25/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

BES = JIHAD; Esensi Logis Al Qur’an dalam Konstitusi NKRI

PPMI CENTRE – BOGOR | Pada kesempatan JIHAD (Kajian Islam Ahad) 26 April 2020 episode kali ini, ternyata menurut pemikiran BES perlu ada penambahan lebih dalam tentang kajian Al Quran. Oleh karena itu, sebelum dilanjutkan mengenai Sholat dan Infak, maka pada kajian hari ini perlu dilanjutkan mengenai kajian Al Quran. Adapun pentingnya pendalaman kajian Al Quran ini, mengingat dan menyadari bahwa sentral ajaran Islam sumber nilainya adalah Al Quran yang merupakan wahyu dari ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA dan juga bagian dalam rangkaian Rukun Iman. Yang menjadi sentralnya adalah penejelasan tentang ALLAH itu sendiri melalui Al Quran. Bagaimana kita mengetahui dan mengenal ALLAH secara detail, jelas, dan konkret untuk diimani jika tanpa Al Quran ?

Oleh karena itu, sangat penting dan sentral Al Quran ini. Kafir atau menentang terhadap Al Quran maka sama dengan menentang rukun Iman dan rukun Islam. Dengan kata lain, tidak ada ajaran Islam itu sendiri tanpa ada sumber nilai yang berasal dari Al Quran. Untuk keperluan itulah pendalaman Al Quran ini perlu secara INTELEKTUAL ILMIAH agar supaya KEYAKINAN kita kepada Al Quran dapat akurat dan dipertanggungjawabkan, bukan merupakan Dongeng / cerita Nenek Moyang kita semua saja, namun AKAL SEHAT dengan cara berfikir OST JUBEDIL , pasti yang membenarkan akan KEHEBATAN dan KEDAHSYATAN Al Quran itu sendiri.
Selanjutnya kita sering mendengar syair lagu, dalam setiap aksi bela Islam terutama dari gerakkan PA 212, disitu BES sebagai Dewan Penasehat seperti :

Al Qur’an Imam kami
Al Qur’an pedoman kami
Al Qur’an petunjuk kami
Al Qur’an satukan kami

Oleh karena itu, jargon tersebut juga berkonsekuensi logis dalam melaksanakan programnya menjadi wujud yang nyata. Negara dalam hal ini pemerintah yang dipimpin oleh PRESIDEN dan WAKIL PRESIDEN WAJIB dan PATUT MELAKSANAKAN program-program yang mengacu kepada visi dan misi sebagaimana telah dipaparkan sebelumnya. Adapun PROGRAM tersebut adalah sebagai berikut :

I. Pemerintah melakukan pengenalan dan pengajaran tentang ASI yaitu : PEMIMPIN yang BENAR PASTI mengajarkan dan menegakkan ASI.

Qur’an Surat Fathir ayat 29 ; Sesungguhnya orang-orang yang SELALU MEMBACA kitab ALLAH (Al Qur’an) dan mendirikan SHOLAT dan MENGINFAKKAN sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan TERANG-TERANGAN mereka itu MENGHARAPKAN PERDAGANGAN yang TIDAK akan RUGI .

Al Quran (hubungan manusia dengan Allah SWT dan alam semesta): Adapun pendalaman Al Quran berupa :
1. TAHAP I Bismi (baca-tulis-pahami). Output : pengamalan Al Quran mendekati sempurna.
2. TAHAP II Tujuh Tahap Menghayati Al Quran , karena Al Quran itu merupakan mukjijat ( seperti yang BES jelaskan dalam kajian islam ttg mukzijat dan Bersyukur ) terbesar bagi umat islam dan di akhirat kelak Al Quran akan menjadi SYAFA’AT bagi yang membacanya.

7 (tujuh) TAHAP Memahami AL QUR’AN
a.Al Quran didengar akan; mendapat rahmat
Qur’an Surat Al A’raf ayat 204 : Dan apabila dibacakan Al Qur’an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.

b.Al Quran dibaca akan; menambah iman
Qur’an Surat Al Baqarah ayat 121 : Orang-orang yang telah kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.

c.Al Quran diartikan akan; mendapatkan penjelasan
Qur’an Surat Al Furqon ayat 32-33 : Berkatalah orang-orang yang kafir. “Mengapa Al Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?”; demikianlah supaya kami perkuat hatimu dengannya dan kami membacanya secara tartil (teratur dan benar). Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu (membawa) sesuatu yang ganjil, melainkan kami datangkan kepadamu suatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya.

d.Al Quran dimaknai akan; mendapat pemahaman dan berwawasan
Qur’an Surat Muhammad ayat 24 : Maka Apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?

