04/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Pemangkasan Pekerja di PT. Pou Yen Indonesia, Keberpihakan Pemerintah di Pertanyakan.

Cianjur (4/5) — Ditengah pandemi wabah covid-19 yang masif ini beberapa perusahaan besar mulai mengalami penurunan permintaan yang drastis, dan imbas nya adalah pemangkasan jumlah karyawan. Ini yang di alami oleh buruh PT. Pou Yuen Indonesia (PYI) yang rencana nya akan memangkas jumlah karyawan nya hingga 8.000 karyawan.


Kebijakan ini tidak luput dari kritik beberapa Serikat Pekerja di Cianjur. “jika itu terjadi maka PHK masal tidak dapat di hindari, lagi-lagi kaum buruh menjadi korban serakahnya pengusaha” kata Fahmi Dwi Fauzi selaku Ketua Umum DPC PPMI Cianjur ketika di temui di Kantor Sekretariat DPC Cianjur. Ia pun menilai pihak pemerintah tidak berpihak pada buruh. “kurang tegasnya peran pemerintah dalam menerapkan peraturan, pengawasan, kebijakan, pengawasan serta pembinaan nya terhadap perusahaan. Yang kita lihat dan rasakan sebagai kaum pekerja pemerintah sekarang lebih peduli dan berpihak kepada pemodal ketimbang pekerja sebagai rakyatnya sendiri”.

Sementara itu Kadisnaker Cianjur, DPRD Komisi 4 Cianjur, Bumdes dan Karang Taruna Desa sekitar melakukan pertemuan bersama Owner PT PYI, ”waktu itu ada pertemuan bersama Kadisnaker, Komisi 4, Bumdes Sukasirna dan perwakilan karang taruna di pendopo sama owner PT. PYI. Pulang nya saya dapet amplop.” ucap narasumber yang tidak mau di sebutkan namanya.

Pihak Lembaga Bantuan Hukum Cianjur (LBHC) langsung gencar menanggapi persoalan ini, Erwin Rustiana selaku Direktur LBHC langsung membuat posko aduan dan advokasi untuk pekerja PYI, ”kita bikin posko aduan dan advokasi untuk buruh terdampak, dan kita sudah bicarakan ini juga bersama LBH Bandung dan YLBHI, dan mereka siap membantu.” tegas nya.

About Post Author