30/09/2022

PPMI CENTRE – Konfederasi Serikat Buruh Merdeka

Berani, Jujur, Amanah, Alloh Ridho

Kajian Islam Ahad, Logika Surah Al BAqarah Bagian Penutup

PPMI CENTRE – BOGOR JABAR | Bahwa dalam pembahasan Logika Surah Al Baqarah (Sapi Betina)secara OST JUBEDIL sebuah konsep mekanisme berpikir dihubungkan dengan logika Alqur’an, ALLAH SUBHANAHUWATA’ALA menekankan janganlah engkau Ragu kepada kebenaran Alqur’an dan janganlah engkau tidak yakin dengan adanya hari akhir atau hari pembalasan kaitannya dengan ayat 3 Surah Al Fatihah, jika engkau ragu kepada ALqur’an maka akan membuka celah anda akan berpikir subjektif tidak lagi Objektif, sehingga kontruksi berpikir dengan Logika Alqur’an menunjukkan Alqur’an sebagai Al Furqon (Pembeda), sedapat mungkin dalam memahami logika Alqur’an dengan mendengar, melihat dan hati akan dimintai tanggungjawab (Baca Surah Al Isra ayat 36) oleh ALLAH SWT sebagai rangkaian yang Objektif, Sistematis dan Toleran sehingga mampu bertindak secara Jujur, Benar dan Adil dalam permasalahan dan situasi apapun.

Makanya siapapun manusia yang tidak mempercayai dan meyakini Alqur’an sebagai kitab suci, diibaratkan sama dengan Sapi/Kerbau/Hewan Ternak. satu hal lagi, ALLAH SUBHANAHUWATA’ALA memberikan contoh melalui perumpamaan nyamuk dalam QS.2. Al Baqarah Ayat 26. ”Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?”. Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,”

Maka nikmat ALLAH kepada Manusia yang diberikan pikiran dan akal sehat untuk Bertaqwa Kepada ALLAH SUBHANAHUWATA’ALA dibuktikan dengan Sujud dalam Sholat, dalam sujud itu seluruh isi kepala kita tunduk dan bersujud kepada ALLAH jangan hanya dilihat secara lahiriah tapi juga dicermati dengan rohaniah sehingga dengan sujudnya akal pikiran kita maka seluruh system yang kita ketahui wajib untuk tunduk dan patuh kepada ALLAH yang diimplementasikan mewujudkan Sistem Politik, Sistem Hukum, Sistem ekonomi dan lain sebagainya harus mau tunduk dan patuh hanya kepada ALLAH SUBHANAHUWATA’ALA, sehingga kebenaran Alqur’an ini secara toleran harus diterima tanpa syarat bagi siapapun yang berpikir. Perlu diketahui bahwa bagi manusia yang menolak kebenaran Alqur’an hanya ada dua penyebabnya yaitu Kebodohan dan Kesombongan dan kedua sifat itu adalah sifatnya Syaitan yang terkutuk.

Sehingga hawa nafsu yang berkecenderungan kepada perbuatan negative dan tercela lainnya akan sangat mendominasi dalam menjadi pola pikir, pola tindak-tanduk, dan kebijakan-kebijakan yang diambil manakala seseorang menjadi menjabat suatu jabatan strategis dalam posisi strategis apapun. Penjelasan lebih jauh, inti dari kemusyrikan ini bersifat sangat jelas yaitu menandingi atau mencintai dan menempatkan rasa takut atau tunduk patuhnya kepada selain ALLAH Swt. Hal ini dijelaskan dalam QS.2. Al Baqarah Ayat 165 yang artinya : “Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang – orang yang beriman amat sangat besar cintanya kepada Allah”

Dalam Implemetasi Logika Alqur’an ini diperlukan Integritas, Kapasitas dan Otoritas untuk dapat menyamakan Persepsi, kesadaran dan pentaatan yang sama dalam mewujudkan Taqwa kepada ALLAH SUBHANAHU WATA’ALA
Allah SWT berfirman : “Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan sholat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 177).

Inilah logika Surah Al Baqarah yang terakhir tapi belum sempat diungkap kemarin jadi tulisan hari ini kutip ayat itu dan jaga persatuan jangan lagi umat Islam terkotak-kotak, beda mazhab, sunni – syiah dan lain sebagainya. Umat Islam harus menjadi Umat yang satu yang BERIMAN DAN BERTAQWA HANYA KEPADA ALLAH dan mengikuti Sunnah Rasul, sesuai dengan ALqur’an Surah ALi Imran ayat 31 yang artinya ; Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

MAKA DARI ITU IMPLEMENTASI GERAKAN BESAR EGGI SUDJANA MASTAL DENGAN MEMAKMURKAN MASJID-MASJID DARI SABANG SAMPAI MARAUKE, UNTUK ITU KEPADA SELURUH UMAT ISLAM INDONESIA MARI KITA SEMUA BERGERAK MEMAKMURKAN MASJID-MASJID DISELURUH INDONESIA, KITA HIDUPKAN ALQUR’AN, SHOLAT DAN INFAQ DI MASJID-MASJID AGAR UMAT ISLAM DAPAT BERAKTIVITAS NORMAL SEPERTI BIASANYA.
DAN KEPADA DKM-DKM YANG MASIH TAKUT MEMBUKA KEMBALI MASJID-MASJID UNTUK DIGUNAKAN SHOLAT BERJAMAAH 5 WAKTU DAN SHOLAT JUM’AT, SUDI KIRANYA MENGUNDURKAN DIRI SEBAGAI PENGURUS DKM ATAU AKAN DIDESAK OLEH WARGA SETEMPAT UNTUK MUNDUR SEBAGAI PENGURUS DKM..!!!

Salam Takziem, semoga bermanfaat..

Bogor, 31 Mei 2020
DR. H. EGGI SUDJANA MASTAL, SH, MS.i
ADVOKAT SENIOR/KETUA DEWAN PENDIRI PPMI
Korespondensi Tlp/WA 0855 1231 959

About Post Author