29/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Sentuhan Ajaran Islam (SA’I) Bersama BES ; “Berdamai Dengan Corona”..?

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Sentuhan Ajaran Islam (SA’I) Bersama BES, hari sabtu tgl 9 Mei 2020 : “BERDAMAI DENGAN CORONA” judul SAI kali ini diambil dari ucapan Presiden RI Joko Widodo , yang maksudnya ucapan itu menurut sdr Bey Machmudin selaku Deputi Bidang Protocol,Pers,dan Media Skretariat Presiden adalah yang dimaksud BERDAMAI DENGAN CORONA , yaitu ” menyesuaikan dengan Kehidupan ,artinya Masyarakat HARUS TETAP BISA PRODUKTIF DITENGAH PANDEMI COVID 19 .

Lebih jauh sdr Bey menekankan bahwa Covid 19 itu ADA dan Kita berusaha agar covid itu segera HILANG tapi kita TIDAK boleh menjadi tidak PRODUKTIF karena Covid 19 , menjadikan ada penyesuaian dalam Kehidupan , Bey menambahkan penyesuain itu dilakukan dengan upaya mecegah penularan Corona diantaranya dengan Cuci Tangan , mengenakan Masker dan jaga jarak dari kerumunan, bahwa penyesuaian Kehidupan itu disebut the new normal tatanan kehidupan baru . (CNN Indonesia ,jumat tgl 8 Mei 2020 jam 09 : 38). Bahwa pernyataan sdr Bey itu jelas mewakili Presiden RI Jokowi yang RESMI MENJELASKAN MAKSUDNYA JOKOWI, HIDUP BERDAMAI BERSAMA CORONA .

Bahwa penjelasan Sdr. Bey itu ditinjau secara BES THEORY OST JUBEDIL dapat dikatakan BERTOLAK BELAKANG dengan cara berfikir Intelektual Ilmiah yang MENGHARUSKAN LOGIKAnya TERJAGA TETAP OST JUBEDIL = OBYEKTIF, SISTEMATIS, TOLERAN, JUJUR, BENAR, ADIL . Adapun Bukti tidak Obyektifnya penjelasan Bey dilihat dari PENJELASAN SUBYEKTIFnya yang MEMBENAR-BENARKAN/JUSTIFIKASI atau istilah milenialnya sedang mencari pembenaran terhadap pernyataan Jokowi yang Hidup berdamai dengan Corona ,karena pernyataan jokowi itu dua hal yang beda tapi disamakan atau menyamakan yang beda, ini tanda tidak Berfikir jadi Subyektif, karena Covid 19 itu ganasnya lewat penularannya, lalu bagaimana bisa berdamai terhadap musuh yang terus menyerang MEMATIKAN lewat Daya Tular nya itu ???
Apa lagi masyarakat harus terus Produktif ditengah pandemik covid 19 yang seharus di JAGA JARAK bahkan Kunci mati semua aksesnya/Lockdown/Karantina Wilayah , BAGAIMANA CARA BERPRODUKTIF ??

sisi lain Sdr Mahfud MD menjelaskan kegiatan Ekonomi tidak boleh berhenti atau macet meskipun ada covid 19, sementara protap hadapi covid adalah antara lain jaga jarak ditengah kerumunan, bagaimana mungkin kerumunan di pasar, Bandara, Station, Terminal dan tempat umum lain yang mesti berkumpul bisa tetap ada aktivitas, ada produktif sementara ada PSBB ???
seperti Ayam di kandangin/di PSBB kan, si Ayam tidak bisa produktif cari makan, maka yang ngandangin Ayam itu tahu diri mesti KASIH MAKAN sebab bila tidak maka Ayam itu mati karena kelaparan tidak dikasih makan, lalu bagaimana mau produktif, bagaimana tidak macet bertelurnya ayam itu ???
Kalian sebagai anak buah Jokowi punya titel Prof Doktor juga ada yang Jenderal, mengapa dengan kecerdasan kalian tidak kasih masukkan yang benar pada Jokowi presiden Kita itu ? Justru mengapa kalian menjustifikasinya ???
Dalam pandangan logika Quran Sikap Kalian itulah yang tidak produktif dan tidak mencerdaskan kehidupan bangsa , kelak di Akhirat MENYESAL IKUT PEMIMPIN YANG TIDAK TAHU BAHWA DIRINYA TIDAK TAHU, akhirnya Rakyat pendukungmu akan menyesal di kemudian hari (Baca Q.S.Surat ke 17 ayatnya 36 JO Surat ke 7 Ayat nya 59 sd 67 JO Surat ke 33 ayat nya 66, 67, 68 JO Surat ke 34 ayatnya 5, 8 , 48 , 49, 50 , 51) .

