04/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

DPP PPMI Mengutuk Keras Pelanggaran HAM di Kapal Longxing 629 Cina

PPMI CENTRE – JAKARTA | Isu mengenai dugaan perbudakan terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di kapal penangkap ikan asal China, ramai diperbincangkan setelah diberitakan oleh stasiun televisi Korea Selatan, MBC News pada Selasa (5/5/2020).

Dalam video tersebut terlihat beberapa jasad WNI ABK kapal Longxing 629 China yang meninggal akibat sakit, dibuang ke laut. Video tersebut sempat menjadi trending di Korea Selatan. Hal itu karena ABK kapal yang menjadi saksi atas kejadian itu sempat meminta tolong kepada pemerintah Korea Selatan dan media itu, sebagaimana dijelaskan oleh YouTuber asal Korea Selatan yang fasih berbahasa Indonesia, Jang Hansol atau dikenal dengan Korea Reomit.

salah seorang ABK menjelaskan ke media itu bahwa para ABK memiliki tempat kerja yang buruk dan terjadi eksploitasi di kapal tersebut. Selain itu juga terjadi diskriminasi di atas kapal itu, di mana para ABK WNI tidak mendapat air minum yang selayaknya didapat ABK asal China.

“Jadi dikatakan kalau mereka itu sebenarnya bawa air minum, air mineral. Tapi yang minum air mineral itu cuma nelayan China-nya. Sedangkan untuk nelayan Indonesia itu disuruh minum air laut yang difiltrasi.” jelas Hansol.

Ia juga mengatakan bahwa para ABK bekerja sekitar 18 jam sehari. Mirisnya, upah yang mereka terima juga jauh di bawah layak. “Lima di antara nelayannya setelah bekerja 13 bulan hanya dibayar US$ 120, berarti sekitar Rp 1,7 jutaan,” katanya. “Berarti gaji bulanannya itu Rp 100.000.”

Viralnya dugaan kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap para ABK asal Indonesia itu telah mendapat perhatian dari pemerintah. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengatakan sudah meminta penjelasan China.

“Kita tentunya sebagai rakyat Indonesia sangat prihatin dan sedih, disaat bulan suci ramadhan ini kita dipertontonkan sebuah peristiwa yang memilukan dan lagi-lagi harga diri bangsa kita diinjak-injak bangsa lain, ini kado buruk bagi kaum buruh Indonesia yang baru kemarin merayakan hari buruh internasional 1 mei 2020,” ujar Bang Eggi Sudjana Ketua Dewan Pendiri PPMI

“ini sebuah pertarungan harga diri bangsa Indonesia dimata Internasional, Pemerintah RI harus tegas kepada Pemerintah Cina agar Indonesia benar-benar berdaulat di mata Negara-negara lain, karena ABK itu adalah asset bangsa Indonesia di sektor kelautan kita,” Kata Bang Jaya Samantha Ketua Dewan Pertimbangan Nasional PPMI

“Menyikapi hal tersebut maka Dewan Pengurus Pusat Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (DPP PPMI) mengutuk keras Pelanggaran HAM yang terjadi kepada WNI ABK kapal Longxing 629 China, kami minta kepada Presiden RI Bapak Joko Widodo dan kementerian terkait untuk dapat memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang terlibat baik dalam dan luar negeri, karena ini menyangkut harkat dan martabat pekerja Indonesia di luar negeri dan sudah menjadi kewajiban Pemerintah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” Jelas Daeng Wahidin Presiden PPMI Periode 2017 – 2022.
keadilan sosial, Jelas Daeng Wahidin Presiden PPMI Periode 2017 – 2022.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/news/20200507092458-4-156880/heboh-jasad-wni-abk-china-dibuang-ke-laut-ini-kronologinya

About Post Author