25/09/2022

PPMI CENTRE – Official Website

Media Online / Informasi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia

Jacob Ereste : Dampak Terusan Dari Covid 19, Jangan Sampai Menyulut Kerusuhan

Pembagian Paket Sembako dan Batuan Tunai Tidak Merata, Upah Buruh yang dibayar Separo serta THR yang di cicil bahkan tidak pasti didapat hingga pesangon karena di-PHK sangat rawan jadi pemicu kegaduhan hingga bisa berujung kerusuhan lantaran desakan kebutuhan hidup yang terus menghimpit. Oleh karena itu pemerintah pusat dan daerah perlu memberi perhatian khusus sebelum terjadi kegaduhan yang bisa berujung kerusuh.

Upaya mencegah ancaman Virus Covid 19 bisa kita hadapi bersama, tapi ancaman virus kelaparan jauh lebih menakutkan, karena merasa diperlakukan tidak adil serta desakan kebutuhan dasar hidup sehari-hari jelas menjadi masalah banyak orang, sehingga masing-masing orang banyak itu bisa menjadi pemicu atau bahkan jadi pelakunya yang juga harus kita hadapi.

Kegaduhan dan kerusuhan serta amuk massa toh menjadi bagian dari budaya kita seperti yang telah dicatat dalam bingkai sejarah sosial Indonesia oleh Sartono Kartodirdjo. Dan kosa kata amuk massa pun hanya ada dalam khasabah bahasa kita.

Atas dasar itulah, sejak dini perlu diwanti-wantikan pada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah agar bisa mengantisipasi lebih awal sebelum terlanjur seperti nasi yang telah menjadi bubur.

Paparan penting dari tulisan ini sekedar untuk mengingatkan sebelum kejadian yang tidak kita inginkan itu terjadi dan menjadi sesal yang tak lagi berguna dalam upaya kita menata hidup dan kehidupan yang lebih baik dibanding kondisi kita pada hari ini. Setidaknya, inilah ekspresi dari rasa cinta jika tidak bisa dikatakan nasionalis dari anak bangsa yang perduli pada kelanjutan masa depan yang lebih baik.

Sergapan dari virus corona memang sedang mengancam kematian semua orang, tapi ancaman dari jumlah buruh yang kehilangan pekerjaan serta tidak lagi ada penghasilan mengancam masa depan buruh dan keluarganya seperti juga dengan pengusaha yang sudah gulung tikar jauh lebih komplek dan rumit mengatasi kepanikannya yang terjadi.

Oleh pemerintah pun perlu berhati-hati menanganinya tidak asal-asalan apalagi suara-suara bernuansa provokatif dari pejabat-pejabat Negara di media massa dan media eletronik yang berpotensi memancing kemarahan rakyat yang kelaparan. Begitu pula dengan pembagian paket sembako yang tidak merata dan bantuan uang tunai itu mulai menyulut rasa cemburu dan kecurigaan yang takut diungkap secara jujur oleh warga dalam menanti janji yang tak kunjung mereka terima.

Maklumat Kapolri yang meminta seluruh aparat dibawahnya ikut melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap warga yang belum menerima ragam bantuan yang dijanjikan itu sungguh patut disambut positif oleh masyarakat luas agar potensi dari penyimpangan dari bantuan itu tidak sampai terjadi, termasuk melaporkan dari mana saja asal bantuan yang diberikan itu serta rincian dari isi paketnya yang rentan untuk diselewengkan.

Oleh karena itu inisiatif Lembaga Swadaya Masyarakat bersama Serikat Pekerja/Buruh yang mendirikan sejumlah Posko pengaduan, tidak cuma mendata jumlah buruh yang di-PHK atau yang dirumahkan. Tapi juga meliput realisasi teknis pembagian sembako serta bantuan uang tunai yang belum mereka terima sampai hari ini, seperti PSBB di Jabodetabek, Jabar dan Banten yang tersirat dan tersurat yang telah memasuki pekan ketiga sejak mulai PSBB ini diumumkan oleh Presiden.

Jakarta, 12 Mei 2020
Jacob Ereste
Aktivis Buruh/Pengamat Sosial

About Post Author