25/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Eggi Sudjana : Menhub Berani Buka Jalur Mudik, Mestinya Presiden RI, Gubernur DKI, MUI dan DKM harusnya Lebih Berani Buka Pintu Masjid

Menyikapi kebijakan Menteri Perhubungan Budi Karya yang menyatakan bahwa moda transportasi akan mulai beroperasi pada 7 Mei 2020. Pihaknya kini tengah menyiapkan regulasi turunan dari Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 25 tahun 2020. Menteri Perhubungan mengizinkan semua moda transportasi umum beroperasi kembali ke luar daerah di tengah pandemi virus corona. Namun, di sisi lain larangan mudik dan PSBB masih diberlakukan. Mengapa ada dua kebijakan yang terkesan bertolak belakang? Seperti apa syarat-syarat bagi penumpang yang diizinkan menggunakan moda transportasi itu.?. Peraturan Kementerian Perhubungan memperbolehkan kembali transportasi umum ke luar daerah. Setelah sebelumnya melarang seluruh moda transportasi umum, kecuali logistik, kini pemerintah mengizinkan operasional semua moda dengan syarat. Menhub Budi menegaskan bahwa hal tersebut harus dibarengi dengan implementasi protokol kesehatan. Untuk menerapkan protokol kesehatan, Kementerian Perhubungan akan menggandeng Tim Gugus Tugas Covid-19 dan instansi terkait lainnya.

Menyikapi kontroversi mudik dan PSBB yang masih berlaku, mendapatkan kritikan dari Dr. H. Eggi Sudjana, SH.MS.i selaku Ketua Dewan Pendiri PPMI menyatakan Bahwa ini adalah fakta yang dalam kondisi apapun pejabat-pejabat kita mudah sekali di lobby atau di suap oleh orang-orang yang memiliki kepentingan, tidak pernah konsisten dengan kebijakan yang mereka buat sendiri, harusnya pemerintah fokus saja menyediakan anggaran yang cukup untuk memenuhi segala kebutuhan hidup rakyat yang terdampak Covid 19 dan menurunkan harga BBM sesuaikan dong dengan turunnya Harga Minyak Dunia kok tidak konsisten tetapkan harganya, dulu dinaikan harga BBM selama pemerintahan Jokowi kurang lebih 12 kali Naik mengikuti harga minyak Dunia, kini Harga Minyak Dunia Turun, kenapa tidak ikut turun harga BBM nya ???, sisi lain juga harga TDL, Harga Pulsa agar dapat diturunkan dalam rangka menjamin masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas diluar rumah jika ngak penting-penting amat. Selain itu menunjukkan tidak adanya koordinasi dan kerjasama yang baik antar Kementerian, Istana dan Pemerintah Daerah dalam melaksanakan protokol PSBB yang berujung kepada penderitaan rakyat yang semakin parah, saya khawatir akan sulit mengontrol keadaan-keadaan tertentu dari gejolak sosial di tengah-tengah masyarakat akibat carut marutnya kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah.

Disisi lain dalam bulan suasana bulan ramadhan ini, jika menteri perhubungan saja berani melanggar “PSBB” (tanda Kutip) dengan jaminan akan mengimplementasikan protokol kesehatan, maka apa bedanya dengan Mesjid-mesjid yang kemarin-kemarin dihimbau untuk tutup sementara waktu melalui Fatwa MUI, Harusnya MUI KELUARKAN FATWA untuk seluruh DKM se Indonesia untuk membuka kembali masjid-masjid seluruh Indonesia untuk dapat kembali menggelar Sholat Wajib 5 Waktu, Sholat Jum’at, Sholat Taraweh, I’tikaf dan Sholat Ied dengan mengimplementasikan protokol PSBB. Hal ini sudah pernah saya ulas dalam tulisan di PPMI Media Center pertengahan maret yang lalu, itulah mengapa saya termasuk TIDAK setuju dengan himbauan Gubernur DKI , Fatwa MUI yang menghimbau agar masjid di tutup sementara waktu yang sempat menjadi polemik di masyarakat bahkan DKM-DKM diancam akan dipolisikan jika tetap ngotot melawan petugas dikenakan SANKSI PIDANA, mesti ingat PSBB = Pembatasan Sosial Bersekala Besar, bukan PELARANGAN Sosial Berskala Besar, jadi kenapa mau dikenakan sanksi pidana ?? Apa yang dilanggar/Apa yang dilawan ?? Bukannya petugas itu yang TIDAK BENAR dengan melarang orang ke Masjid ?? dengan menggelar Jumatan, Sholat Taraweh dan I’tikaf selama bulan Ramadhan ini, mestinya pejabat pemerintah seperti para menteri , Gubernur Dki dan Pejabat lainnya, juga pejabat MUI dan DKM-DKM yang mestinya di pidana karena menyalah gunakan kewenangannya, pahami Pasal 421 KUHP yang mengatur bahwa ; “seorang pejabat yang menyalahgunakan kekuasaan memaksa seseorang untuk melakukan, tidak melakukan, atau membiarkan sesuatu, diancam dengan pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan”.