e.Al Quran diterapkan akan; mendapat Amal saleh atau bermanfaat
Qur’an Surat Fushshilat ayat 33 : Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata “ Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?”

f.Al Quran Diajarkan akan; Menjadi Sifat Rabbani
Qur’an Surat Ali Imron ayat 79 : Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: “hendaklah kamu menjadi penyembah- penyembahku bukan penyembah Allah”. Akan tetapi (dia berkata): “hendaklah kamu menjadi orang-orang yang rabbbani karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya”.

g.Al Quran dipelihara atau dihafal akan; menjadi partner Allah (selalu menerapkan hukum-hukum Allah dalam kemaslahatan bangsa dan Negara disetiap keadaan) dalam pemeliharaan ALLAH atau pengawasan ALLAH.
Qur’an Surat Al Hijr ayat 9 : Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.

Setelah MEMAHAMI dan MENJALANKAN 7 cara untuk MEMAHAMI bukan MENAFSIRKAN Al Qur’an, maka akan TERCIPTA CAHAYA atau SIFAT-SIFAT yang seperti diterangkan dalam Al Qur’an surah An Nur ayat 35 : ALLAH (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan CAHAYA ALLAH , adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), ALLAH membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan ALLAH Maha Mengetahui segala sesuatu.

Penjelasan ayat di atas, ada 7 CAHAYA yang DAPAT kita AMALKAN dalam kehidupan sehari-hari dalam berbangsa dan bernegara :
1. Misykah : dapat di maknai seperti Lubang tidak tembus
Give the best take the risk. Memberikan yang terbaik dan siap mengambil resiko juga tidak anti kritik , apa lagi Tangkapin Orang yang mengkritiknya alias Diktator .
2. Misbah : dapat dimaknai seperti Lampu Pelita dan
Development, menjadi penerang untuk tumbuh berkembang
3. Zujajah : dapat dimaknai seperti Kaca/cermin
Self Correction, menjadi cermin untuk tahu diri / introspeksi diri dan menjadi teladan
4. Kaukab : dapat dimaknai seperti Bintang
Foresight, memiliki pandangan, kecerdasan dan wawasan yang luas
5. Syajarah : dapat dimaknai seperti
Guaranted, mendapatkan jaminan keamanan, kebahagiaan, ketenangan, keseimbanagan, sesuai dengan fitrah bukan karena status, atribut dan kemegahan dunia.
6. Zaitun : dapat dimaknai seperti Pelumas/lembut
Soft and Flexible, lembut dan fleksibel pada setiap keadaan, mudah bersahabat kepada semua usia sesuai dengan kemampuannya.
7. Nurun ‘alan Nur: Cahaya diatas Cahaya , itu dapat di maknai seperti
Empathy, menjadi cahaya di atas cahaya di setiap kehidupan bersifat Rahman Rahim, berfikir ahad / Ost Jubedil , berbicara ahsanu qaulan, bertindak amal shaleh.

II. SHOLAT (Hubungan manusia dengan Jiwanya)

Diterangkan dalam Qur’an Surat Al Baqarah ayat 45 : Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu.

Juncto Qur’an Surat Lukman ayat 17 : Wahai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
Wahai saudaraku seiman dan seislam, sholat adalah kegiatan yang terpenting di muka bumi. Mari kita perbaiki shalat kita, dari niat, takbir sampai salam dengan nilai kecerdasan agar ALLAH meridhoi kita.

SHOLAT MEMPUNYAI NILAI 3 (TIGA) DIMENSI :
Dijelaskan dalam Al Qur’an Surat Al An’am ayat 162 – 163 : Katakanlah sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk ALLAH , Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada ALLAH )”.

1) Sholat dalam arti Dimensi KEIMANAN, yaitu contohnya Pelaksanaan sholat 5 (lima) waktu dari mulai takbir sampai salam, yang sebelumnya diawali dengan wudhu kita semua tidak pernah tanya kenapa mesti Wudhu dulu , kenapa harus Sujud Dll , semua itu kita kerjakan karena ke imanan kita pada ALLAH dan Rasul NYA .

