25/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Paket Sembako Anda Telah Kami Teruskan Ke Kuburan

PPMI CENTRE – SERANG BANTEN | Tak jelas, persis seperti ungkapan dari narasi dibawah ini. Kayak puisi yang tak selesai. Penggalannya pun tak jelas mau bilang apa kecuali paket sembako yang anda janjikan sejak civid-19 resmi dipahami serius mengancam, pada 10 April 2020 aku pun patuh tak hilur-mudik di luar runah. Dan paket sembako yang kalian kirim sudah diteruskan ke kuburan. Sebab yang berhak menerimanya sudah dikarantina di sana.

Persis sebulan lewat — hari ini 10 Mei 2020 — janji paket sembako yang dijanjikan itu pun terpaksa diteruskan ke surga, sebab orang yang berhak untuk menerimanya sudah pergi ke sana.

Toh, mudik atau pulang kampung itu hanya untuk tetangga yang punya banyak uang, bisa pakai kendaraan sendiri kewat jalan tikus atau jalan gajah. Toh petugas dilapangan juga menjadikan tugas barunya ini untuk mencari tambahan uang lebaran.

Begitulah orang miskin yang lain dikubur tanpa batu nisan, meski paket sembako yang dikirim untuk dirinya baru sampai seusai upacara pemakaman yang bersangkutan.

Sayangnya narasi puisi bengal ini tak sempat disertai dokumen foto paket bahan pangan yang dirindukan itu. Tapi di pekuburan foto dari paket bahan sembako itu muncul juga di Taman Pemakaman Umum.

Sungguh lebih sensasional dibanding semua gaya dan cara pencitraan pejabat manapun, termasuk saat kampanye Pemilu, Pilkada maupun Pileg di daerah manapun.

Puisi yang belum rampung ini aku tulis untuk memperingati satu bulan Paket sembako dijanjikan.

Karena terburu-buru seperti tak sempurnanya persiapan untuk pengiriman paket sembako itu, ya mohon dimaklumi saja. Namanya juga kerja dadakan. Pasti tidaklah profesional juga hasinya. Persis seperti puisi yang dibuat dadakan dan belum pula rampung ini.

Ternyata, begitulah cara penyair kita ini mengisi waktunya di rumah yang mulai terasa membosankan, menjenuhkan dan menjengkelkan itu. Maka itu dia mengaku sambil menunggu paket sembako untuk dirinya, dia terus menulis puisi ini sambil mengulur kesabaran boleh sampai keujung Ramadhan dan entah sampai kapan paket sembako itu sampai kepada yang benar-benar membutuhkan.

Serang Timur, 10 Mei 2020
Jacob Ereste

About Post Author