Adapun Beberapa alasaan Bang Eggi Sudjana dalam perspektif logika Alqur’an melalui kajian BES Theory OST JUBEDIL yaitu :

1. Kita harus Mengutamakan Ketaatan, tunduk, patuh , cinta Hanya Kepada ALLAH SUBHANNA WA TA ALA, tentu dengan pendekatan PROSES BERFIKIR yang OST (Objektif , Sistematis dan Toleran) baca (Q.S.17 ayat 36).

2. Pokok Masalah yang dihadapinya apa dan bagaimana ? Jika dalam hal ini Virus Corona maka subtansinya adalah VIRUS CORONA tersebut dan lain-lainnya ADALAH CIPTAAN ALLAH , TENTU DIA BERKUASA PENUH Terhadap yang DICIPTAKAN-NYA , kemudian PERSEPSI KITA Bagaimana Dalam MEMANDANG VIRUS CORONA ITU ??? Dalam persepsi ajaran Islam itu adalah WABAH penyakit yang ALLAH DATANGKAN sebagai MUSIBAH BAGI KITA SEMUA DI DUNIA INI (QS. 64 AYAT 11 Jo ayat 16 nya). Maka dengan persepsi tersebut kita diminta tetap bertaqwa sesuai kesanggupan kita, disisi lain ALLAH ingatkan kita bahwa musibah atau cobaan hidup apapun itu manusia SANGGUP MENGATASI nya karena ALLAH tidak membebani musibah atau cobaan itu pada setiap orang yang mana orang tersebut jika tidak sanggup menerima beban itu, walaupun berat dan bahaya sekalipun seperti perang yang sudah jelas ada tembak menembak bahkan saat ini sudah pakai bom Nuklir tapi itu tidak boleh membuat kita takut dan kemudian kita manusia tidak berani atau perasaan tidak senang atau tidak enak lalu membuat kita tidak berperang di jalan ALLAH SUBHANNAHU WA TA ALA tersebut (baca QS.2. Surat Al Baqarah ayat 214, 216, 218 dan 284 sd 286) ditutup dengan doanya yang serius pada nya oleh karena itu tidak ada alasan obyektif lagi untuk menghindar dari musibah tersebut, ya kan ???

3. Prinsip utama dalam menjalankan IBADAH SHOLAT BERJAMAAH, UMROH DAN HAJI, ITU MENJADI KEWAJIBAN BAGI Yang MAMPU, BAHKAN sudah dijelaskan diatas bahwa dalam keadaan PERANG saja Yang JELAS RESIKONYA MATI DITEMBAK atau kena peluru nyasar, Kita TIDAK boleh TINGGAL SHOLAT, UMROH DAN HAJI. Masa iya ini baru lawan VIRUS CORONA KOK sudah DILARANG SHOLAT berJAMAAH, UMROH dan HAJI dengan istilah atau Dalih SOCIAL DISTANCE.?, HAL MENULAR nya COVID 19 yang DITAKUTKAN ITU BISA DIATASI dengan PROTAP KESEHATAN, tetapi JANGANLAH MELARANG SALAH SATU POKOK atau ESSENSI AJARAN ISLAM KITA tidak BOLEH MEMBUAT JARAK Dengan SESAMA UMAT, contohnya antara lain SHOLAT JAMAAH SAFnya di jaga Rapat tdk boleh ada jarak , ERAT berJABAT TANGAN SAAT JUMPA dengan yang MAHROMNYA BAHKAN ada yang Peluk Cium SILAHTURAHMI Dengan PENUH KASIH SAYANG, kunjungi Tetangga dan Kerabat juga pertemanan untuk Silahturahmi, kini DISIKAT habis hanya dengan issue Virus corona, hadeuuh ?? . Jadi secara SUBYEKTIF jika kita tidak mampu, lemah dan takutnya pada selain ALLAH maka janganlah berlindung dibalik Hadist yang lemah itu atau hadist yang diCOCOK-COCOKKAN dengan kepentingannya, ini perbuatan KAUM MUNAFIK yang mempunyai sifat dasarnya PENDUSTA, SUKA BERSUMPAH PALSU, SOMBONG, KIKIR, INGKAR JANJI dan TIDAK AMANAH (Baca Q.S. 63 Ayat 5 sd 8).