Selanjutnya TIDAK sistematisnya adalah dalam tahapan – tahapan logisnya secara teratur/tersusun tidak terjadi atau acak jadinya, yaitu COVID 19 BAHAYA GANAS TINGKAT PENULARAN bagaimana MENGHENTIKAN bila Rakyat harus tetap produktif agar tidak macet Ekonominya ??? Adapun TIDAK Tolerannya adalah Tidak menerima subtansi dari Covid 19 itu virus yang mematikan karena daya tularnya, mestinya Toleran pada virus itu untuk menghadapinya untuk CICING WAE di IMAH cek Sunda mah, alias Karantina mandiri te di bere acis jeng Sembako, JANGAN MALAH SURUH BERDAMAI dengan COVID 19 YANG MEMATIKAN ITU dengan maksud kata Sdr Bey “THE NEW NORMAL TATANAN KEHIDUPAN BARU ” Iye Teh Virus Naon dei nya ?????

Mestinya atau HARUS nya SEJAK AWAL PRESIDEN BERLAKU JUJUR ,BENAR dan ADIL YAITU PUNYA KAPASITAS/ SANGGUPKAH HADAPI COVID 19 INI ?
PUNYA UANG TIDAK LAKUKAN PSBB TTAPI TE BERE ACIS JENG SEMBAKO PADA RAKYATNYA ?
BAGAIMANA BERANIKAH TUNTUT RRC YANG AWAL SEBARKAN VIRUS INI ?
KOK MALAH TKA CHINA ITU BOLEH MASUK INDONESIA, KUMAHA YEUH TUGAS POKOK PRESIDEN yaitu MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA, MENJAGA TUMPAH DARAH RAKYAT INDONESIA DIMANAPUN BERADA JUGA MENSEJATERAKAN SELURUH RAKYAT INDONESIA.
Kenapa RAKYAT justru MENDERITA dan BANYAK KORBAN MENINGGAL DUNIA GARA GARA TIDAK BECUS MENANGANI COVID 19, BAGAIMANA JANJI SUMPAH ANDA SESUAI PASAL 9 UUD 45 ???
Juga para ketua MPR -DPR RI dan para wakil ketua dan seluruh Anggotanya kunaon maneh cicing wae te wani panggil Presiden ke DPR RI dan SIDANG ISTEMEWA MPR RI untuk Minta pertanggung jawaban Presiden RI yang telah dengan amat sangat jelas MELANGGAR bahkan MELAWAN BERBAGAI UNDANG-UNDANG dan TERBARU KELUARKAN PERPU NO 1 THN 2020, Kunaon malah disetujui, dimana FUNGSI PENGAWASAN DAN BUDGETING DPR RI ???

Kini Rakyat menggugat ke MK untuk batalkan PERPU tersebut terutama pasal 27, yang berpotensi melegalisasi koropsi uang negara lebih dari 470 Triliun, diduga MK tak BERANI MENGGAGAL PERPU TERSEBUT berdasarkan pengalaman BES lakukan JR misalnya Tax Amnesti yang jelas harusnya PENGEMPLANG PAJAK DI HUKUM ini malah di fasilitasi cuma bayar 2 % saja, dimana hati dan otaknya ini bisa terjadi ???

Juga mau cetak uang 600T tapi tidak disetujui oleh Bank Indonesia, belum lagi Para PENDETA, BIKSU dan atau pemuka-pemuka Agama yang ada di MUI penjaga Moral Bangsa nyaris tak terdengar perlawanannya secara moral kepada Presiden dan Wakil Presiden (Baca Q.S. Surat ke 5 ayat 62 dan 63) ??? .

Belum lagi secara khusus mengapa Kalian BEGITU BERANI TUTUP/MENUNDA Orang mau Sholat di Masjid, Fungsi Masjid “Lumpuh” kecuali DKM masjidnya ada berani tetap buka dan melaksanakan Sholat Jumatan, bagaimana kalian memahami perintah ALLAH SUBHANNAHU WA TA ALA dalam Surat AL BAQARAH AYAT 114,125,126,130 JO 9 AYAT 18 JO 62 AYAT 9 ???

Bogor, 9 Mei 2020
Salam Ta’ziem
BES = Bang Eggi Sudjana
Korespondensi Tlp/WA 08551231959

About Post Author