04/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Ibet : Tanggapan terhadap Islam Dan Sosialisme Seorang Arief Budiman

PPMI CENTRE – Jakarta | BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM
Dalam menanggapi tulisan dari Syaefudin Simon dalam judul “ISLAM DAN SOSIALISME SEORANG ARIEF BUDIMAN”. Alangkah lebih baiknya agar tidak terjadi kesalahpahaman atau gagal faham dalam menanggapi dan mengkaji bersama permasalahannya, mohon sudikiranya kita dapat mendalami dulu 5 ayat Al- Qur’an dibawah yang relevan untuk analisisnya yaitu :
1. Qs. Al- Jasiyah (45) Ayat 23.
Yang artinya: “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Alloh membiarkannya sesat dengan sepengetahuan- NYA, dan Alloh telah mengunci pendengarannya dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya? Maka siapakah yang mampu memberinya petunjuk setelah Alloh (membiarkannya sesat) ? Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”.
Ayat tersebut menjelaskan fakta ttg individualisme yg basis nya dari ideologi Liberalis kapitalis. Alloh membiarkan orang itu sesat karena Alloh telah mengetahui bahwa dia tidak menerima petunjuk- petunjuk yang Alloh berikan kepadanya.

2. Qs. Al- Jasiyah (45) ayat 24.
Yang artinya adalah :
” Dan mereka berkata, “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup, dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa.” Tetapi mereka tidak mempunyai ilmu tentang itu, mereka hanyalah menduga- duga saja.’
Ayat tersebut menurut menurut pemahaman saya menerangkan Tentang fakta sejarahnya menggambarkan ideologi Sosialis Komunis .

3). Qs. At -Tahrim (66) ayat 9.
Yang artinya : “Wahai Nabi ! Perangilah orang- orang kafir dan orang- orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka Jahanam dan itulah seburuk- buruknya tempat kembali.”
Ayat tersebut menjelaskan tentang penjelasan suruhan memerangi orang kafir (komunis) dan munafik (liberalis kapitalis, makciavelly dll yg sejenisnya).

4). Qs. Ali Imran (3) ayat 110.
Yang artinya : “Kamu (Umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untyk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Alloh. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Diantara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang- orang fasik”.
Ayat ini menjelaskan tentang Islam umat terbaik jatidirinya. Jadi Islam itu bukan hanya Ramah dan Rahmah , juga Berani, Jihad, Hijrah Mulya, Tegas, Jujur, Benar dan Adil.

5). Qs. Al Baqarah (2). ayat 177.
Yang artinya adalah: ” Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Alloh, hari akhir, Malaikat- malaikat, Kitab- kitab, dan Nabi- nabi, dan memberikan harta yg dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang- orang miskin, orang- orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta- minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan sholat dan menunaikan zakat, orang- orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang- orang yang benar “.

Ayat tersebut Menjelaskan tentang Islam disamping tersebut dalan point 4 pd QS. 3 ayat 110, juga Islam yang Iman, Ikhlas , Taqwa, Sabar, banyak beramal, menolong dan bermanfaat bagi banyak orang.

Pemahaman saya pada tulisan sdra. Syaefudin Simon tentang essensi Islam yang Ramah dan Rahmah sebagai fondasi dari perdamaian dan kesejahteraan, juga tentang Islam menurut Arief Budiman adalah keadilan. Dan keadilan menurut Arief, tak akan bisa tercapai di masyarakat Kapitalisme.

Saya akan lebih menyikapi pemahaman pemikirannya dgn theory BES OST-JUBEDIL Cara pendekatan Al-Qur’an. Itu penyampaian (Sdr. Alm. Arif Budiman) sudah jelas akan berujung pada faham sosialisme dan bukan bertujuan untuk menegakan syari’at Islam. Dan Merupakan hal permasalahan dalam pemerintah yang memiliki mayoritas penduduk muslim, tetapi dikuasai kaum kapitalis liberalis bahkan komunis dalam pengelolaan tatanan pemerintahan apabila secara jelas dan terang- terangan mengabaikan Syari’at Islam yang sudah nyata dan bukti seharusnya dijalankan di negara kita. Untuk itu saya sampaikan menurut pemahaman saya ITU SALAH BESAR. Dan itu termasuk pada kategori ngawurisme seperti yang dikatakan BES memang benar, karena sudah nyata dan terbukti betul2 sudah mulai diterapkan di negara kita dan banyak dimanfaatkan kaum kafitalis liberalis borjuis komunis yg sudah jauh lari meninggalkan ketentuan syari’at sebenarnya, dan itu sebagai satu kehati hatian atau Warning buat kehidupan masyarakat yang menantang untuk tidak mudah terprovokasi atau terpengaruhi . Karena dalam pikiran mereka hanya ada keserakahan nafsu duniawi atau kekuasaan.

Sudah jelas tegas terarah ancaman Alloh akan membiarkannya sesat karena Alloh maha tahu apa yang dilakukan hambaNYa, Alloh mengunci pendengarannya untuk segala kebaikan sebagai input positif kepada dirinya, begitupula mata dan hatinya Alloh telah menguncinya. Makanya tidak heran reaita sebuah kepemimpinan yang sangat bengal, berang, sarat penuh kepentingan golongan ini akan dapat menyesatkan dan menyengsarakan pula rakyatnya, Karena telah menutup segala kebenaran sebagai petunjukNYA. Itu sebagai fakta individualisme yang berakar dari ideologi liberalis kapitalis bahkan komunis. Mereka tidak sadar dalam arah pemikiran mereka hanya untuk membinasakan mereka sendiri, dan mohon maaf, pemikiran mereka tidak sampai kesana karena hanya selalu berangan angan dan menduga duga saja akan setiap hal yang terjadi. Dan saya tegaskan kembali…itu merupakan menggambarkan Ideologi sosialis komunis yang kini tengah melanda bangsa dan negara kita dalam segala aturan yg dibikin kerdilnya pemikiran serta pembodohan, pembunuhan karakter rakyat dalam menyikapi kondisi sebenarnya. Untuk itu sikap kita dituntut untuk berlaku keras melawan mereka, memerangi, melawan segala bentuk kebiadaban dan kedzoliman yang akan menyengsarakan atau merugikan rakyat. Wajib hukumnya memerangi orang kafir (komunis), dan munafik (Liberalis kapitalis) dan lain sejenisnya.

