26/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Pembesar – Pembesar yang Jahat

PPMI CENTRE – BANTEN | Allah SWT berfirman dalam Al-Quran surat Al-An’am Ayat 123, berbunyi : “Dan demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri Pembesar – Pembesar yang jahat agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu. Dan mereka tidak memperdayakan melainkan dirinya sendiri, sedang mereka tidak menyadarinya”

Mewabahnya Covid 19 akhir-akhir ini di negeri kita Indonesia menunjukkan banyaknya tindakan-tindakan Abnormal yang dilakukan oleh pembesar-pembesar jahat dinegeri ini, ada beberapa yang mungkin bisa kita catat dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia ketika menghadapi serangan ganas Covid 19 ini antara lain :

1. Rakyat Indonesia di PHK massal dengan alasan Covid 19, TKA asing didatangkan secara bergelombang disaat daerah-daerah dihimbau untuk melakukan sosial distancing atau Pembatasan Sosial Berskala Besar.
2. Pembahasan RUU Omnibuslaw Cipta Kerja, RUU KUHP dan RUU Pemasyarakatan sementara Parlemen Negara-negara lain sibuk membahas bagaimana mencari solusi terbaik penanganan penyebaran virus corona dan penanganan pasca wabah covid 19 yang jelas akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan situasi Politik suatu Negara.
3. Disaat rakyat sangat membutuhkan Dana atau biaya atau bantuan dalam bentuk Tunai atau Sembako untuk mengatasi persoalan isi perut setiap hari, Staf Khusus Presiden yang milenial itu malah menghambur-hamburkan uang Negara sebesar 5,6 Trilyun untuk Program Kartu Pra Kerja.
4. Disaat Tim Medis dan aparat TNI/Polri sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid 19 yang nyata-nyata sampai hari ini masih sangat kekurangan APD (Alat Pelindung Diri), Anggota Parlemen kita malah sibuk cari sensasi dengan melakukan sesi foto bersama menggunakan APD tentunya kualitas yang baik tidak mungkin APD kualitas ecek-ecek.
5. Disaat kondisi rakyat Indonesia makin beringas karena lapar, para elite kita malah main lapor polisi hanya karena masalah sepele, karena pejabat tidak terima dikritik pedas oleh rakyat melalui media sosial. (Kasus LBP vs MSD)
6. Dan lain sebagainya

Fakta-fakta tersebut diatas menunjukkan betapa negeri nusantara kita ini sedang memasuki zaman edan, dimana logika berpikir masyarakat dijungkir balikkan oleh tingkah laku pembesar-pembesar yang diyakini oleh rakyat sangat mampu berpikir logis, rasional, objektif, ilmiah, terukur dan sistematis, namun pada kenyataannya beginilah yang kita saksikan dan rasakan. Banyak dari rakyat kita bingung sendiri kok bisa kayak begini keadaan negeri ini. Masa iya jumlah penduduk 270jt jiwa bisa lahir pembesar-pembesar yang kualitasnya seperti ini..??, ampuni kami ya Allah.
Namanya sangat keren yaitu dewan yang terhormat atau pembesar istana tapi kenyataannya malah sebaliknya menjadi musuh rakyat atau pengkhianat rakyat yang berlindung dibalik Konstitusi, gedung-gedung megah dan tembok Istana..??, apa mungkin pembesar-pembesar ini tidak tahu kalo rakyatnya sedang lapar, jadi pengangguran, tidak bisa menjalankan usaha karna kehabisan modal, ada yang strees bahkan gantung diri karena tidak kuat menghadapi keadaan saat ini. Belum lagi banyak yang terpaksa melakukan tindakan kriminal karena harus mengisi perut-perut yang lapar yang tentu saja tidak dapat menunggu hari.

Rakyat kita masih punya malu, banyak diantara kita rela menahan lapar dengan perut keroncongan daripada harus meminta-minta namun pembesar-pembesar jahat itu malah tidak punya malu dengan segala otoritas dan kapasitas yang diberikan oleh Negara malah dengan sombongnya memamerkan sandiwara perampokan uang Negara ditengah keprihatinan kondisi ekonomi rakyat saat ini. Ataukah para pembesar-pembesar ini sudah tidak punya malu, mengutip hadist Nabi Muhammad SAW (HR.Bukhari No.3483 ) : “ JIka engkau tidak malu, perbuatlah sesukamu”.

Jika hal ini dibiarkan terus menerus dan menjadi tontonan yang sangat vulgar, sebagai pemilik kedaulatan Negara ini, Rakyat akan menarik kembali mandat yang diberikan kepada para pembesar-pembesar itu. Krisis sosial dan ekonomi terbesar bangsa ini sudah didepan mata, tidak ada jaminan pasca Covid 19 kondisi ekonomi dan sosial akan menjadi lebih baik, pilihannya hanya Buruk dan sangat buruk. Jika perilaku Abnormal yang dilakukan oleh pembesar-pembesar negeri ini masih terus berlangsung bahkan semakin menjadi-jadi tidak dapat dihentikan lagi oleh siapapun, maka tunggulah kehancuran mereka.! Tangan-tangan Allah sedang bekerja untuk menyelamatkan rakyat yang menderita dan tertindas di negeri ini. Allah SWT pasti akan mendengarkan jeritan hati melalui do’a – do’a yang dipanjatkan sepanjang hari dari Rakyat yang terdzolimi oleh perilaku-perilaku Abnormal dan Inkonstitusional dari Pembesar-pembesar itu. Wallohu A’lam Bisshowab

Banten, 3 Maret 2020
Amalia
LBH PPMI Banten
Tlp/WA 085213607036

About Post Author