04/10/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

DPC PPMI CIANJUR BERDIALOG DENGAN WARGA TITISAN SUKABUMI

PPMI CENTRE – CIANJUR JABAR (15/5) Sukabumi – Rencana pemapasan pekerja di PT. Pratama Abadi Industri (JX) karena alasan stabilitas perusahaan karena pandemi berujung pada keluhan warga sekitar. Warga titisan yang dimana bersebelahan langsung dengan perusahaan mengeluhkan karena ada 50 karyawan nya yang terancam di rumah kan dengan cara di intimidasi melakukan pengunduran diri sukarela oleh perusahaan.


Kabar ini pun diketahui oleh Fahmi Dwi Fauzi selaku Ketua Umum DPC PPMI Cianjur. “ada laporan intimidasi perusahaan terhadap pekerja di JX, dan tidak mendapatkan perlindungan dari federasi manapun di sana. Jadi saya berangkat ke sini” ujar nya.
Salah satu pekerja yang terancam dikeluarkan mengaku masih ingin bekerja di perusahaan tersebut, “saya disodori kertas Pengunduran Diri karena alasan melanjutkan Studi, aneh nya surat itu bukan saya yang membuat, karena saya tidak ada niat keluar, apalagi melanjutkan Studi. Saya masih ingin bekerja.” Hampir semua surat Pengunduran Diri tidak di buat oleh pekerja, dengan alasan pengunduran diri yang bermacam-macam.

Warga Titisan yang diwakili oleh RT 30 berdiskusi dengan Fahmi perihal etika perusahaan kepada warga setempat. “saya mengajukan proposal dari 2017 untuk perbaikan jalan, tapi tidak di respon dengan baik oleh pihak perusahaan” ucap ketua RT 30. Hampir semua keinginan warga setempat khususnya warga RT 30 tidak di indahkan oleh perusahaan. “Janji ingin renovasi masjid saja sampai sekarang belum selesai, yang ada sekarang warga inisiatif mengumpulkan uang dari orang-orang yang lewat” ucap salah satu pengurus masjid.


Fahmi menyayangkan etika perusahaan terhadap warga, “sebenarnya perusahaan wajib memberikan perhatian khusus pada warga sekitar. Padahal kan tiap perusahaan punya dana Corporate Sosial Responsibility (CSR) yang sebenarnya bisa untuk membangun masjid, sekolah, atau ruang berkumpul untuk warga setempat”.
Akhir diskusi Fahmi menyarankan warga untuk melayangkan surat kepada perusahaan yang isi nya tuntutan warga setempat, dengan harapan perusahaan mau mediasi dengan warga.

About Post Author