04/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

DPP PPMI Mendesak Presiden Jokowi Menurunkan Harga BBM dan TDL

PPMI CENTRE – JAKARTA | Harga minyak mentah dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) mencetak rekor terparah sepanjang sejarah yakni minus US$ 37,63 per barel pada perdagangan awal April 2020. Sementara untuk jenis Brent berada di level US$ 22,74 per barel. Menurut Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan, sekarang sudah saatnya pemerintah dan badan usaha menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam negeri, meski harga BBM tak mengacu pada WTI yang harganya minus, namun permintaan akan penurunan harga BBM sudah disuarakan sejak 1 bulan terakhir. Apalagi, saat ini masyarakat banyak yang terimbas dampak virus Corona (COVID-19).

Dalam kondisi Pemberlakuan PSBB di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat dan sebagian Banten serta beberapa wilayah lainnya di Indonesia telah memberikan dampak serius terhadap perekonomian rakyat di seluruh Indonesia bahkan pergerakan produksi barang dan jasa makin hari makin melemah, dibuktikan dengan semakin meningkatnya Jumlah tingkat Kemiskinan akibat Pekerja di PHK, dirumahkan dan pemotongan upah bahkan THR pun tidak dibayarkan atau dicicil sampai 10 kali kayak beli Panci di tukang kredit, hal inilah menjadi bukti nyata bahwa daya beli masyarakat semakin hari semakin menurun dan itu berkorelasi dengan sektor-sektor formal dan nonformal lainnya mengakibatkan Kelompok Masyarakat menengah turun menjadi miskin dan yang sudah miskin sebelum wabah Covid 19 akan bertambah miskin, harusnya para ulama dan pemuka agama lainnya sebagai penjaga moral bangsa Indonesia jangan diam saja melihat kondisi ekonomi rakyat yang sudah semakin memprihatinkan hari ini, ulah cicing wae cek sunda mah, Kata Bang Eggi Sudjana Ketua Dewan Pendiri PPMI

Berdasarkan data dari Kadin Total Pekerja yang terkena PHK dan dirumahkan itu 15 jt Pekerja seluruh Indonesia terutama di sector garment, tekstil, perhotelan, Pariwisata, Transportasi, Jasa, Industri Komponen otomotif dan elektronik dan lain sebagainya belum lagi para PKL, Pedagang asongan dan pedagang kecil lainnya. Diperkirakan melibatkan total sekitar 170 jt jiwa rakyat Indonesia yang sedang mengalami degradasi ekonomi saat ini karena kesulitan mencari uang dan pendapatan. Anda bisa bayangkan jika 170 jt Rakyat Indonesia ini marah kepada pemerintah karena kelaparan dan tidak dapat melakukan aktivitas ekonomi karena dibebani harga BBM yang masih tinggi sementara diseluruh dunia sedang turun harga BBM, siapa yang mampu menahan..??, Ujar Zulkhair Sekjend DPP PPMI Periode 2017 – 2022 M

Harusnya Pemerintah berani mengambil kebijakan populis dengan menurunkan harga BBM mengacu kepada turunnya Harga minyak mentah dunia maka Pemerintah melalui (Kementerian ESDM dan BUMN) dan Pertamina sebagai eksekutornya. Dengan menurunkan harga Solar, Premium dan Pertalite sebagai jenis BBM yang umum digunakan oleh Rakyat Indonesia serta tarif dasar listrik secara signifikan, sehingga dapat mengurangi beban industry dan rakyat Indonesia dalam menjalankan aktifitas ekonomi dan menggerakkan kembali roda perekonomian Indonesia yang sedang lesu saat ini, rakyat saat ini tidak perlu lagi himbauan-himbauan saja tapi butuh langkah nyata dan konkrit dari pemerintah dalam membantu mengurangi beban ekonomi masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari, jelas Daeng Wahidin Presiden PPMI Periode 2017 – 2022 M

Jika Pertamina tidak menurunkan harga BBM maka Pedagang BBM Asing seperti Shell, Exxon Mobile, Total, Chevron, Petronas dan lain sebagainya ikut menikmati tingginya harga BBM hari ini di Indonesia karena Pedagang BBM dari luar ini mengacu kepada Harga Pertamina, kebijakan Pertamina yang tidak menurunkan harga BBM makin melengkapi penderitaan rakyat dan menjadi surga bagi pedagang BBM asing yang ada di kota-kota besar Indonesia.

Untuk itu kami DPP PPMI mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera menurunkan harga BBM secara signifikan dan juga menurunkan Tarif Dasar Listrik baik untuk rakyat maupun Industri, agar perekonomian rakyat segera bergerak dan membantu dunia Industri mengurangi beban menurunnya order karena Wabah Covid 19, Tegas Daeng Wahidin kepada Tim PPMI Media Center

Sumber : https://finance.detik.com/energi/d-4984971/harga-minyak-minus-harga-bbm-harusnya-turun

About Post Author