2) Sholat dalam arti Dimensi KEHIDUPAN. Didalam sholat ada satu gerakan SUJUD yang melukiskan dengan Sujud itu kepala kita ada sejajar dengan lantai , lalu di dalam kepala kita ada Otak alat untuk berfikir, hal ini bermakna pemikiran / konsep dan program kehidupan Kita semua yang ngaku beriman pada ALLAH mestilah mengacu , tunduk dan patuh kepada kehendak atau mau nya ALLAH SUBHANNAHU WA TA ALA dan Rasul-NYA , yaitu SUJUD pula kepada APA dan BAGAIMANA PERINTAH Al Quran dan Sunahnya , TIDAK BOLEH ADA PILIHAN FIKIRAN/ KONSEP KEHIDUPAN YANG LAIN SELAIN AJARAN ISLAM ( Q.S. 33 ayat 35 dan 36 ).

3) Sholat dalam arti Dimensi Syahid, pemahamannya dijelaskan pada hadist yang terdapat dalam riwayat dari Jabir ra., “Bahwasannya Nabi SAW memerintah untuk menguburkan orang yang mati syahid dengan darah dan pakaian mereka, tanpa disholatkan dan dimandikan”.
(Hadist riwayat Al-Bukhori 3343).
Bagi orang-orang yang mati syahid tidak perlu disholatkan, karena sesungguhnya mereka telah sholat sewaktu PERANG , tapi bagaimana perang dalam arti melawan sistem kehidupan yangg sekuler, liberal dan komunis ?.. yaitu ketika mensujudkan konsep, program, kehidupan untuk TUNDUK PATUH kepada ALLAH SUBHANNAHU WA TA ALA, kemudian dalam perjalanannya dia terbunuh di jalan-NYA , maka In Shaa Allah mereka Orang yang Mati Syahid karena mereka TELAH BERJUANG MENSUJUDKAN SISTEM KEHIDUPAN YANG INGKAR PADA ALLAH SUBHAHANNAHU WA TA ALA . Oleh karena itu agar Masyarakat Indonesia mengenal 3 dimensi Sholat tersebut, maka diadakan UPGRADING KECERDASAN SHOLAT agar PANGGILAN ALLAH setiap dikumandangkan ADZAN segera Sholat dan menjadi PEMENANG pada setiap saat, dimanapun dan pada situasi apapun.

III.Infak (hubungan manusia dengan ekosistemnya atau lingkungan hidup)

Dijelaskan Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 254 :Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa’at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim.

Jo Qur’an Surat Al Munafiqun ayat 10 : Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan(kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?”

Hubungan manusia dengan ekosistem atau lingkungan hidupnya yang diwujudkan dengan pengorbanan berupa infak, antara lain sebagaimana firman Allah SWT.

Qur’an Surat Al Anfal ayat 41 :Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada ALLAH dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba kami MUHAMMAD SAW di hari FURQON , yaitu di hari bertemunya dua pasukan , dan ALLAH Maha Kuasa atas segala sesuatu.

dan juga di dalam Qur’an Qur’an Surat Al Anfal ayat 2, 3 dan 4 : Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila di sebut nama Allah gemetarlah hatinya dan apabila dibacakan ayat-ayatNya kepada mereka, bertambah (kuat imannya) dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal (yaitu) orang-orang yang menegakkan shalat dan yang menginfaqkan sebahagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Mereka Itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka akan memperoleh derajat tinggi di sisi Tuhannya dan ampunan dan rezeki yang mulia.

Berdasarkan QS Al Anfal ayat 41, maka infak setiap gaji pejabat :
• Presiden dan Wakil Presiden serta kabinetnya : 20%
• MPR, DPD, DPR, DPRD : 10%
• Gubernur, Bupati, dan Walikota : 10%
• Camat dan Lurah : 5%
• Rakyat : 2.5%.

2. MELAKUKAN UPGRADING BIROKRASI untuk memahami A S I ( Al Quran , Sholat dan Infaq ) .

Upgrading Birokrasi ttg ASI tsb diberikan kepada :
1. Presiden, Wakil Presiden, dan Kabinet para MENTERI2 nya .
2. MPR, DPR, DPD, dan DPRD
3. TNI dan Polri
4. Ulama dan Tokoh Masyarakat
5. Guru, Dosen dan Pendidik Bangsa
6. Parpol, LSM, dan Ormas

Mereka semua itu dikenalkan, diajarkan dan di didik mengenal Al Quran, Shalat dan Infak yang pada intinya kesemua komponen atau elemen masyarakat tersebut untuk mencapai Visi dan Misi sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, Oleh karena itu, landasaan di dalam mengenalkan, mengajarkan, dan mendidik ASI telah digariskan dalam Qur’an Surat Faathir ayat 29 : Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan Shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.

