29/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Sabar = Ujian = Hidup .. Hidup Harus Sabar..

BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM

Menurut pemahaman saya tentang “SABAR” diambil dari konsep berpikir Bang Eggi Sudjana (BES) THEORY : OST (Objektif, Sistematis, Toleran) – JUBEDIL (Jujur, Benar, Adil), BAHWA SABAR ITU BERSANDING LURUS DENGAN UJIAN. Maka jika ada orang yang tidak mau dapat ujian itu sama dengan tidak mau hidup, : SABAR = UJIAN .. UJIAN = HIDUP .. HIDUP HARUS SABAR..

Oleh karena itu Ujian itu kunci masuk kedalam Surga, yaitu dengan menjalankan kesabaran. Dan Karena Surga itu untuk orang yang dekat dengan Alloh, yang di implementasikan melalui kesabaran dalam menjalani Ujian. Dalam Qs. 13 ayat 34, yang artinya adalah : ‘ mereka mendapat siksa dalam kehidupan dunia, dan azab akhirat pasti lebih keras. Tidak ada seorang pun yang melindungi mereka dari (azab) Alloh “. Maksud dari ayat tersebut yang saya fahami bahwa orang yang tidak bersabar atas ujianNya akan mendapat azab/siksa api neraka, berarti jika mau bersabar maka syurga lah yang akan dia peroleh. Demikian hal tersebut Standar dalam ujian itu bukan karena kurang pintar, tetapi gak mau belajar untuk berusaha menjalaninya.

Kata “Sabar” merupakan kata sederhana, simple/mudah diingat tetapi indah dan menantang (bagi orang yang menjalaninya), yang sering kita dengar dalam sisipan penggalan kalimat penyampaian nasihat atau motivasi yang dilandasi keimanan dengan penuh keyakinan pada sebuah pengharapan. “Sabar” merupakan sifat, dan orang yang menjalaninya hingga berhasil disebut “penyabar’.

“Sabar” kata sederhana yang mudah dikatakan/disampaikan, tetapi memiliki nilai sangat istimewa dalam kehidupan manusia tak terbatas ruang dan waktu. Dan “sabar” itu fleksible bisa masuk ke semua jenis apapun permasalahan. Substansi dari “Sabar” adalah sifat yang mengungguli masalah yang di hadapi, tidak mudah putus asa atau menyerah, namun dapat menghasilkan solusi/jalan keluar. Dan orang yang bersabar akan dicintai Alloh. Sehingga Sabar itu tak terbatas dan tak ternilai ukurannya hanya Allah yang tahu.

Berikut kutipan ayat salasatu Surah, dalam QS. Al- Imron (3) ayat 146 Yang artinya :
” Dan betapa banyak Nabi yang berperang didampingi sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak (menjadi) lemah karena bencana yang menimpanya di jalan Alloh, tidak patah semangat dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Dan Alloh mencintai orang- orang yang sabar.”

Jadi Rangkaian hubungannya antara Ujian, Sabar, Ikhlas, Tawakkal, adalah : Ujian/cobaan. Tidak ada manusia yang tidak luput dari ujian hidup, karena dibalik ujian terdapat anugerah, begitupun sebaliknya, dibalik anugerah terdapat ujian. Karena melalui ujian lah sebagai proses pengakuan Alloh Sang Maha Pencipta dan sebagai cara-NYA pula mengakui keberadaan kita sebagai yang beriman kepada-NYA. Saat ujian itu berjalan, maka Sabar merupakan jalan utama menuju tujuan, yang di dasari penuh rasa Ikhlas menerima ujian/cobaan hidup, yang senantiasa berserah pasrah kepada Alloh, melalui Ketawakkalan kepada Alloh Subhanahu Wata’ala, dengan berserah diri kepada-Nya, menyerahkan segala urusan hanya kepada Alloh semata dalam sujud, Sholat dan do’a setelah kita memaksimalkan ikhtiar dalam mencari solusi dalam setiap permasalahan hidup yang kita alami.

Demikianlah perspektif sabar menurut saya diatas, selanjutnya mencoba akan mengambil satu pemikiran dari pemahaman saya tentang sabar, Jika tidak akan rumit menghadapi masalah, saya akan mencoba berbagi pemahaman melalui 2 Rumus sebagai pegangan kita, yaitu :
1). Rumus pertama, Mustahil Alloh menguji hambaNya diluar batas kemampuannya. Hal tersebut terikat kuat pada QS. Al- Baqoroh (2), ayat 286, yang artinya : ” Alloh tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdo’a), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang- orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan Rahmati kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang- orang kafir.’
2). Rumus kedua adalah setiap kesukaran/kesulitan pasti ada kemudahan/jalan keluar. Terdapat pada QS. Al- Insyirah ayat 5 – 6, yang artinya : “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”

Maka dari itu Objektif menghadapi masalah penuh kesabaran senantiasa menanamkan khusnudzon/prasangka baik terhadap ALLOH semata, yang terSistem melalui jiwa Ruhul Iman kita sehingga akan dapat lebih Toleran dalam menjalani hidup ini, mudah menerima permasalahan penuh keikhlasan sehingga melahirkan sikap Jujur Benar Adil dalam berikhtiar untuk mendapatkan solusi terbaik menurut ALLOH SUBHANAHU WATA’ALA.
AAMIIN YAA ROBBAL AALAMIIN
“Semoga Bermanfaat🙏🏻”

Salam Ta’ziem
SALAM BES THEORY – OST- JUBEDIL
(Ibet/DPC PPMI Tasik Raya, 3 Mei 2020)

About Post Author