29/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Kita NKRI Kembali Kepada UUD 1945 Yang Asli

PPMI CENTRE – JAKARTA Saya pikir idiologi tetaplah utama, krn dia adalah sikap lanjutan dari prinsip atau nilai suatu nation atau komunitas tertentu untuk mencapai tujuan bersama, di Indonesia ya keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya.

Yg salah selama ini idiologi hanya tamen bagi penguasa, ini yg terjadi di Indonesia selama ini, sekarang lebih parah karena ideologi nya dipalsukan oleh kontitusi 2002 yg jauh bergeser dari nilai kebudayaan masyarakat kita yakni Pancasila, makanya sekarang bangsa ini hanya jadi jongos (halusnya: pelayan) kepentingan proxy war global kapitalism. Bangsa ini tidak otektik lagi dan kehilangan jati diri, kehilangan elang vitalnya sebagai bangsa.

Demokrasi yg diterjemahkan oleh reformasi hanyalah copy paste proxy asing. Semenyara faktanya demokrasi dan HAM hanya jadi alat global kapitalisme asing. Untung saja negara ini belom bubar seperti Uni Sovyet, Yugoslavia, dll yg memberi karpet merah kpd demokrasi liberal, tapi akan bakal seperti negara2 Arab Sprint, atau negara2 di Afrika yg ekonomi dan mata uangnya pun menjadi asing.

Yg hebat itu Chna reformasinya mampu mengkonsilidasi kekuatan SDM dan kebudayaannya melalui sosialisme negara dengan membuang komunisme ortodoks dan memgambil nilai kapitalism tapi menolak keras Demokrasi yg menurut mereka sebagai sumber bencana dengan mengambil contoh kegagalan Uni Sovyet cs.

Hanya dalam waktu 25/30 tahun setelah reformasi sekarang sdh hampir mengungguli AS dalam segala bidang padahal Indonesia saat itu GDB nya lebih tinggi dari China sebelum reformasi. Ya inilah kita harus mawas diri bahwa reformasi kemaren telah membawa bangsa ini makin carut marut. Pada hal dulu Habibie bilang pada kita semua di ICMI pada thn 1992/93 kalau tidak ada aral melintang maka bangsa ini dalam 2 atau 3 dasawarsa bisa menjadi negara ekonomi dan iptek yang masuk 5 besar dunia.

Sekarang bangsa ini dengan reformasi oleh para hamba2 yang keldil bin dungu telah menjadikan negara ini menjadi negara yg serba tergangtung oleh import negara lain termasuk (garam) Nauzubillah pada hal negara ini sumberdaya alamnya relatif terhebat di dunia, aneh toh?

Saya pernah di tanya oleh seorang penulis etnit china, bung Lapong klo anda dkk terus melawan investasi china peking, maka nanti china akan menggeser investasi ke negara vietnam dan negara tetangga. Saya jawab “indonesia yang maha kaya ini tidak butuh investasi dari china, Indonesia hanya butuh pemimpin sekelas Deng Xioping, Xi ronji, atau Xing ji ping, tapi kami hanya dapat pemimpin2 kerdil atau boneka oleh hasil reformasi proxy asing.

Jadi jangan mimpi menjadi bangsa unggul kalau jati diri bangsa ini tidak otentik atau pake cara analisa kebutuhan asing yg kadang kita tidak sadari karena hampir semua buku di rak buku kita isi nya semua teori2 asing, yg pola dan nilainya berbeda dengan kebutuhan kita.

Bagi saya idiologi nomor satu, yakni Pancasila dan UUD 45 (bukan 2002), sedang “demokrasi” secukupnya saja. Kemudian mari kita konsilidasi sumberdaya potensi bangsa ini untuk 1). Swasembada Pangan/Ekonomi, 2) Swasembada IpTek, 3) Swakelola lingkungan SDA, 4). Konsilidasi politik dengan pilar Musyawarah (cukup 2 partai saja atau 3), mungkin bisa juga membatasi priode jabatan Presiden, 5). Konsilidasi regulasi yg carut marut dan penegakan hukum maksimal dengan menyasar koruptor, aparat negara, pelaku ekonomi, para justicia yudikatif, jika perlu hukuman penjara menjadi maksimal 20 tahun ke atas atau hukuman mati.

Mungkin narasi saya ini masih bisa di perdebatkan Tks.

(MN LAPONG : Direktur LBH ForJIS)

About Post Author