Dan hadist Nabi SAW : “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”(HR Al-Bukhari)

3. PENGELOLAAN DANA

Negara di dalam menjalankan Visi dan Misi sebagaimana telah disebutkan, didalam program pengelolaan dana (APBN/APBD) diawali dengan upaya kerja keras oleh para ahli ekonomi islam dengan upaya kerja keras pengelolaan dana dalam negeri tanpa utang, yaitu melalui:
1. APBN dan APBD
2. Pajak
3. ZIS
4. CSR (seperti tersebut sebelumnya dalam lingkaran Pengelolaan Dana)=>Pertanian, perindustrian Perdagangan, Pertambangan Peternakan, Perikanan, Kehutanan, Perkebunan, Jasa Keuangan (Perbankan) dan Jasa Transportasi
5. Donatur

Potensi dana dari semua elemen tersebut diupayakan maksimal untuk menjalankan roda pemerintahaan yang dipimpin dengan pola sebagaimana masa Rasulullah SAW Pernah contohkan, jangan lupa Nabi MUHAMMAD SAW Sebagai Nabi Utusan Allah BELIAU JUGA SEBAGAI PRESIDEN Umat Islam Sedunia .

Adapun kader atau Orang-orang yang pernah di didik langsung oleh Rasulullah lewat ASI melahirkan insan-insan berkualitas dan berkarakter :
• Adanya Abu Bakar Shiddiq sebagai simbol ulama untuk mengantisipasi simbol ke-Samiri-an (gila kehormatan)
• Adanya Umar Bin Khattab sebagai symbol Pejabat untuk mengantisipasi symbol ke-Fir’aun-an (gila jabatan dan Diktator)
• Adanya Usman Bin Affan sebagai simbol Konglomerat untuk mengantisipasi simbol ke-Qorun-an (gila harta)
• Adanya Ali bin Abi Thalib sebagai simbol Teknokrat untuk mengantisipasi simbol ke-Hamman-an (gila pengetahuan)

Sebaliknya orang-orang (manusia) yang tidak terdidik melalui ASI, mengabaikan Allah dan Rasul-Nya, maka mereka adalah Samiri yang gila kehormatan; Fir’aun yang gila jabatan; Qorun yang gila harta, dan Hamman yang gila pengetahuan.

Bahwa dengan menjalankan program kenegaraan melalui roda pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden dan Wakil Presiden yang dengan memakai dasar/pedoman diambil dari nilai-nilai suci Al Quran dan Hadist Nabi MUHAMMAD SAW, serta pemahaman dari esensi aplikasi sholat dan tidak kikir mengaplikasikan infaknya, maka Bangsa Indonesia dapat dipastikan melahirkan Sumber daya manusia (SDM) yang:

1. Takwa dan Rendah hati
Qur’an Surat Al Baqarah ayat 97
Katakanlah: “Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin ALLAH ; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.

2. Sabar
Qur’an Surat Al Baqarah ayat 153
Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya ALLAH beserta orang-orang yang sabar.

3. Cerdas
Qur’an Surat Al Isra ayat 9
Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.

4. Produktif
Qur’an Surat Al Anfal ayat 65
Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.

Qur’an Surat Al Anfal ayat 66 : Sekarang ALLAH telah meringankan kepadamu dan dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir; dan jika diantaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin ALLAH dan ALLAH beserta orang-orang yang sabar.

5. Penyayang
Qur’an Surat Al Alfatihah ayat 3
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

6. Memberi dan Berani
Qur’an Surat Ali Imron ayat 92
Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.

Qur’an Surat Ali Imron ayat 146
Dan betapa banyak Nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikutnya yang bertaqwa. Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Allah, tidak patah semangat dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.

