27/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

NO “move on-off”, selayaknya dengan MOVEMENT

PPMI CENTRE – JAKARTA | Merenungi Republik Indonesia jelang 77 tahun Proklamasi, juga sejak terbelahnya masyarakat dalam partisipasi politik atau pada 2 Pilpres yang lalu, dimana terbelahnya 2 kelompok partisipan aktif menjadi 01 dan 02, munculah istilah populer “move on”, (sejumput persembahan jayasamantha padaMuNegri02052020) untuk memperbaiki dan membangun INTEGRASI NASIONAL yang baik dan benar menuju Cita-cita Proklamasi Luhur 1945.

Dari 3 orde Kekuasaan yang ada yakni Orde Lama, Orde Baru dan kini bisa dinamai Era Reformasi, PERLU dan Pentingkah kita bersama mengevaluasi perjalanan Bangsa dan Negara kita ?

Apakah selama ini perjalanan Bangsa dan Negara RI sudah baik dan benar dalam pengelolaannya? Setidak-tidaknya menurut Cita-cita Proklamasi 1945.

Jika kita mau memakai pendekatan perbandingan (komperativ) yang dilakukan oleh bangsa-bangsa atau Negara-negara lain untuk mensejahterahkan Rakyat dan memajukan Negaranya, maka semua bangsa dan Negara-negara lain tersebut menempuh jalan “movement” bukan sekedar move on/off.

Suka atau tidak, dengan pilihan konsep/platform yang dipilih dan diperjuangkan oleh TOKOH-TOKOH dari bangsa/negara lain di dunia, realitanya mereka semua berjuang dengan movement (revolusi, restorasi, lepas landas/take off dll).

Sebut saja Sun Yat Sen dengan Nasionalisme, Lenin dengan Revolusi 1905, Mahatma Ghandi dengan Ahimsa/Swadesi, Mao dengan longmarch (1934 – 1935), Ayatulloh Khomeini dengan Revolusi Islam Iran (1978 -1979) Bahkan para Ambiya dan para Auliya melaksanakan movement (gerakan) menumbangkan Kekuasaan-kekuasaan yang berlangsung tidak mensejahterakan RAKYATnya.

Maka dalam persembahan singkat dan sangat sederhana ini, KITA RAKYAT INDONESIA sangat MENANTI hadirnya seorang sosok yang akan memimpin movement/gerakan sesuai dengan CITA-CITA LUHUR PROKLAMASI 1945. Bukan menjadi tujuan dari bangsa dan negara asing manapun.

Jangan PERNAH TIDAK SADAR, bahwa para tokoh-tokoh bangsa lain tadi berjuang mendapatkannya BUKAN dengan sekedar mendapatkan HADIAH “suka rela” dari para penguasa sebelumnya, seperti halnya para Founding Father Bangsa Indonesia ini merebut kemerdekaan dari para penjajah dengan Perang Kemerdekaan.

Jika pemerintahan yang berkuasa saat ini mau dan bertekad memperbaiki dan memperjuangkan Cita – cita Luhur Proklamasi 1945, sangat berpeluang besar dalam mewujudkan nya. SEMOGA

Allohua’lam
*tukMUIBUPERTIWI

Jakarta, 2 Mei 2020
Drs. Jayasamantha
Pendiri PPMI/Ketua Dewan Pertimbangan Nasional DPP PPMI

About Post Author