04/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Di Tepi Jurang Pandemi Kelaparan

Oleh : Eviyanti
Pendidik Generasi dan Member Akademi Menulis Kreatif

Pandemi virus Covid-19 bisa menjadi bencana kelaparan global, pasalnya hampir seluruh negara yang terdampak mengalami tekanan besar terhadap sumber daya pangan.

Dilansir oleh kumparan.com, pada hari Senin tanggal 25 April 2020, David Beasley, Direktur Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP), mendesak pemerintah di setiap negara agar bertindak secepatnya demi menghentikan ancaman kelaparan yang bisa menimpa 265 juta orang di dunia akibat pandemi virus Covid-19. Beasley juga menegaskan waktu yang tersedia saat ini cenderung singkat dan sudah semestinya para pemimpin dunia segera bertindak, sebelum ratusan juta orang kelaparan. Lebih dari 30 negara berkembang akan mengalami kelaparan dahsyat ini, dengan 10 negara diantaranya bahkan sudah memiliki lebih dari 1 juta penduduk di ambang kelaparan. “Kita tidak sedang membiarkan orang-orang yang akan tidur kelaparan”, ungkap Beasley dilansir oleh The Guardian. “Kita berbicara tentang kondisi ekstrem, status darurat tentang orang-orang yang benar-benar sedang berbaris menuju ambang kelaparan. Jika kita tidak memberikan makanan kepada orang-orang, mereka akan mati”.

Meski sudah diprediksi Covid-19 akan menyebar ke negara-negara berkembang, tetapi penyebarannya sulit diukur. Satu hal yang pasti adalah sistem kesehatan yang masih kurang mumpuni di sejumlah negara berkembang tidak akan mampu mengatasi para korban wabah SARS-CoV-2. Dari bencana ekonomi, yang terjadi selama pandemi akan menyebabkan tekanan besar terhadap sumber daya pangan.

Tidak hanya mengancam negara berkembang, tapi bahaya kelaparan juga mengintai Amerika Serikat, negara dedengkot kapitalis. Sekitar 30.2 juta orang kena PHK di sana. Dampaknya mobil-mobil mengantri hingga empat jam menjadi pemandangan biasa di sana. Mereka tidak sanggup lagi memenuhi kebutuhannya sendiri, sehingga harus bergantung kepada pemerintah yang menyediakannya.

Adapun Indonesia, sebagai salah satu negara berkembang saat ini. Dengan limpahan kekayaan sumber daya alamnya yang luar biasa, ternyata harus kelimpungan menghadapi pandemi ini. Sistem kapitalisme yang diadopsi, telah membuat Indonesia tak bisa lepas dari ketergantungannya pada asing. Inilah yang menjadi biangkerok penanganan wabah pun gagal.

Sebelum virus Covid-19 menyerang, 22 juta penduduk Indonesia sudah mengalami kelaparan kronis. Dan pasca merebaknya pandemi Covid-19, jumlah itu bertambah dengan cepat. Gelombang PHK besar-besaran menimbulkan pandemi kemiskinan dan kelaparan. Kebijakan PSBB yang tidak diikuti dengan pemenuhan kebutuhan pokok bagi seluruh rakyat terdampak, semakin menambah besar ancaman kelaparan.

Ancaman bahaya kelaparan adalah bukti nyata kegagalan negara kapitalis. Kalaupun wabah ini berakhir, tak ada jaminan masalah berakhir.
Bagaimana dengan Islam? Islam datang dengan seperangkat aturan yang mengatur seluruh kehidupan umat manusia. Peraturan yang langsung diturunkan Allah Swt. dengan tendensi khusus yakni, agar ia menjadi rahmat atas seluruh umat manusia.

Allah Swt. berfirman, “Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (QS. al Anbiya [21] : 107)

Penerapan syariat Islam secara keseluruhan dalam semua aspek kehidupan oleh negara khilafah, akan memastikan rahmat bagi seluruh alam itu benar-benar terwujud. Negara akan menjamin terhindarnya manusia dari bahaya kelaparan. Seorang khalifah akan menjalankan tugasnya hingga jaminan tersebut benar-benar direalisasikan. Itu karena kesadaran penuh bahwa ia memiliki tugas sebagai raa’iin (pengatur dan pemelihara) dan junnah (pelindung). Khalifah menyadari penuh bahwa pengurusan dan penjagaan terhadap rakyatnya akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Swt. di hari akhir kelak.

Negara akan memenuhi kebutuhan pokok tiap rakyatnya baik berupa pangan, pakaian, dan papan. Mekanismenya adalah dengan memerintahkan para laki-laki, untuk bekerja dan menyediakan lapangan kerja seluas-luasnya bagi mereka. Bagi yang tidak mampu bekerja karena sakit, cacat, ataupun yang lainnya, maka Islam telah menetapkan nafkah mereka dijamin kerabatnya. Namun, jika kerabatnya juga tidak mampu, maka negara yang akan menanggungnya. Adapun masa wabah, negara akan menerapkan kebijakan lockdown, sehingga rakyat di wilayah terdampak tak bisa keluar dan yang di luar tak bisa masuk. Dan semua rakyat di wilayah terdampak akan dijamin kebutuhan pokoknya.

Sudah saatnya umat manusia meninggalkan sistem kapitalisme, dan beralih pada sistem Islam. Sistem sahih yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya, dan telah terbukti selama 13 abad berkuasa di dunia. Selama itu pula kesejahteraan dirasakan, tidak akan terjadi kelaparan. Pemerintahan Islam akan bekerja maksimal menjalankan fungsi riayah dan junnah bagi rakyatnya. Dan melahirkan peradaban yang mulia.

Wallahu a’lam bishshswaab

About Post Author