7. Berakhlak mulia
Qur’an Surat Al Qalam ayat 4
Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.

Itulah kualitas rakyat Indonesia sesuai dengan Visi-Misi, sehingga kualitas SDM ini sangat berkesesuaian dengan butir-butir sila Pancasila :
1. Ketuhanan Yang maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan Perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Bahwa dengan kata lain, apabila masyarakat Indonesia menjalankan ajaran Islam atau setidaknya melalui PENERAPAN ASI (Al Quran, Shalat, Infak), maka dengan sendirinya (otomatis tidak pake Ribet lagi dan macam macam gerakkan radikal dan terorisme) akan tegak dan terwujudnya pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945. Maka logika hukumnya berikutnya adalah Pancasila dan UUD 1945 merupakan Dasar Negara yang DI AKUI, DITERIMA SEMUA PIHAK , KESEPAKATAN BANGSA INDONESIA bahkan jadi falsafah bangsa (ideologi) dan Dasar Negara Republik Indonesia yang BERKESESUAIAN dengan AJARAN ISLAM sehingga tidak berlebihan bila dikatakan pelaksanaan dan atau penerapan Pancasila dan UUD 1945 terutama yang asli merupakan pelaksanaan dan atau penerapan ajaran Islam di Indonesia. Akhirnya sangat logis secara hukum untuk dikatakan Indonesia yang bertakwa merupakan Indonesia sebagai memenuhi syarat disebut NEGARA TAUHID/ISLAM yang sudah BES jelaskan dalam Kajian Islam sebelum ini . Sebaliknya yang menentang dan mempersoalkan kembali Pancasila dan UUD 1945 sama dengan halnya menentang ajaran Islam dalam perspektif kenegaraan di Indonesia, MEREKA YANG MENENTANG AGAMA ITU PKI dan Paham-Paham berbasis Materalisme serta Isme-isme lainnya yaitu golongan-golongan penentang Islam yang bertopeng dibalik Konstitusi dan Hak Azasi Manusia, Khusus Ideologi Komunisme dan Marxisme SUDAH DI LARANG DI INDONESIA melalui TAP MPRS NO.25 TAHUN 1966 yang masih berlaku sampai saat ini, jadi siapapun yang MENENTANG, MEMUSUHI dan MEMERANGI AJARAN ISLAM di NKRI ini itulah sejatinya penganut paham Ideologi KOMUNIS/PKI dan Paham-paham Liberalisme dan Kapitalisme yang sudah dijelaskan dalam Al Qur’an Surah Al Jasiyah Ayat 23 dan 24.

Selanjutnya Perumpamaan NKRI di Ibaratkan RUMAH BESAR , maka kiranya sebagai perumpamaan saja, misalnya (Rukun Islam dan Rukun Iman dalam Sebuah Tatanan Negara)

1. PONDASI = SYAHADAT ; IMAN KEPADA ALLAH SWT => Alim ulama dan tokoh masyarakat

2. TIANG = SHALAT ; IMAN KEPADA MALAIKAT => TNI dan Polri

3. DINDING = SHAUM/PUASA ; IMAN KEPADA KITAB ALLAH => Parpol, LSM, dan Ormas

4. PINTU/JENDELA = HAJI/UMROH ; IMAN KEPADA RASUL ALLAH => Presiden, wakil presiden dan kabinetnya, Gubernur, Walikota, Bupati, Camat, Lurah, RW, RT

5. LAMPU/CAHAYA = AL QURAN dan SUNNAH ; IMAN KEPADA HARI AKHIR => Guru, Dosen, Ulama, Kyai, Ustadz, Habaib, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Motivator, Inspirator dan Pendidik Bangsa

6. ATAP = ZAKAT INFAQ SODAQOH ; IMAN KEPADA QODO DAN QODAR => MPR, DPR, DPRD . Mereka sebagai Manusia penghuni dan atau yang hadir di dalam contoh rumah tersebut dengan perangkat lambang seperti yang telah dijelaskan sebelumnya adalah masyarakat yang secara subtantif dan objektif telah melaksanakan Quran Surat Al-Baqarah ayat 177 :
لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada KERABAT , anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), PEMINTA-MINTA dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

Bahwa dengan terwujudnya Quran Surat Al Baqarah ayat 177 itulah harapan ALLAH SUBHANNAHU WA TA ALA dan Rasul-NYA Muhammad SAW untuk seluruh Rakyat atau masyarakat Islam dunia untuk mewujudkannya sehingga tercipta masyarakat Indonesia dan dunia yang bertakwa kepada Allah SWT dan Rasul-NYA MUHAMMAD SAW, termasuk yang NON Muslim TIDAK akan DIABAIKAN KEWAJIBAN dan HAK nya karena berlaku ADIL kepada Mereka adalah perintah kewajiban kepada ALLAH SUBHANU WATA’ALA dan telah dicontohkan oleh Nabi MUHAMMAD SAW di Madinah melalui penerapan Islam Fungsional yang mendasari cara berpikir BES Theory – OST JUBEDIL sehingga tujuan berbangsa dan bernegara yang sesungguhnya adalah menjadikan MANUSIA INDONESIA BERTAQWA kepada ALLAH SUBHANU WATA’ALA dan mengikuti sunah Rasul-NYA akan terasa, terkondisi dan berlaku satu negeri yang dalam keadaan baik, aman, sentosa, adil, makmur serta dalam ampunan ALLAH atau dengan kata lain BALDATUN THOYYIBATUN WAROBBUN GHOFUR.

Bogor – Ahad, Tanggal 26 April 2020
Salam Ta’ziem ,
BES = Bang Eggi Sudjana
Koresponden Tlp/WA : 0816 3121 959

About Post Author