Subtansinya orang Munafik itu sejalan bahkan jadi teman setia diantara mereka dan saling bantu dengan orang-orang Kafir (Baca QS.5. Al Maidah ayat 51 sd 54), mereka itulah sesungguhnya orang-orang yang MURTAD.
MEREKA yang kafir dan munafik tersebut HARUSNYA DIPERANGI (Baca Q.S. Surat ke 66 ayat 9) bukan dijadikan teman apa lagi dijadikan teman setia dan terus efek dominonya kita introspeksi diri ikut DUKUNG dan SETIA tidak kepada orang-orang Munafik , terutama Saat Pilkada DKI ???.

4. Fokus masalah menghadapi Virus Corona (Covid 19), mengapa kita umat Islam HARUS mentaati PEMERINTAH atau MUI sekalipun sebagai lembaga yang mengatur Umat Islam Indonesia. PADAHAL PEMERINTAH ATAU MUI melalui himbauannya ITU TIDAK SESUAI ATAU SESAT DARI KETENTUAN ALLAH SUBHANNAHU WA TA ALA (Q.S. Surat ke 4 ayat 59 Jo .Q.S. Ke 9 ayat 18 Jo Surat ke 2 ayat 113, 114 ,115 , 116 , 117 ,118 , 119 , 120 , 121,122,123,124 ,125 dan 126)

5. ini mohon perhatian dengan baik karena itu GARANSI DARI ALLAH dan DOAnya NABI IBRAHIM YANG TERKABULKAN SAMPAI DETIK KEMARIN SEBELUM DILARANGNYA UMROH dan SHOLAT BERJAMAAH DI MASJIDIL HARRAM DAN MASJID NABAWI , YAITU KABAH TEMPAT “AMAN UNTUK BERKUMPUL dan SHOLAT juga TAWAF serta Doanya Ibrahim tentang kota MEKKAH YG AMAN, BERKAH BANYAK BUAH-BUAHAN UNTUK ORANG BERIMAN”.

Demikian pendapat saya, untuk itu BES menyerukan atau menyarankan kepada Presiden RI dan Wakilnya, para Menterinya yang terkait, para Gubernur dan Pejabat-pejabat lain juga MUI serta seluruh DKM-DKM se Indonesia, yang sudah AMAT BERANI MELAWAN PERINTAH ALLAH, bahwa Masjid itu TEMPAT BERKUMPUL yang AMAN (Q.S. surat Al Baqarah ayat 125) dan JANGAN TAKUT pada APAPUN (Q.S. Surat At Taubah Ayat 18), tapi TAKUTLAH hanya kepada ALLAH saja dan ikuti teladan Rasulullah Nabi MUHAMMAD SAW, untuk itu saudara-saudaraku segera dan beranilah membuka kembali Pintu-pintu masjid agar dapat difungsikan lagi sebagai tempat berkumpul/berjamaahnya umat Islam dalam mengisi sisa bulan Ramadhan ini, juga nanti SHOLAT IEDUL FITRI di Lapangan-lapangan atau Masjid – masjid HARUS TETAP DI GELAR dengan menjalankan protap kesehatan, mumpung masih ada waktu sebelum ALLAH SUBHANNAHU WA TA ALA datang Murka NYA kepada kita semua.

Bogor, 12 Mei 2020 .
Salam Takziem
Bang Eggi Sudjana
Ketua Dewan Pendiri PPMI

About Post Author