Dengan demikian Umat Islam lah yang terbaik, karena jiwnya kan terus terpanggil serukan berbuat kebaikan dan mencegah kejahatan/keburukan dalam “Amar Ma’ruf Nahyi Mungkar”, berlomba- lomba dalam kebaikan adalah jiwa jiwa pilihan dalam diri manusia yang bertujuan menggapai Ridho ALLOH SUBHANAHU WATA’ALA bukan menjadi hamba syetan yang sikut sana sikut sini, urus sana urus sini demi urusan sendiri dan kelompoknya. Dan Islam merupakan umat terbaik jati dirinya itu untuk di abdikan penuh pada umat secara ikhlas dan sadar menuju Ridho Alloh atau Mardhotillaah. Realisasi Umat dalam menanamkan diri mahabbah terhadap Alqur’an, senantiasa menjalankan Sholat, Zakat, Infaq Shodaqoh serta dapat memperkaya, mempercantik diri dengan banyak amalan sholeh sesama umat dan tugas masing masing, serta meng Imani Rukun Iman yang (5) lima, Insya Alloh dan Yakin kehidupan damai sejahtera dalam berkeluarga, berbangsa dan bernegara akan tercapai bersama dan dinikmati bersama penuh Ridho dan berkah. Dan itu merupakan sebagai upaya yg mendasar dari ikhtiar dhohir dan bathin demi kepentingan bangsa dan negara kita tercinta.

Saya yakin jika realisasi kinerja pemerintah secara Objektif, Sistematis, Toleran, sehingga terlahir gagasan yang Jujur, Benar, Adil demi tercapainya cita- cita Bangsa dan Negara yg kita cintai, tanpa ada keberpihakan pembuatan, penetapan, perubahan hukum dan Undang2 Negara dan kebijakannya demi kepentingan golongan terlebihnya penguasa tanpa berpikir untuk kepentingan umat/rakyatnya. Berkomitmen, setia pada nilai nilai dasar ajaran agama Islam yang bersumber pada Alqur’an dan Sunnah sebagai landasan pijakan Umat Islam tanpa melupakan kandungan yang tertuang pada Pancasila dan UUD ’45 sebagai dasar negara kita bagi semua Rakyat/bangsa, Pemimpin negara, DPR serta seluruh jajaran kepemerintahan yang telah menyatakan sumpah jabatan sebagai Muslim/beragama Islam sehingga tercipta keselarasan kinerja dengan Ruhul iman dalam diri dan membawa marwah pada bangsa negaranya penuh berkah dgn diisi penuh jiwa/pribadi2 seorang Muslim sejati dan berjiwa peduli/ Sosial, negarawan hebat, cerdas beriman bertanggungjawab berakhlaqul karimah, Jujur dalam berprilaku, Benar dalam bekerja/mengemban amanah, Adil dalam menegakkan keadilan seadil adilnya secara objektif menilai serta menerima kesalahan atau kekurangan yang siap untuk menerima kritik membangun, Sistematis dalam memberi yang seharusnya sebagai tugas yang diamanahkan, bersikap toleran menerima penuh kesadaran dalam berbangsa dan bernegara yang baik penuh jatidiri umat yang senantiasa mengangkat dan menghargai nilai nilai kemanusiaan yang adil dan beradab sesuai sila ke -2 Pancasila penuh wibawa dimata dunia, berani berperan mengangkat harkat martabat bangsa dalam berbagai aspek kehidupan sebagai Umat terbaik dan sebagai kafillah fil ardy.

Dan hanya ajaran Islamlah yang benar benar secara tegas, jelas mengajarkan dan menerapkan keadilan, dan hanya Islam yang membawa manusia dapat merasakan keadilan itu. Sesuai FirmanNya dalam Al- qur’an, pada QS. An- Nisa(4), ayat 135, yang artinya ” Wahai orang- orang yang beriman ! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Alloh, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang terdakwa) kaya ataupun miskin, maka Alloh lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya). Maka kamu jangan mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dri kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah ALLOH Maha teliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan.”

Ayat tersebut berhubungan dengan QS. Al- Maidah(5), ayat 8, yang artinya : ” Wahai orang- orang yang beriman ! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Alloh, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adilah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Alloh, sungguh, Alloh Maha teliti apa yang kamu kerjakan.”
Aamiin Yaa Robbal Aalamiin.

Semua Kebenaran hanya milik Alloh, tetapi kita wajib utk menegakkan dan membela kebenaran itu sampai titik darah penghabisan. Yakin Usaha Sampai !!!. “Fastaghfirbillaahi lanaa walakum.., Sami’naa Wa Atho’naa Ghufroonaka Robbanaa Wailaikalmasiir..fastabiqul khoerot !!! “

SALAM TA’ZIEM, SALAM THEORY BES OST- JUBEDIL
(Ibet/Tasik, 29 April 2020)
“Nuun Walqolami Wamaa Yasthuruun”

About Post Author