabtu, 25 April 2020
Salam Takziem
BES = Bang Eggi Sudjana.
Koresponden Tlp/WA : 0816 3121 959

About Post Author